Hasil Imbang Tanpa Gol, Semen Padang FC Kembali Evaluasi Lini Depan

Pertandingan antara Semen Padang FC melawan PSIM Yogyakarta dalam pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan skor 0-0. Meskipun tampil dominan dan menciptakan banyak peluang, tim yang dikenal dengan julukan Kabau Sirah gagal memaksimalkannya menjadi gol.

Dominasi Tapi Gagal Mencetak Gol

Semen Padang FC bermain di kandang sendiri, Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang. Meski memiliki dominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, mereka tidak mampu mengubah peluang menjadi gol. Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyatakan bahwa timnya memiliki banyak peluang baik di babak pertama maupun kedua, namun tidak satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol.

“Kita punya banyak peluang, tapi tidak ada yang bisa dimanfaatkan,” ujar Dejan Antonic usai pertandingan. Ia menilai bahwa kesempatan emas sudah tercipta sejak awal laga, termasuk pada menit ke-8 melalui peluang yang dimiliki Kasim. Jika saja Kasim berhasil mencetak gol, situasi pertandingan akan berbeda.

Perubahan Strategi Di Babak Kedua

Menjelang babak kedua, Dejan Antonic melakukan perubahan strategi permainan. Hal ini dilakukan setelah PSIM Yogyakarta kehilangan satu pemain dan mengganti pola permainan mereka. Untuk menjawab hal tersebut, Semen Padang FC juga menambah kekuatan di lini depan dengan menambah striker dan meningkatkan daya serang.

Meski demikian, hingga peluit panjang dibunyikan, Semen Padang FC tetap gagal mencetak gol. Dejan Antonic mengungkapkan bahwa ia hanya bisa membawa anak-anak sampai di depan gawang, sementara bagaimana keluarnya gol tergantung dari para pemain.

Pemain: Kesempatan Banyak Tapi Masih Belum Berhasil

Pemain Semen Padang FC, Rendy Oscario, juga mengakui bahwa timnya memiliki peluang untuk meraih kemenangan. Namun, permainan bertahan yang diterapkan oleh PSIM membuat Kabau Sirah kesulitan membongkar pertahanan lawan.

“Kita sudah mengerahkan semua kemampuan kita dan menjalankan taktik yang telah diarahkan oleh pelatih, tapi lawan terlalu menunggu di pertahanan sehingga membuat kita sulit,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan akan menjadi bahan evaluasi tim pada sesi latihan berikutnya agar lebih tajam di depan gawang. “Kita memang mempunyai banyak kesempatan untuk mencetak gol, tapi hasilnya tidak sesuai. Kesempatan-kesempatan ini tentu harus kita perbaiki di latihan berikutnya agar lebih tajam lagi.”

Rendy juga mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung karena belum mampu memberikan hasil maksimal. “Karena poin itu sangat penting bagi kita, saya mewakili teman-teman meminta maaf karena belum meraih hasil yang maksimal. Kami mohon agar terus dukung dan support kami dimanapun kami berada.”

Tekanan dan Motivasi Pemain

Dejan Antonic juga menegaskan bahwa para pemain memiliki motivasi tinggi untuk mencetak gol. Namun, situasi di pertandingan sering kali berbeda dengan apa yang dilatih saat sesi latihan.

“Bukan para pemain kita tidak ada motivasi untuk mencetak gol. Kita punya banyak kesempatan, tapi belum bisa membuat gol,” katanya. Ia menyebut berbagai skenario mencetak gol sebenarnya sudah dilatih dalam sesi latihan, namun tekanan pertandingan membuat situasi menjadi berbeda.

Di sisi lain, Dejan Antonic juga mengkritik komentar-komentar negatif yang sering diberikan oleh publik setelah pertandingan. Menurutnya, tekanan dari komentar-komentar tersebut justru dapat memengaruhi performa pemain.

“Di hidup semua kesempatan pasti ada. Semua kita boleh marah, boleh kecewa, tapi jangan berikan komentar negatif, karena anak-anak sudah punya tekanan sendiri dan mereka tentu ingin bekerja keras,” tutupnya.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version