Kiprah Bocah SMP di Subang yang Menginspirasi Dunia
Seorang bocah SMP asal Subang, Jawa Barat, kini menjadi sorotan nasional. Nama Firoos Gatvan Ramadan kini dikenal luas berkat aksinya dalam mengungkap celah keamanan digital yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Aksi ini bahkan mendapat apresiasi dari Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Firoos saat ini masih duduk di bangku kelas 8 SMPIT Alamy Subang. Namun, prestasinya jauh melampaui usianya. Ia berhasil menemukan beberapa tautan yang tidak aktif namun memiliki risiko besar jika digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Celah keamanan ini terletak pada sistem digital milik NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat.
Melalui program vulnerability disclosure, Firoos bertindak sebagai hacker etis. Ia menggunakan metode Open Source Intelligence (OSINT) untuk menyisir berbagai URL terkait NASA di platform media sosial. Hasilnya, ia menemukan celah keamanan yang bisa digunakan untuk phishing atau penyebaran informasi palsu.
“Kelah ini bisa dimanfaatkan untuk phishing atau penyebaran informasi palsu,” ujarnya. Temuan Firoos juga dilengkapi dengan bukti konsep (proof of concept) yang menunjukkan bahwa akun-akun tersebut memang bisa diambil alih kembali. Setelah menemukan hal itu, Firoos langsung mengirimkan temuannya kepada pihak NASA.
Tidak disangka, respons dari NASA sangat positif. Bahkan, Firoos menerima penghargaan resmi berupa surat yang ditandatangani oleh pejabat keamanan informasi senior NASA, Kelvin Tyler, pada 10 April 2026 lalu. Menurut NASA, keterampilan Firoos sangat berharga di dunia keamanan cyber global.
Yang lebih mengejutkan lagi, kemampuan Firoos didapat secara otodidak. Sejak duduk di kelas 6 SD, ia mulai belajar coding bermodalkan sebuah ponsel pintar. Ketertarikannya terhadap dunia cyber security semakin berkembang saat ia masuk kelas 7 atau 1 SMP.
Firoos mengaku banyak belajar dari mentor kakak tingkatnya bernama Musa serta guru bimbingannya, Pak Hikmat. Dengan bantuan mereka, ia bisa mengasah kemampuannya lebih luas hingga mampu menganalisis sistem NASA.
Meski memiliki kemampuan untuk menembus dokumen yang dikunci, Firoos menegaskan bahwa ia tidak akan melakukan hal itu karena memegang teguh etika siber. “Janganlah kalian jadi budak algoritma yang ada di medsos. Lebih baik baca buku atau olahraga agar logika tetap terasah,” ujarnya.
Aksi Firoos langsung menuai apresiasi dan hadiah dari Dedi Mulyadi. Tak tanggung-tanggung, dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Barat itu memberikan tabungan pendidikan senilai Rp 10 juta. Ia juga mengomentari bahwa apa yang dilakukan bocah asal Subang itu termasuk dalam filosofi hidup manusia yang dikenal dengan konsep Alam Maya.
“Dalam Bahasa Sunda itu, kita ngomongin spiritualitas, Sunda itu membagi alam menjadi 3, Alam Bihari, Alam Kiwari dan Alam Poe Isuk. Alam Bihari itu ada dua, alam material dan spiritual. Alam Bihari spiritual yaitu alam ide atau dimensi lain kalau kata Pak Habibi, Alam Bihari material ya itu teknologi informasi dan digital,” tandas Dedi Mulyadi.
