Desakan Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara untuk Perbaikan Pendidikan
Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara mengajukan beberapa desakan terkait peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Salah satu fokus utama mereka adalah menuntaskan masalah Baca, Tulis, dan Hitung (Calistung) pada peserta didik SD dan SMP. Mereka berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi ini.
Penilaian atas Rotasi Jabatan di Disdikbud
Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah, menyampaikan apresiasi terhadap mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Disdikbud Aceh Tenggara. Ia menilai bahwa perubahan ini merupakan langkah penting menuju perbaikan sistem pendidikan. Namun, ia juga berharap para kepala sekolah (Kepsek) SDN dan SMPN yang baru dilantik oleh Bupati Aceh Tenggara mampu menuntaskan masalah Calistung.
Dahrinsyah menegaskan bahwa anak-anak atau peserta didik dari tingkat SD hingga SMP harus sudah lancar dalam membaca dan berhitung. Ia percaya bahwa para Kepsek yang dipromosikan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan kemampuan untuk memimpin perbaikan kualitas pendidikan. Ia yakin bahwa pendidikan di Aceh Tenggara akan terus berkembang, karena yang menduduki jabatan tersebut adalah orang pilihan yang bisa diandalkan dalam memajukan pendidikan menuju era globalisasi.
Pengawasan Dana BOS
Selain itu, Dahrinsyah juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas penggunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2024/2025. Audit investigatif perlu dilakukan di sekolah-sekolah negeri agar tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS. Hal ini penting untuk memastikan transparansi anggaran yang digunakan oleh pemimpin sebelumnya dan mencegah munculnya masalah di tangan Kepsek yang baru.
Ia mencontohkan, misalnya, hutang piutang dan penyerahan aset-aset sekolah dari kepimpinan lama ke pemimpin baru harus dilakukan secara transparan. Misalnya, pengadaan mobiler maupun Chromebook harus melibatkan pihak Inspektorat Aceh Tenggara bersama Disdikbud setempat.
Pernyataan Kadisdikbud Aceh Tenggara
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tenggara, Julkifli Spd Mpd, mengharapkan bagi Kepsek yang baru dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan tingkat SD maupun SMP. Ia menekankan bahwa sekolah-sekolah yang masih terdapat siswa dengan kemampuan Calistung yang kurang lancar harus segera dituntaskan.
Julkifli memberikan waktu selama tiga bulan bagi Kepsek yang baru untuk melakukan perbaikan. Ia optimis bahwa Kepsek yang baru ini akan mampu mengukir prestasi dan kualitas pendidikan yang lebih baik.
