Renungan Katolik: “Berbagi Berkat Tiada Henti”
Renungan katolik untuk hari biasa pekan II Paskah dengan warna liturgi putih. Bacaan hari Jumat terdiri dari Kisah Para Rasul 5:34-42, Mazmur 27:1,4,13-14, dan Injil Yohanes 6:1-15. Bacaan pertama mengisahkan bagaimana Gamaliel, seorang Farisi yang dihormati, memberikan nasihat bijaksana kepada sidang agar tidak bertindak terhadap rasul-rasul. Ia menegaskan bahwa jika perbuatan mereka berasal dari Tuhan, maka tidak akan bisa dihentikan.
Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 5:34-42
Gamaliel menyampaikan nasihat penting kepada para pemimpin Yahudi. Ia mengingatkan mereka tentang dua tokoh yang pernah muncul sebelumnya, yaitu Teudas dan Yudas Galilea, yang akhirnya gagal dan pengikutnya pun lenyap. Dengan demikian, ia menyarankan agar orang-orang itu dibiarkan, karena jika perbuatan mereka berasal dari Tuhan, maka tidak akan bisa dihentikan. Nasihat ini diterima oleh sidang dan akhirnya rasul-rasul dilepaskan setelah disesah.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 27:1,4,13-14
Mazmur ini mengungkapkan keyakinan bahwa Tuhan adalah terang dan keselamatan. Penulis merasa percaya bahwa ia akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup. Ia juga mengajak untuk menantikan Tuhan dengan kuat dan teguh hati.
Injil Katolik: Yohanes 6:1–15
Yesus memperhatikan banyak orang yang mengikuti-Nya karena melihat mujizat-Nya. Ia mencoba Filipus dengan menanyakan di mana mereka bisa membeli roti. Filipus menjawab bahwa roti seharga dua ratus dinar tidak cukup. Namun Andreas menunjukkan anak kecil yang memiliki lima roti jelai dan dua ikan. Yesus kemudian membagikan roti dan ikan tersebut hingga semua orang kenyang. Bahkan tersisa dua belas bakul.
Renungan Harian Katolik: “Berbagi Berkat Tiada Henti”
Pengalaman perayaan Paskah di stasi-stasi pedalaman sangat menyenangkan. Umat membawa berbagai persembahan seperti beras, sayur mayur, buah-buahan, dan kue-kue. Setelah ekaristi, umat berkumpul dan makan bersama. Semangat berbagi sangat terasa dalam suasana kebersamaan dan kegembiraan. Persembahan hasil bumi diberikan kepada pastor, dan pulang ke komunitas, pikcup penuh dengan berbagai makanan.
Pergandaan lima roti dan dua ikan terus terjadi. Yesus mengajar orang banyak yang mengikuti-Nya sepanjang hari. Mereka kelaparan dan kehausan. Murid-murid tidak mampu mengatasi masalah, tetapi Andreas melihat peluang. Anak kecil itu memberikan apa yang dimilikinya. Yesus mengambil roti, mengucap syukur, dan membagikannya kepada orang banyak. Semua makan sampai kenyang, bahkan ada sisanya duabelas bakul.
Ketika kita mau berbagi, kita tidak akan kekurangan. Ketika kita ikhlas memberi, kita justru akan mendapatkan kelimpahan. Seperti yang dilakukan anak kecil itu, ia memberikan apa yang dia punya. Karena didoakan dan disyukuri, apa yang ada menjadi berkat tiada habis, bahkan ada kelebihannya.
Anak kecil itu tidak ada namanya, No Name. Ia bisa siapa saja. Barangkali anda adalah si anak kecil itu. Anda pasti pernah punya pengalaman seperti itu. Ketika mau berbagi, ternyata berkat Tuhan tak pernah berhenti. Ketika anda mau memberi, ternyata tidak pernah kekurangan. Bahkan Tuhan memberi balasan yang berkelimpahan.
Doa
Tuhan, ajari kami untuk percaya pada penyelenggaraan-Mu dalam hidup kami. Terimalah segala keterbatasan kami dan ubahlah menjadi berkat bagi sesama. Berilah kami hati yang rela memberi dan setia mengikuti kehendak-Mu setiap hari, meski dalam hal kecil sekalipun. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat Pekan II Paskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.





