Prestasi Akademik El Barack Alexander yang Mengagumkan
El Barack Alexander, putra sulung dari Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag, baru saja resmi menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Momen kelulusannya diadakan di gedung Sampoerna, di mana semua orang tua diundang untuk menyaksikan anak-anaknya memindahkan toga, menerima rapor, dan ijazah SD. Jedar, sapaan akrab Jessica Iskandar, menggambarkan momen tersebut sebagai sebuah acara kelulusan yang biasa.
Tanpa Bantuan Les
Saat ditanya tentang hasil belajar El Barack selama di bangku SD, Jedar mengungkapkan bahwa El berhasil meraih nilai tertinggi di semua mata pelajaran. Ia menjelaskan bahwa El memiliki nilai A di setiap pelajaran, bahkan ada bintang-bintang tambahan di sampingnya. Yang lebih mengejutkan lagi, prestasi ini diraih tanpa bantuan guru les privat atau tambahan pelajaran di luar sekolah.
Jedar mengatakan bahwa El adalah tipe anak yang belajar secara otodidak dan memiliki kesadaran diri yang sangat tinggi. “Dia memang anak yang pintar. Aku dan Vincent merasa beruntung banget punya anak seperti El karena dia bisa bertanggung jawab,” ujarnya.
Kedisiplinan yang Menakjubkan
Selain prestasi akademik, kemandirian El juga patut diacungi jempol. Jedar menceritakan bagaimana disiplin sang putra dalam menyiapkan keperluan sekolah setiap hari. El terbiasa bangun pagi buta tanpa perlu bantuan orang dewasa. “Aku tuh speechless-nya karena El kalau sekolah bangunnya jam 6 pagi. Jam 6.30 dia sudah berangkat, padahal aku belum bangun. Itu enggak dibangunin, dia siapin semua keperluannya sendiri,” kata Jedar.
Bahkan, meski sekolah baru dimulai pukul 08.00 WIB, El bersikeras untuk berangkat lebih awal. “Aku pernah tanya kenapa berangkat jam setengah tujuh, katanya, ‘I just want to be early’. Dia cuma pengen datang lebih awal saja,” jelasnya.
Melihat sifat El yang sangat bertanggung jawab, Jedar mengaku tidak perlu menjadi orang tua yang keras. Ia lebih banyak memberikan kepercayaan kepada El untuk mengatur waktunya sendiri. Satu-satunya pengawasan ketat yang dilakukan Jedar adalah mengenai penggunaan perangkat elektronik.
“Kita batasin main gadget itu cuma boleh di Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jumat satu jam, Sabtu satu jam, dan Minggu dua jam. Di luar itu, dia fokus ke sekolah,” jelasnya.
Jika Nilai Ujian Anak Tak Sesuai Harapan
Siapa yang tidak bangga jika si kecil mendapatkan nilai ujian yang bagus? Tetapi bagaimana jika Anda mendapati deretan nilai di bawah standar dalam rapornya?
Tetap Tenang
Meski Anda merasa kecewa dan mungkin marah karena selama ini anak kerap malas belajar, usahakan untuk tetap bersikap tenang. Memang Anda boleh mengungkapkan rasa kecewa pada anak, tetapi tenangkan diri dulu sehingga diskusi dengan anak berjalan lancar.
Jika Anda telah siap untuk berbicara, ungkapkan kekecewaan Anda dan mintalah penjelasannya. Cobalah mendengarkan apa yang ia sampaikan tanpa menyela. Misalnya, jika anak berkata, “aku tidak punya waktu belajar,” jangan terburu-buru memotongnya dengan mengatakan, “memangnya kamu sibuk apa sih?” Biarkan ia selesai berbicara, baru tanyakan maksudnya.
Kumpulkan Fakta
Apakah belakangan ini anak malas belajar? Ia lupa mencatat? Bagaimana sikapnya di kelas? Ketahui apa saja fakta-faktanya dan mulailah buat rencana untuk memperbaikinya. Jika si kecil punya kelemahan dalam matematika, luangkan waktu lebih banyak untuk membantunya belajar. Coba metode pengajaran yang lain agar anak lebih mudah menangkap materi yang diajarkan.
Jika anak ternyata kurang rapi dan terorganisasi dalam belajar, ajari anak bagaimana melakukan pengaturan belajar.
Bicara dengan Guru
Secepatnya konsultasikan dengan guru anak untuk meminta pendapatnya. Jelaskan pada guru pengamatan Anda terhadap anak di rumah. Buatlah kerjasama dengan guru agar apa yang Anda ajarkan di rumah selaras dengan metode pengajaran di sekolah. Pertimbangkan untuk mengikutkan anak dalam les, terutama untuk mata pelajaran yang menjadi kelemahannya.
