Pembenahan Sistem Pendidikan PPDS di RSMH Palembang
Setelah munculnya kasus dugaan perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang mengambil kebijakan untuk sementara menghentikan pelaksanaan stase residensi. Namun, pihak RSMH menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah penutupan permanen, melainkan langkah korektif yang dilakukan sebagai respons terhadap isu tersebut.
Direktur Utama RSMH Palembang, Siti Kalimah, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan untuk memberi ruang bagi pembenahan sistem pendidikan PPDS, khususnya dalam pelaksanaan residensi di RSMH. “Ini bukan penutupan, tetapi penghentian sementara stase residensi PPDS mata di RSMH. Tujuannya adalah untuk memberi kesempatan kepada RSMH dan FK Unsri memperbaiki sistem pembelajaran,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sampai saat ini, belum ada batas waktu pasti terkait durasi penghentian tersebut. RSMH bersama FK Unsri sedang menyusun rencana aksi perbaikan, yang akan dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan sebelum program dapat dibuka kembali.
Langkah Perbaikan Menyeluruh
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan ini, FK Unsri selaku penyelenggara pendidikan dan RSMH sebagai wahana pendidikan akan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem residensi PPDS. Beberapa langkah konkret telah disiapkan, antara lain:
- Mengoptimalkan peran tim pencegahan dan penanganan perundungan yang dibentuk RSMH bersama FK Unsri
- Sosialisasi berkala terkait larangan perilaku bullying
- Penindakan terhadap pelaku serta perlindungan bagi pelapor
- Pemberian dukungan psikososial kepada peserta PPDS untuk meningkatkan resiliensi dan kohesi antar residen
- Penyediaan sistem pelaporan khusus yang aman dan mudah diakses oleh PPDS jika mengalami atau mengetahui perundungan
Penempatan PPDS Dialihkan ke RS Jejaring
Untuk memastikan kelancaran proses pendidikan selama masa penghentian sementara, FK Unsri akan mengoptimalkan penempatan residen di rumah sakit jejaring lain selain RSMH. “FK Unsri memiliki jejaring rumah sakit lain untuk penempatan PPDS. Ini akan dioptimalkan semaksimal mungkin demi kelancaran pendidikan,” kata kampus dalam keterangannya.
Dirut RSMH juga menyampaikan bahwa praktik perundungan di lingkungan RSMH saat ini telah jauh berkurang. Pihak rumah sakit secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan tidak ada lagi praktik perundungan yang terjadi. “Kami terus melakukan evaluasi berkala agar perundungan benar-benar tidak terjadi lagi,” tambah Siti Kalimah.
Isu Perundungan yang Mencuat di Media Sosial
Sebelumnya, isu perundungan yang dialami oleh seorang mahasiswa PPDS mata Unsri di RSUP Mohammad Hoesin Palembang ramai dibicarakan di media sosial. Dalam unggahan Thread tersebut, korban tidak hanya dirundung dan ditekan secara psikis, tetapi juga diperas. Korban dimintai sejumlah uang untuk membiayai gaya hidup senior.
Beberapa permintaan uang yang dilakukan oleh senior termasuk biaya semesteran, clubbing atau party, alat olahraga, sewa padel, sepeda, serta kebutuhan sepak bola. Selain itu, korban diminta untuk membelikan skincare, menanggung makan dan minum senior, tiket konser, tiket pesawat, hingga sewa rumah dan kosan senior.
Tidak hanya itu, korban juga diminta membayar biaya perpisahan senior, biaya penelitian ilmiah dan seminar senior, antar jemput anak senior, alat kesehatan senior, serta barang mewah lainnya. Akun Thread bernama @radietyaalvarabie mengatakan modus kejahatan yang dilakukan para senior dengan meminta uang tunai secara sembunyi-sembunyi. “Tapi juga disertai dengan intimidasi dan ancaman. Jika tidak menuruti, maka junior akan dirundung, dikuculkan, dan dipersulit selama masa pendidikannya oleh para oknum senior PPDS,” tulis akun tersebut.
