Ringkasan Berita:

  • Orang Muda Katolik (OMK) di Sorong menggelar aksi penanaman pohon dalam rangkaian Pra-Indonesian Youth Day (IYD) 2027.
  • Kegiatan ekologis ini melibatkan penanaman bibit rambutan dan durian di Gereja Stasi Santo Yosef Freinademetz.
  • Acara dilanjutkan dengan penyambutan meriah peserta dari Maybrat di Gereja Paroki Santo Arnoldus Janssen.
  • Kegiatan ini bertujuan memupuk solidaritas, iman, dan kesadaran lingkungan sesuai semangat ensiklik Laudato Si’.

 

Infomalangraya.net Semangat Pra Indonesian Youth Day (IYD) terus menggelora di vogelkoop tanah Papua. 

Di Gereja Stasi Santo Yosef Freinademetz, Kilometer 10, Kota Sorong, gelaran kegiatan Pra-IYD diisi dengan aksi nyata yang sarat makna ekologis dan spiritual: penanaman bibit pohon buah rambutan dan durian bersama para orang muda Katolik (OMK).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersukacita jelang hajatan akbar IYD 2027, tetapi juga wujud nyata kepedulian OMK terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan bumi, sejalan dengan semangat ensiklik Laudato Si’ tentang perawatan rumah kita bersama.

Menanam Hari Ini untuk Buah di Masa Depan

Aksi penanaman pohon yang dilaksanakan di sekitar lingkungan stasi ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan antusiasme tinggi. 

Sejak pagi, para peserta Pra-IYD tampak bahu-membahu membawa bibit, mencangkul tanah, dan menanamnya dengan penuh riang gembira.

Pemilihan bibit pohon rambutan dan durian bukan tanpa alasan. 

Selain berfungsi sebagai penghijauan jangka panjang yang dapat merindangi kawasan gereja dan menyerap karbon, pohon-pohon buah ini kelak diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar maupun umat stasi di masa mendatang.

“Pohon yang kita tanam hari ini adalah simbol dari secercah kehidupan dan iman yang bertumbuh. Sebagaimana pohon ini dirawat hingga berbuah, iman OMK juga harus terus dipupuk agar menghasilkan buah-buah Roh yang nyata bagi sesama,” ujar salah satu peserta Pra-IYD di lokasi kegiatan.

Memupuk Solidaritas dan Kesadaran Ekologis

Melalui kegiatan Pra-IYD ini, OMK Stasi Santo Yosef Freinademetz ingin menunjukkan bahwa kaum muda Katolik tidak hanya aktif dalam dinamika liturgi di dalam gereja, tetapi juga peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan hidup di tengah masyarakat.

Aksi penanaman pohon ini sekaligus mempererat tali persaudaraan (fraternitas) di antara para peserta. 

Canda tawa dan semangat gotong royong mewarnai setiap jengkal tanah yang ditanami bibit baru tersebut, meninggalkan kesan mendalam bahwa OMK Sorong siap menjadi agen perubahan yang membawa kehidupan dan harapan baru.

Dengan tertanamnya bibit-bibit rambutan dan durian ini, terselip doa dan harapan besar agar semangat IYD terus berakar kuat di hati kaum muda, bertumbuh dalam pelayanan, dan berdampak manis bagi sesama seperti buah-buah yang nantinya akan dipanen dari pohon yang mereka tanam hari ini. 

Penjemputan peserta Pra-IYD

Sabtu sore, 17 Oktober 2026, mentari perlahan beranjak meninggalkan perbukitan Malanu. 

Waktu menunjukkan pukul 18.00 WIT ketika halaman Gereja Paroki Santo Arnoldus Janssen tampak mulai riuh. 

Pastor, Orang Muda Katolik (OMK), Ketua Lingkungan, hingga para orang tua asuh hilir mudik di pelataran gereja.

​Mereka berhimpun bukan sekadar untuk menyaksikan pesona senja, melainkan menantikan kedatangan para peserta Pra-Indonesian Youth Day (Pra-IYD). 

Para peserta yang bertandang sore itu datang dari Tim Pastoral Wilayah (TPW) Maybrat dan Paroki Santo Yohanes Pembaptis Sorong.

​Begitu rombongan peserta tiba, pimpinan gereja dan umat menyambut mereka dengan penuh suka cita. 

Senyum hangat terpancar dari Pastor Paroki, pastor rekan, Dewan Paroki, para Ketua Lingkungan, serta bapa-mama asuh yang sudah setia menunggu.

​Langkah kaki para peserta disambut meriah oleh tarian khas Papua yang dibawakan penuh semangat oleh OMK Stasi St. Yosef Freinademetz. 

Tarian ini mengiringi mereka melangkah menuju halaman utama gereja.

​Acara penyambutan dibuka dengan gambaran singkat mengenai kondisi paroki serta ucapan selamat datang dari Ketua Dewan Paroki, Bapa Joseph A. Narahawain, dan Pastor Paroki, Pater Kristianus Bidi, SVD. 

Sebagai simbol penerimaan secara resmi, Pastor Paroki secara simbolis mengalungkan ID card kepada perwakilan peserta. 

Detik itu juga, para peserta sah dan resmi diterima untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pra-IYD.

​Sebagai peneduh dahaga dan peneguh hati setelah perjalanan panjang, para peserta disuguhkan hidangan makanan lokal ditemani secangkir kopi dan teh hangat. 

Kehangatan ini menjadi penutup malam yang manis sebelum mereka bertolak dan beristirahat di rumah orang tua asuh masing-masing.(Infomalangraya.net/petrus bolly lamak)

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version