Pengumuman Resmi John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Pengumuman ini dilakukan melalui situs web resmi pssi.org dan akun media sosial Timnas Indonesia di berbagai platform. John Herdman, yang kini berusia 50 tahun, lahir di Consett, Inggris, pada 19 Juli 1975. Ia adalah pelatih berkewarganegaraan Inggris yang memiliki rekam jejak luar biasa dalam dunia sepakbola internasional.
John Herdman pernah memimpin Timnas Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022. Rekam jejaknya tidak hanya terbatas pada tim putra, tetapi juga tim putri. Ia menjadi satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, ia tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada tahun 2012 dan 2016.
Sementara itu, untuk tim putra, John Herdman berhasil membawa Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022. Ini merupakan momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus meningkatkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia.
John Herdman dijadwalkan datang ke Indonesia pada hari Minggu (11/1/2026) dan akan dikenalkan secara resmi di hari Senin (12/1/2026). Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menjelaskan bahwa PSSI memiliki pertimbangan khusus di balik keputusan menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
Menurut pernyataan di Kita Garuda, Herdman dikontrak dengan skema jangka panjang selama 2+2 tahun dan diberi peran ganda sebagai pelatih Timnas Senior dan U23. Sebelum memilih John Herdman, PSSI sempat menimbang calon pelatih antara Giovanni Van Bronckhorst atau John Herdman. Namun, beberapa pertimbangan yang dibahas dalam rapat exco PSSI akhirnya membuat mereka memilih John Herdman.
Sumardji menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan utama adalah kesediaan sang pelatih untuk tinggal di Indonesia selama kontrak. “Salah satu hal yang menjadi pertimbangan kami adalah pelatih ini mau tidak tinggal di Indonesia selama menjalin kontrak,” ujarnya. PSSI ingin pelatih tersebut lebih mengenal budaya dan sepakbola di Tanah Air.
Ia menegaskan bahwa PSSI tidak ingin mengulangi kesalahan seperti saat penunjukkan Patrick Kluivert. Saat itu, Kluivert lebih sering berada di luar negeri dan hanya datang ke Indonesia saat menjelang pertandingan. “Kami mendasari dari evaluasi sebelumnya. Jika pelatih on off tentu klub-klub dirugikan karena tidak bisa memantau dan diskusi baik dengan pelatih, dengan owner klub, ini penting sekali,” katanya.
Komitmen John Herdman untuk Asisten Pelatih Lokal
Selain bersedia menetap di Indonesia, PSSI juga mempertimbangkan komitmen John Herdman untuk menggandeng asisten pelatih lokal. Hal ini termasuk dalam salah satu pertanyaan wawancara yang diajukan oleh exco PSSI kepada John Herdman. “Ketika kamu misalkan dipilih apakah kamu akan membawa gerbong semuanya itu orang-orangmu, teman-temanmu, atau yang sudah biasa bekerja denganmu,” jelas Sumardji.
Menurut Sumardji, John Herdman menjawab bahwa ia hanya akan membawa 2-3 rekan dan sisanya akan melibatkan asisten pelatih dari Indonesia. “Saya akan membawa paling banyak 2-3 orang, selebihnya saya akan panggil semuanya asisten pelatih lokal dari Indonesia. Itu jadi kebanggaan buat kami semua.” Hal-hal mendasar ini menjadi alasan utama PSSI memilih John Herdman.
Jadwal Padat yang Menanti John Herdman
Pada tahun 2026, John Herdman akan menghadapi jadwal padat bersama Timnas Indonesia. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026. Selanjutnya, Timnas akan mengikuti agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November. Tidak ketinggalan, Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026 juga akan menjadi tantangan bagi pelatih baru ini.





