Renungan Harian Katolik: Membangun Fondasi yang Kuat

Pada hari biasa pekan XII tahun A, dengan warna liturgi hijau, umat Katolik diajak untuk merenungkan firman Tuhan. Bacaan-bacaan hari ini mencakup kitab 2Raj 24:8-17; Mazmur 79:1-2.3-5.8.9; Injil Matius 7:21-29 dan bacaan tambahan dari Ezra 9:1-9.15-10:5.

Bacaan Pertama: Yoyakhin dan Kehancuran Yerusalem

Bacaan pertama mengisahkan kisah Raja Yoyakhin yang berumur delapan belas tahun saat menjadi raja Yehuda. Ia memerintah selama tiga bulan dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, seperti yang dilakukan ayahnya. Pada masa itu, Raja Nebukadnezar dari Babel menyerang Yerusalem dan mengepung kota tersebut. Yoyakhin keluar menemui raja Babel bersama keluarganya dan para pegawai istana, lalu ditangkap pada tahun kedelapan pemerintahannya.

Nebukadnezar mengambil segala barang perbendaharaan rumah Tuhan dan istana raja. Ia juga merobek emas dari semua perkakas emas yang dibuat Salomo di Bait Tuhan, sesuai dengan firman Tuhan. Semua orang kuat dari Yerusalem diangkut ke Babel, termasuk Yoyakhin dan keluarganya. Akhirnya, raja Babel mengangkat Matya, pamannya, sebagai raja baru dengan nama Zedekia.

Mazmur Tanggapan: Doa atas Kesengsaraan

Mazmur 79 mengungkap kesedihan umat Israel atas penjajahan Yerusalem oleh bangsa asing. Mereka mengalami kehancuran, mayat hamba-hamba Tuhan dibiarkan tidak dikuburkan, dan mereka menjadi cela bagi tetangga-tetangga mereka. Dalam doa ini, mereka memohon kepada Tuhan agar tidak menghitung kesalahan nenek moyang mereka dan memberikan rahmat-Nya segera. Mereka memohon penyelamatan demi kemuliaan nama-Nya.

Bait Pengantar Injil

P: Alleluya

U: Alleluya

Bacaan Injil: Yesus Mengajar tentang Ketaatan

Yesus berkata dalam Injil Matius 7:21-29: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” Banyak orang pada hari terakhir akan berseru kepada-Nya, tetapi Yesus akan menjawab bahwa Dia tidak pernah mengenal mereka.

Yesus menyamakan orang yang mendengar dan melaksanakan Sabda-Nya dengan orang bijaksana yang membangun rumah di atas batu. Sedangkan orang yang hanya mendengar tanpa melaksanakan adalah orang bodoh yang membangun rumah di atas pasir. Ketika badai datang, rumah itu akan rubuh.

Setelah Yesus selesai berkata demikian, orang banyak takjub karena pengajaran-Nya yang berkuasa, berbeda dari ajaran ahli Taurat mereka.


Renungan Harian Katolik: Membangun Fondasi yang Kuat

Ketika seseorang membangun rumah, ia pasti membangun fondasi terlebih dahulu. Fondasi yang kuat dibuat dari bahan-bahan seperti semen, pasir, batu atau tiang panjang agar rumah tidak mudah roboh atau hancur ketika menghadapi angin, banjir, dan gempa.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk membangun hidup di atas fondasi yang kuat, yaitu firman Tuhan. Kita diminta untuk menaatinya, bukan sekadar mendengarkan, melainkan juga melakukan apa yang diajarkan dalam Sabda Tuhan. Yesus menegaskan bahwa bukan semua orang yang memanggil-Nya Tuhan akan masuk dalam Kerajaan Surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa-Nya.

Kisah Raja Yoyakhin mengingatkan kita bahwa kesetiaan pada firman Tuhan adalah fondasi penting dalam hidup. Jika kita tidak mendengarkan dan tidak melakukan perintah Allah, hidup kita akan rapuh dan mudah hancur saat menghadapi tantangan. Oleh karena itu, mari kita belajar menjadi orang-orang bijaksana yang membangun hidup kita di atas dasar yang kukuh, yaitu Kristus dan firman-Nya.

Doa

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi orang-orang bijaksana yang membangun hidup di atas dasar iman yang kukuh, yakni firman-Mu. Amin.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version