Sejarah Perjalanan BNI Syariah Hingga Bergabung dengan Bank Syariah Indonesia
BNI Syariah, yang kini menjadi bagian dari Bank Syariah Indonesia (BSI), memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya bergabung dengan dua bank syariah BUMN lainnya. Proses ini tidak hanya mengubah wajah industri perbankan syariah di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi negara dalam kompetisi global.
Berawal dari Unit Usaha Syariah BNI
Pada krisis moneter 1997, sistem perbankan syariah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Prinsip-prinsip syariah seperti adil, transparan, dan maslahat mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem perbankan yang lebih adil. BNI Syariah sendiri bermula sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) BNI yang didirikan pada 9 April 2000 berdasarkan Undang-undang No.10 Tahun 1998. Pada awalnya, UUS BNI hanya memiliki lima kantor cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara, dan Banjarmasin. Dalam waktu singkat, jumlah kantor tersebut berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu.
Perubahan Status Menjadi Bank

Pada 19 Juni 2010, status UUS BNI berubah menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Perubahan ini terwujud setelah Corporate Plan UUS BNI tahun 2003 menyatakan bahwa status UUS bersifat sementara dan akan dilakukan spin off pada tahun 2009. Rencana tersebut terealisasi pada 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai bank syariah penuh. Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010 juga memberikan izin usaha kepada PT Bank BNI Syariah.
Faktor-Faktor Terwujudnya BNI Syariah

Realisasi spin off pada bulan Juni 2010 tidak lepas dari faktor eksternal, termasuk regulasi yang kondusif. Adanya UU No.19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah mendukung pengembangan sistem perbankan syariah. Selain itu, komitmen pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat, serta kesadaran masyarakat terhadap produk perbankan syariah meningkat.
Proses Perubahan BNI Syariah Menjadi BSI

Perubahan BNI Syariah menjadi bagian dari Bank Syariah Indonesia (BSI) berawal dari kebijakan pemerintah untuk menggabungkan seluruh bank syariah milik BUMN. Tujuan utamanya adalah memperkuat industri perbankan syariah nasional yang sebelumnya masih terfragmentasi dan sulit bersaing secara global. Tiga bank syariah yang digabungkan adalah BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. Proses merger resmi dilaksanakan pada 1 Februari 2021, membentuk entitas baru bernama Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dalam penggabungan ini, BRI Syariah menjadi bank yang menerima penggabungan (surviving entity), sedangkan BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri melebur ke dalamnya. Melalui merger ini, aset ketiga bank syariah disatukan, sehingga BSI langsung menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia dan masuk jajaran bank syariah dengan aset terbesar di dunia.
Setelah penggabungan, seluruh layanan, produk, dan operasional BNI Syariah secara bertahap dialihkan ke BSI. Hal ini menciptakan lembaga keuangan syariah yang lebih efisien, kompetitif, dan inovatif. Dengan identitas barunya sebagai BSI, bank hasil merger ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional dan memberikan layanan keuangan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat Indonesia.
Pertanyaan Umum Seputar Sejarah BNI Syariah Menjadi BSI
-
Kapan BNI Syariah berdiri?
BNI Syariah mulai berdiri sebagai Unit Usaha Syariah pada 9 April 2000, lalu resmi menjadi bank umum syariah penuh pada 19 Juni 2010. -
Kenapa BNI Syariah berubah menjadi BSI?
BNI Syariah berubah menjadi bagian dari Bank Syariah Indonesia (BSI) karena kebijakan pemerintah untuk menggabungkan seluruh bank syariah BUMN demi membentuk bank syariah yang lebih besar, kuat, efisien, dan kompetitif di tingkat global. -
Bank apa saja yang digabung untuk membentuk BSI?
Ada tiga bank syariah yang digabungkan, yaitu BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. BRI Syariah menjadi bank yang menerima penggabungan, lalu nama baru ditetapkan sebagai Bank Syariah Indonesia sejak 1 Februari 2021. -
Apa bedanya BNI Syariah dengan BSI?
BNI Syariah adalah bank syariah yang berdiri sendiri di bawah BNI, sedangkan BSI adalah hasil merger tiga bank syariah BUMN. BSI memiliki aset lebih besar, layanan lebih luas, digital banking lebih lengkap, dan jaringan nasional yang lebih kuat. -
Bagaimana nasib rekening BNI Syariah setelah menjadi BSI?
Seluruh rekening, tabungan, deposito, pembiayaan, dan layanan BNI Syariah secara bertahap dialihkan ke BSI tanpa mengubah prinsip syariah yang digunakan. Nasabah tetap dapat bertransaksi dengan layanan BSI yang sudah terintegrasi.




