Renungan Harian Katolik: Kasih yang Tidak Pergi

Renungan hari ini mengangkat tema “kasih yang tidak pergi”. Dalam konteks perayaan pekan suci, renungan ini disampaikan pada hari Selasa 31 Maret 2026. Hari ini juga merayakan Santo Benyamin, Martir, dengan warna liturgi ungu. Bacaan-bacaan liturgi yang dibacakan mencakup kitab Yesaya dan injil Yohanes.

Bacaan Pertama: Kitab Yesaya 49:1-6

Dalam bacaan pertama, Yesaya menyampaikan firman Tuhan yang berbicara tentang panggilan untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Firman tersebut mengingatkan bahwa Tuhan telah memanggil seseorang sejak dari kandungan dan memberinya tugas untuk menyebarkan keselamatan-Nya ke seluruh dunia.

Bacaan ini menekankan bahwa kasih Tuhan tidak hanya terbatas pada satu kelompok, tetapi meliputi semua umat-Nya. Bahkan ketika seseorang merasa sia-sia dalam usahanya, ia tetap dapat bersandar pada keadilan dan keselamatan Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17

Mazmur ini mengungkapkan rasa percaya dan harapan kepada Tuhan. Penulis mazmur menyatakan bahwa ia berlindung kepada Tuhan dan berharap untuk diperkenan-Nya. Ia juga mengingatkan bahwa Tuhan adalah tempat berteduh dan kekuatan dalam setiap kesulitan.

Mazmur ini menjadi pengingat bahwa kasih Tuhan adalah dasar dari segala keadilan dan keselamatan yang kita terima. Dengan begitu, kita diingatkan untuk terus mengucapkan syukur dan memuji Tuhan.

Bait Pengantar Injil

Bait pengantar injil mengajak kita untuk memuji Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. Perkataan ini mengingatkan kita akan pengorbanan Yesus yang setia kepada Bapa, bahkan sampai wafat di kayu salib. Yesus tidak membuka mulut seperti domba yang dibawa ke pembantaian, tetapi tetap berani menghadapi penderitaan demi keselamatan manusia.

Bacaan Injil: Yohanes 13:21-33.36-38

Dalam injil Yohanes, kita diajak untuk memahami situasi Perjamuan Terakhir. Yesus menyadari bahwa salah satu murid-Nya akan menyerahkan-Nya. Namun, meskipun tahu akan dikhianati, Yesus tetap hadir dan mengasihi. Bahkan, Ia memberikan roti kepada Yudas, murid yang akan mengkhianati-Nya.

Yesus juga menunjukkan kepercayaan kepada Petrus, meskipun tahu bahwa Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali. Ini menunjukkan bahwa kasih Yesus tidak bergantung pada kesetiaan manusia, tetapi pada kebaikan dan kesetiaan-Nya sendiri.

Renungan Harian Katolik: “Kasih yang Tidak Pergi”

Di tengah suasana yang penuh dengan duka dan ketakutan, Yesus tetap menunjukkan kasih-Nya yang tidak pergi. Ia tidak menjauh atau menghindar, tetapi tetap hadir dan mengasihi. Kasih-Nya tidak tergantung pada tindakan manusia, tetapi pada hati-Nya yang penuh belas kasihan.

Yesus tidak menuntut kesempurnaan dari murid-murid-Nya. Ia tahu kelemahan mereka, tetapi tetap memilih untuk mengasihi. Ini menjadi contoh bagi kita untuk memiliki kasih yang tidak pergi, bahkan ketika dihadapkan pada luka dan penderitaan.

Ya Tuhan, semoga kami mampu menjadi murid-Mu yang setia. Amin.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version