Performa Media Gubernur Rudy Mas’ud dan Dedi Mulyadi
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mencatatkan performa media yang cukup impresif dalam setahun terakhir. Total keterlibatan publik (engagement) mencapai 3,3 juta. Meski angka ini menunjukkan tingkat interaksi yang baik, namun di tingkat nasional, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin dengan capaian interaksi publik yang jauh lebih besar, yaitu 4,2 miliar engagement pada tahun pertama masa jabatannya.
Data dari riset Deep Intelligence Research (DIR) menunjukkan bahwa tingginya interaksi publik tidak selalu berarti sentimen positif. Meskipun banyaknya pemberitaan dan percakapan tentang seorang gubernur bisa mencerminkan perhatian publik, hal tersebut juga bisa menjadi indikasi adanya kritik atau perdebatan.
Fokus Kepemimpinan Rudy Mas’ud
Dalam laporan Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026, fokus kepemimpinan Rudy Mas’ud paling menonjol pada sektor pendidikan dan riset, infrastruktur, serta kesehatan. Selain itu, isu strategis seperti kelistrikan, energi, dan semangat pertambangan juga menjadi bagian dari narasi publiknya. Hal ini menegaskan fokus pada pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan Timur.
Platform YouTube menjadi motor utama interaksi, dengan kontribusi sekitar 24,1 ribu. Linimasa performa media terpantau stabil, menunjukkan bahwa Rudy Mas’ud berhasil menjaga konsistensi dalam komunikasi publiknya.
Perbandingan dengan Gubernur Lain
Di posisi berikutnya setelah Dedi Mulyadi, terdapat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan 959 juta engagement dan 5,7 miliar audience. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga masuk dalam daftar dengan tingkat publikasi dan interaksi signifikan.
Laporan DIR menyebutkan bahwa secara keseluruhan, pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi menghasilkan 5,62 miliar engagement dan 33,79 miliar audience. Sementara itu, percakapan di media sosial mencapai 4.573.206 unggahan yang tersebar di platform X, Facebook, Instagram, TikTok, Threads, dan YouTube.
Metode Analisis yang Digunakan
Direktur Komunikasi DIR Neni Nur Hayati menjelaskan bahwa metode yang digunakan adalah Media Intelligence, yakni pendekatan yang menggabungkan analisis pemberitaan media massa dan digital listening. “Mesin artificial intelligence kami bekerja meng-crawling seluruh data pemberitaan dan percakapan publik dari para gubernur, tentang gubernur, dan yang mempercakapkan gubernur,” ujar Neni saat peluncuran laporan di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Perbedaan Karakter Media Massa dan Media Sosial
Laporan itu juga menemukan perbedaan karakter antara media massa dan media sosial. Media massa didominasi sentimen positif hingga 79 persen, sedangkan media sosial menjadi ruang apresiasi sekaligus kritik. TikTok, Instagram, dan YouTube mencatat interaksi tinggi, sementara X menjadi kanal dengan percakapan paling kritis.
Evaluasi Program Unggulan
Di sisi lain, genap setahun memimpin Kalimantan Timur, pasangan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji mulai menuai evaluasi atas realisasi janji politik mereka. Terhitung sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, implementasi program Gratispol dan Jospol kini memasuki fase penilaian.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan sejumlah program prioritas telah berjalan, meski masih menghadapi tantangan di lapangan. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mencatat beberapa program utama terus dikejar agar sesuai target. Di antaranya bantuan pendidikan bagi mahasiswa semester awal serta penyediaan layanan Wi-Fi gratis di desa.
Tantangan dan Evaluasi
Sri Wahyuni mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, terutama terkait pemahaman masyarakat terhadap alur birokrasi program. Ia menegaskan, setiap janji politik yang diimplementasikan melalui birokrasi harus mengikuti tata kelola pemerintahan. Penggunaan dana APBD, kata dia, menuntut mekanisme administratif yang ketat sehingga pelaksanaan program tidak bisa dilakukan secara instan.
Perhatian juga diberikan pada program Gratispol bidang pendidikan yang sempat menjadi sorotan publik. Untuk mencegah informasi yang bias, Sri Wahyuni mengimbau masyarakat aktif mengakses kanal resmi pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting agar implementasi program unggulan pada tahun kedua kepemimpinan Rudy–Seno dapat berjalan lebih matang dan dipahami utuh oleh masyarakat Benua Etam.





