Ringkasan Berita:
- Di hadapan tokoh adat, pejabat pemerintah daerah, dan masyarakat yang hadir, Perwira Tinggi TNI tersebut menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama dalam penanggulangan karhutla melalui pesan “Jaga Alam, Jaga Kesehatan, Jaga Generasi”.
- “Jika kita menjaga alam, maka alam yang akan menjaga kita. Dampak karhutla ini sangat luas, mulai dari sektor ekonomi hingga kesehatan, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan balita yang rentan terhadap paparan asap,” tegasnya.
Infomalangraya.netKetua Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Landak, Brigjen TNI Ahmad Fauzi, menghadiri langsung pelaksanaan ritual adat Bapinta Ka’ Jubata yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) di Tugu Batu Pakat, Terminal Bus Ngabang, Kabupaten Landak pada Sabtu 5 September 2026 pagi.
Ahmad Fauzi yang hadir bersama jajaran Satgas Karhutla, serta para siswa Sesko TNI, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif spiritual masyarakat adat Dayak melalui ritual Bapinta Ka’ Jubata dalam memohon perlindungan dari musibah karhutla dan kabut asap.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyaksikan langsung ritual Bapinta di wilayah adat Binua Pantu Seratus ini. Kita berharap ritual adat ini membawa kebaikan, keberkahan, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Kabupaten Landak,” ujar Fauzi.
Kualitas Udara Membaik Pasca-Hujan
Dalam kesempatan tersebut, Jendral Bintang Satu tersebut membeberkan perkembangan signifikan terkait kondisi kualitas udara dan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Landak setelah sempat berada pada tingkat berbahaya.
Berdasarkan pemantauan Satgas Karhutla, indeks standar pencemaran udara di Kabupaten Landak sempat menyentuh angka ekstrem.
“Kondisi cuaca udara di Landak sempat berada di angka 743, yang artinya sangat ekstrem dan super berbahaya. Sebagai perbandingan, di Jakarta angka 150 saja sudah dikategorikan berbahaya,” jelasnya.
Namun, menyusul guyuran hujan yang mulai turun di beberapa wilayah, kondisi kualitas udara tercatat membaik secara drastis.
“Hari ini puji syukur indeksnya turun drastis menjadi 190. Titik api (hotspot) yang sebelumnya sempat mencapai angka tertinggi 271 titik, hari ini terpantau hanya tersisa tiga titik. Kita patut bersyukur doa-doa yang dipanjatkan mulai dikabulkan,” kata Fauzi.
Tiga Pilar : Jaga Alam, Kesehatan, dan Generasi
Di hadapan tokoh adat, pejabat pemerintah daerah, dan masyarakat yang hadir, Perwira Tinggi TNI tersebut menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama dalam penanggulangan karhutla melalui pesan “Jaga Alam, Jaga Kesehatan, Jaga Generasi”.
“Jika kita menjaga alam, maka alam yang akan menjaga kita. Dampak karhutla ini sangat luas, mulai dari sektor ekonomi hingga kesehatan, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan balita yang rentan terhadap paparan asap,” tegasnya.
Brigjen TNI Fauzi menambahkan, upaya pencegahan karhutla dan pelestarian lingkungan pada hari ini merupakan investasi krusial demi masa depan generasi penerus di Kabupaten Landak.
“Generasi mendatang harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Apa yang kita lakukan hari ini termasuk melalui sinergi antara Satgas, tokoh adat, dan masyarakat adalah demi menyiapkan generasi penerus yang unggul di masa depan,” pungkasnya.
Dia juga menjelaskan, dirinya hadir di Kabupaten Landak bersama tim termasuk siswa Sekolah Komando TNI dan juga 100 personel dari Batalyon Infantri/842 Brawijaya Jawa Timur, untuk menanggulangi kondisi kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap.
Profil Brigjen TNI Ahmad Fauzi
Profil Brigjen TNI Ahmad Fauzi, Ketua Satgas Karhutla Kabupaten Landak
Brigjen TNI Ahmad Fauzi merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, ia dipercaya memimpin Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Landak.
Pada September 2026, Ahmad Fauzi aktif turun ke lapangan bersama tim Satgas untuk melakukan penanganan dan pencegahan karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Landak. Ia juga terlibat dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini.
Dalam salah satu kegiatan di Desa Keranji Mancal, Kecamatan Sengah Temila, pada 27 Agustus 2026, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat. Ia juga mendorong penguatan patroli, pemantauan wilayah rawan, deteksi dini dan respons cepat ketika ditemukan titik api.
Perwira Tinggi TNI AD
Ahmad Fauzi menyandang pangkat Brigjen TNI. Data mengenai daftar kenaikan pangkat perwira tinggi TNI pada Juli 2026 mencantumkan nama Brigjen TNI Ahmad Fauzi sebagai salah satu dari 44 Pati TNI Angkatan Darat yang mendapatkan kenaikan pangkat. Dalam daftar tersebut, ia tercatat sebagai Pati Mabes TNI AD.
Sebelumnya, dalam mutasi perwira tinggi TNI pada 2023, Brigjen TNI Ahmad Fauzi tercatat mendapat penugasan dari Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) Seskoad menjadi Kapoksahli Pangdam XVII/Cenderawasih.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa Ahmad Fauzi memiliki pengalaman dalam lingkungan pendidikan, pengkajian, staf dan kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Darat.
Terlibat Langsung Tangani Karhutla Landak
Di Kabupaten Landak, Ahmad Fauzi tidak hanya menjalankan tugas koordinasi dari belakang meja. Ia beberapa kali memimpin kegiatan Satgas di lapangan, termasuk sosialisasi pencegahan karhutla dan pengecekan lokasi kebakaran.
Dalam kegiatan di Keranji Mancal, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai kebakaran membesar. Menurutnya, pencegahan, deteksi dini dan respons cepat harus menjadi prioritas, sementara masyarakat memiliki peran penting sebagai mata dan telinga di lapangan.
Pada 5 September 2026, Ahmad Fauzi juga menghadiri ritual adat Bapinta Ka’ Jubata yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) di Tugu Batu Pakat, Terminal Bus Ngabang.
Kehadiran tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keterlibatan masyarakat adat dalam menghadapi karhutla dan kabut asap. Ia berharap ritual adat tersebut membawa kebaikan, keberkahan dan kedamaian bagi masyarakat Kabupaten Landak.
Dorong Sinergi TNI dan Masyarakat
Dalam penanganan karhutla, Ahmad Fauzi menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, tokoh adat dan masyarakat.
Pendekatan tersebut terlihat dari kegiatan Satgas yang tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan sosialisasi pencegahan dan membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pesannya kepada masyarakat Landak, ia membawa tiga prinsip utama, yakni “Jaga Alam, Jaga Kesehatan, Jaga Generasi.”
Menurut Ahmad Fauzi, dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Kabut asap juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi, dengan kelompok seperti anak-anak, ibu hamil dan balita menjadi pihak yang rentan terhadap paparan asap.
(*)
–Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
–Dapatkan Berita Viral Via SaluranWhatsApp
–Baca Berita Terbaru diGOOGLE NEWS





