Kehilangan Seorang Prajurit Muda di Tengah Duka
Sosok Serda M Maulana Sidik yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Nusantara KM 12, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menjadi berita duka bagi keluarga besar TNI Angkatan Laut. Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat (8/5/2026), hanya dua hari setelah Sidik merayakan ulang tahunnya yang ke-22 tahun.
Baru Berulang Tahun ke-22
Serda M Maulana Sidik, yang kerap disapa Sidik, lahir di Bogor pada 6 Mei 2004. Ia merupakan Bintara Muda di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang dengan pangkat Sersan Dua (Serda) Mesin Pesawat Udara (MPU). Sidik pernah bersekolah di SMP Negeri 16 Tanjungpinang dan dikenal sebagai sosok yang rajin, sopan, serta berbakti dalam tugasnya sebagai penjaga kedaulatan laut di Kepri.
Pada saat kejadian, ia mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BP 3612 QM dari arah Hotel Aston Tanjungpinang menuju Kijang. Pada waktu bersamaan, mobil Toyota Fortuner bernomor polisi BK 1271 OH melaju dari arah berlawanan menuju Hotel Aston Tanjungpinang. Mobil tersebut dikemudikan oleh Ct (32), seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China.
Kronologi Kecelakaan
Kapolresta Tanjungpinang, Indra Ranu Dikarta melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Wery Wilson Marbun, menjelaskan bahwa pengemudi mobil diduga berusaha mendahului kendaraan lain, namun kehilangan kendali dan keluar dari jalur yang semestinya. Akibatnya, mobil menabrak sepeda motor yang dikendarai Sidik dari arah berlawanan.
Benturan keras menyebabkan tubuh Sidik terpental dan membentur pembatas jembatan sebelum jatuh ke aspal. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya. Pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga disita sebagai barang bukti.
Cerita Saksi Mata
Setiaman, warga Tanjungpinang yang berada tak jauh dari lokasi kecelakaan, menceritakan kesaksiannya. Dia mengaku segera keluar ruko setelah mendengar suara benturan keras. Saat itu, ia melihat seorang pria yang sudah tidak bernyawa di atas aspal.
“Suaranya sangat keras. Saya langsung keluar dari ruko dan melihat korban sudah tak bernyawa di atas aspal,” kata Setiaman saat ditemui wartawan. Ia menjelaskan bahwa mobil itu menabrak sepeda motor Honda Beat BP 3612 QM yang dikendarai MMS (22). Korban seketika terjatuh dengan luka yang sangat parah.
Duka Mendalam
Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, rekan dinas, dan masyarakat yang mengenal sosok Sidik sebagai prajurit muda. “Korban orang yang baik banget. Saya merasa sangat kehilangan sosok itu,” kata rekan korban yang enggan menyebutkan namanya.
Sidik tinggal di Jl. Arif Rahman Hakim No. 38 RT. 002/RW. 005 Kelurahan Sri Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Saat kecelakaan kemarin, korban diduga hendak menuju tempat tugasnya.
