Mengenal Gerakan Dominan dalam Senam Lantai

Senam lantai adalah salah satu cabang olahraga yang menggabungkan kekuatan, keseimbangan, dan ketangkasan. Dalam aktivitas ini, siswa diajarkan untuk melakukan berbagai gerakan dasar yang menjadi fondasi utama dalam mempelajari senam. Gerakan-gerakan ini tidak hanya melatih kemampuan fisik tetapi juga meningkatkan keberanian dan konsentrasi.

Pola Gerak Dasar dalam Senam Lantai

Dalam senam lantai, terdapat sembilan pola gerak dominan yang saling berkaitan. Berikut penjelasannya:

  • Bertumpu: Posisi statis menggunakan tangan atau kaki, seperti handstand.
  • Bergantung: Bertahan pada palang, contohnya pull-up.
  • Keseimbangan: Mempertahankan posisi tubuh, seperti sikap lilin atau berdiri satu kaki.
  • Berpindah (Lokomotor): Gerakan berpindah tempat, misalnya berjalan di atas balok titian.
  • Tolakan: Gerakan mendorong tubuh ke atas atau depan menggunakan kekuatan kaki/tangan.
  • Putaran: Gerakan memutar tubuh, seperti guling depan, guling belakang, atau meroda.
  • Ayunan: Gerakan tubuh saat bergantung atau bertumpu.
  • Melayang: Kondisi tubuh berada di udara setelah tolakan sebelum mendarat.
  • Mendarat: Pengakhiran gerakan dengan tumpuan kaki atau tangan yang stabil untuk meredam benturan.

Variasi dan Kombinasi Gerakan

Siswa kelas 6 diajarkan untuk mengombinasikan gerakan-gerakan tersebut. Contohnya, melakukan lari (berpindah) diikuti tolakan, kemudian putaran (guling depan), dan diakhiri dengan pendaratan yang sempurna. Kombinasi ini membantu siswa memahami cara mengatur gerakan secara sistematis dan efektif.

Latihan Soal HOTS

Berikut beberapa soal HOTS yang dapat digunakan untuk menguji pemahaman siswa tentang gerakan senam lantai:

  1. Rani sedang mempraktikkan gerakan guling depan. Saat melakukan pendaratan, Rani seringkali jatuh terduduk dan tidak bisa langsung berdiri tegak. Evaluasi yang paling tepat terhadap gerakan Rani adalah…

  2. A. Kurangnya awalan lari yang cepat sebelum berguling.

  3. B. Posisi tangan tidak ikut menolak saat tubuh berputar.
  4. C. Kurangnya kekuatan pada otot leher saat dagu menempel di dada.
  5. D. Posisi lutut tidak segera ditekuk dan dipeluk saat punggung menyentuh matras.

Kunci Jawaban: D

Analisis: Dalam guling depan, momentum putaran untuk kembali berdiri didapat dari posisi tubuh yang membulat dengan memeluk lutut segera setelah berguling.

  1. Perhatikan urutan gerak berikut: (1) Berdiri tegak, (2) Melakukan tolakan kaki, (3) Posisi badan melayang di udara dengan tangan menumpu di atas peti loncat, (4) Mendarat dengan dua kaki mengeper. Urutan di atas merupakan rangkaian gerak dominan dalam aktivitas…

  2. A. Guling belakang.

  3. B. Loncat kangkang melewati peti loncat.
  4. C. Sikap lilin secara berkelompok.
  5. D. Kayang dengan bantuan teman.

Kunci Jawaban: B

Analisis: Adanya penggunaan peti loncat sebagai tumpuan saat melayang adalah ciri khas loncat kangkang atau loncat jongkok.

  1. Mengapa saat melakukan pendaratan setelah melompat, lutut kita harus dalam posisi mengeper (menekuk sedikit)?

  2. A. Agar gerakan terlihat lebih luwes dan indah seperti penari.

  3. B. Untuk mempercepat perpindahan tempat ke gerakan selanjutnya.
  4. C. Berfungsi sebagai peredam benturan agar sendi lutut dan tulang belakang tidak cedera.
  5. D. Agar beban tubuh sepenuhnya tertumpu pada ujung jari kaki.

Kunci Jawaban: C

Analisis: Gerak mengeper adalah teknik mekanika tubuh untuk mendistribusikan gaya tekan saat mendarat sehingga mengurangi risiko cedera.

  1. Dalam gerakan “Meroda”, urutan bagian tubuh yang menyentuh matras secara bergantian adalah sangat penting. Manakah urutan yang benar sesuai dengan prinsip putaran samping?

  2. A. Tangan kanan – kaki kanan – kaki kiri – tangan kiri.

  3. B. Kaki kiri – tangan kiri – tangan kanan – kaki kanan.
  4. C. Tangan kiri – tangan kanan – kaki kanan – kaki kiri.
  5. D. Kaki kanan – kaki kiri – tangan kanan – tangan kiri.

Kunci Jawaban: C

Analisis: Meroda adalah gerakan bertumpu dengan tangan secara bergantian diikuti oleh kaki, membentuk putaran seperti roda.

  1. Seorang siswa mencoba melakukan gerakan “Sikap Lilin” tetapi badannya selalu jatuh ke samping dan tidak bisa tegak lurus. Hal utama yang perlu diperbaiki dari segi gerak dominan keseimbangan dan tumpuan adalah…

  2. A. Kedua tangan harus menopang pinggang dengan kuat dan siku merapat ke matras.

  3. B. Pandangan mata harus melihat ke arah samping untuk mencari keseimbangan.
  4. C. Menarik napas sedalam mungkin agar paru-paru mengangkat beban tubuh.
  5. D. Melakukan gerakan di atas lantai tanpa matras agar lebih stabil.

Kunci Jawaban: A

Analisis: Kunci sikap lilin adalah pada kekuatan otot perut dan tumpuan tangan di pinggang yang dibantu oleh siku sebagai landasan.








Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version