Ringkasan Berita:

  • Tema renungan katolik “rencana Allah tidak gagal karena kelemahan manusia”.
  • Renungan katolik disiapkan untuk pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul.
  • Pesta St. Simon dan Yudas, Rasul dengan warna liturgi merah.
  • Bacaan hari Rabu: Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3.4-5; Luk. 6:12-19 dan BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.

Infomalangraya.net, MAUMERE –Mari simak renungan Katolik Rabu 28 Oktober 2026.

Tema renungan katolik “rencana Allah tidak gagal karena kelemahan manusia”.

Renungan katolik disiapkan untuk pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul.

Renungan katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Pesta St. Simon dan Yudas, Rasul dengan warna liturgi merah.

Bacaan hari Rabu: Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3.4-5; Luk. 6:12-19 dan BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.

Bacaan Pertama:  Ef. 2:19-22; 

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 19:2-3.4-5; 

 hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.

Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia

U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik: Luk. 6:12-19 

P: Inilah Injil Yesus karangan Lukas

U: Dimuliakanlah Tuhan

P: Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

P: Demikianlah Injil Tuhan

U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

“Rencana Allah Tidak Gagal Karena Kelemahan Manusia”

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki (Luk 1:57)

Kelahiran setiap manusia telah direncanakan oleh Allah, sebagaimana kita baca dalam kitab Mazmur pada hari ini: `Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku` (Mzm 139:13). Jadi, kehamilan Elisabet dalam masa tuanya, sebagaimana dikisahkan dalam Luk 1:5-24, juga merupakan bagian dari rencana Allah.

Ketika Zakharia menganggap hal tersebut mustahil karena dia dan isterinya sudah lanjut usia, itu melawan rencana Allah, sehingga dia dijatuhi hukuman menjadi bisu. Meskipun demikian, dalam kerahiman-Nya yang besar, Allah tidak membatalkan rencana-Nya. Elisabet tetap mengandung dan melahirkan anaknya pada waktu yang telah ditentukan.

Seperti yang dikisahkan dalam injil Lukas hari ini, lidah Zakharia kembali terbuka dan dapat berbicara setelah ia taat pada perintah Allah untuk menamai anaknya Yohanes (ay. 63-64). Kelahiran Yohanes menandai dimulainya babak baru dalam sejarah keselamatan, karena Allah akan segera mengutus Putra Tunggal-Nya untuk menebus dunia dari kuasa kejahatan. Melalui peristiwa ini, kita diajak untuk percaya dan setia pada rencana Allah, sebab dalam kasih dan kerahiman-Nya, Ia senantiasa membimbing hidup kita.

(Sumber iman katolik.or.id/www.renunganpkarmcse.com/adiutami.com/the katolik.com/kgg).

Berita Infomalangraya.netLainnya di Google News

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version