Kematian Asisten Pelatih Arema FC Mengangkat Isu Risiko Kesehatan Jantung dalam Olahraga

Kematian Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, yang tiba-tiba kolaps saat bermain sepak bola kembali menjadi peringatan penting tentang risiko kesehatan jantung dalam aktivitas olahraga. Meski sepak bola sering dianggap sebagai olahraga ringan dan rekreasi, kasus ini menunjukkan bahwa kesadaran medis tetap diperlukan untuk menghindari kejadian serupa.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, menjelaskan bahwa penyebab kematian Kuncoro tidak bisa dilepaskan dari kemungkinan gangguan jantung yang tidak disadari. Menurutnya, masalah ini sering kali terkait dengan penyakit koroner yang tersembunyi atau kondisi seperti kardiomiopati dan gangguan irama jantung.

“Permasalahan ini sama kalau kita bicarakan penyebabnya, kadang kita bicara tentang penyakit koroner yang tersembunyi,” ujarnya. “Apalagi di usia di atas 35 tahun itu juga harus dipikirkan kardiomiopati, gangguan irama jantung yang bisa menjadi penyebab juga.”

Selain itu, ia menyebutkan bahwa ada pula kasus kelainan struktur bawaan dari lahir, namun biasanya sudah terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, ia menilai bahwa fokus utama dalam dunia sepak bola seharusnya tidak hanya berhenti pada penanganan ketika kejadian darurat terjadi, melainkan juga pada pencegahan melalui skrining kesehatan yang memadai.

Pentingnya Skrining Kesehatan Sejak Awal

Menurut dr. Donny, medical check up sering dianggap remeh, padahal merupakan langkah penting untuk mengevaluasi risiko penyakit jantung. Ia mengatakan bahwa di klub Persija, pemeriksaan kesehatan dilakukan tidak hanya untuk pemain, tetapi juga untuk para official dan staf lainnya.

“Nah yang menjadi permasalahan itu fun Football itu happy-happy tapi kan sepak bola itu kadang-kadang lari dan jalan jadi lonjakan jantung itu tidak terduga, jadi sesuatu yang tiba-tiba bisa naik dan turun,” katanya.

Perubahan intensitas yang cepat dalam permainan sepak bola membuat olahraga ini berisiko, terutama bagi mereka yang tetap aktif hingga usia lanjut. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa setiap orang yang aktif dalam sepak bola, baik atlet maupun mantan atlet, wajib sadar diri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Edukasi Penanganan Gawat Darurat di Lapangan

Selain pencegahan, dr. Donny juga menyoroti lemahnya pemahaman penanganan gawat darurat di lapangan. Dalam video yang beredar usai Kuncoro kolaps di bench, terlihat bahwa penanganan sementara tidak dilakukan dengan benar. Menurutnya, hal ini bisa memperburuk kondisi korban.

“Melihat dari video untuk penanganan sementara harus digalakkan lagi ini kan kalau melihat RJP (Resusitasi Jantung Paru)-nya salah semua, dari posisi, irama dan kayanya bener-bener kaya orang-orang yang tidak tahu sama sekali dan berusaha seakan-akan playing be hero,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya di sepak bola nasional, sehingga menunjukkan bahwa risiko ini bukanlah kasus terisolasi. Misalnya, kematian asisten pelatih Persija, coach Fauzi, yang juga disebabkan oleh kondisi jantung.

Kesimpulan: Perlu Pengetatan Skrining Kesehatan

Oleh karena itu, dr. Donny mendorong pengetatan skrining kesehatan tanpa kompromi, termasuk bagi atlet, mantan atlet, maupun mereka yang merasa masih bugar. Menurutnya, meskipun seseorang merasa sehat, bukan berarti aman untuk bermain bola.

“Kalau saya sih lebih prefer ke mempertegas screening. Walaupun atlet, mantan atlet atau merasa diri sehat bukan berarti clear bermain bola, meskipun hanya fun,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun risiko kesehatan jantung dalam sepak bola relatif kecil (1-2 banding 100.000 per tahunnya), setiap kejadian yang terjadi adalah hal yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, kesadaran akan kesehatan dan pemeriksaan rutin menjadi kunci untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version