Persis Solo Memperkuat Lini Pertahanan dengan Dua Pemain Asing Serbia
Persis Solo mengambil langkah penting dalam bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dengan mendatangkan dua pemain asing baru asal Serbia, yaitu kiper Vukanis Vranes dan bek Dusan Mijic. Kedua pemain ini diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan klub agar bisa keluar dari zona merah dan menghindari ancaman degradasi di akhir musim.
Kedatangan Vranes dan Mijic disambut antusias oleh para penggemar Persis Solo. Kiper yang sebelumnya bermain di Liga Serbia ini menyatakan kegembiraannya bisa bergabung dengan tim. Ia menegaskan akan memberikan performa terbaiknya dalam setiap pertandingan dan latihan untuk membantu Persis Solo mencapai target utamanya, yaitu keluar dari zona degradasi.
“Saya akan memberikan 100 persen pada setiap permainan dan latihan. Saya akan berjuang sekeras mungkin agar Persis tetap di zona aman karena saya tahu tim saat ini sedang berada di posisi yang kurang baik,” ujar Vranes.
Sementara itu, Dusan Mijic juga menyampaikan harapan serupa. Ia mengatakan bahwa ia sangat senang bisa bergabung dengan Persis Solo dan siap memberikan segala kemampuan untuk membantu tim. Ia berharap kepada para penggemar untuk tetap mendukung tim agar bisa mencapai hasil positif.
“Harapan saat ini sangat tinggi yaitu berada di zona aman. Dan itu adalah untuk memastikan bertahan secepat mungkin dan memasuki kompetisi dengan lebih tenang,” kata Mijic.
Pengaruh pemain asing dari Eropa Tenggara semakin kuat dalam Super League musim ini. Selain Persis Solo, Persebaya Surabaya juga menjadi salah satu klub yang aktif merekrut pemain dari wilayah Balkan. Bajul Ijo memiliki beberapa pemain asal Balkan yang menjadi tulang punggung tim.
Di lini belakang, Persebaya diperkuat oleh Risto Mitrevski, bek tengah asal Makedonia Utara yang dikenal tangguh dalam duel udara dan kepemimpinan di area pertahanan. Ia menjadi figur penting dalam menjaga stabilitas lini belakang tim asal Kota Pahlawan.
Selain Mitrevski, Persebaya juga memiliki Dime Dimov, bek asal Makedonia Utara lainnya yang sudah lebih dulu mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia. Dimov dikenal sebagai pemain dengan kekuatan fisik dan disiplin bertahan yang tinggi.
Di sektor serang, Persebaya mengandalkan striker asal Montenegro, Mihailo Perović. Penyerang berpostur jangkung ini diharapkan mampu menjadi target man sekaligus solusi ketajaman Bajul Ijo di depan gawang lawan. Perović membawa pengalaman bermain di Eropa yang diharapkan bisa memberi dimensi berbeda dalam skema menyerang Persebaya.
Tak hanya itu, Persebaya juga merekrut pemain asal Serbia, Dejan Tumbas, yang dikenal memiliki fleksibilitas posisi. Tumbas bisa dimainkan sebagai penyerang maupun bek kiri, memberi opsi taktis tambahan bagi tim pelatih dalam menyusun strategi pertandingan.
Kehadiran para pemain asal Balkan tersebut menunjukkan bahwa klub-klub Super League kian percaya dengan karakter khas pemain Eropa Timur—disiplin, fisik kuat, dan mental bertarung tinggi. Karakter itu pula yang kini coba diadopsi Persis Solo lewat perekrutan Vukanis Vranes dan Dusan Mijic demi menyelamatkan diri dari ancaman degradasi.
Dengan semakin banyaknya pemain Balkan di Super League, persaingan paruh kedua musim dipastikan berlangsung lebih keras dan sarat duel fisik, sekaligus menjadi warna tersendiri dalam peta persaingan sepak bola nasional.






