Penjual Es Gabus yang Viral dan Diperbincangkan
Seorang penjual es gabus yang dulu sempat menjadi sorotan publik kini kembali menjadi perbincangan. Awalnya, Ajat, begitu ia dikenal, mendapat simpati dari masyarakat setelah video dirinya berdagang viral di media sosial. Namun, kejadian tersebut justru berujung pada malapetaka. Ia dituduh menjual es dengan kandungan spons di dalamnya, meskipun hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa dagangannya aman dikonsumsi.
Ajat pun mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak, termasuk permintaan maaf dari oknum TNI dan polisi yang telah menuduhnya. Bantuan tersebut juga mencakup sebuah motor yang diberikan oleh Kapolres Metro Depok. Namun, ternyata Ajat tidak puas dengan bantuan tersebut. Ia justru menginginkan mobil, bukan motor.
Kekecewaan atas Bantuan yang Diterima
Pernyataan Ajat tersebut disampaikannya saat menghadiri tahlilan keluarganya. Hal ini membuat para host program Pagi Pagi Ambyar terkejut. Mereka bertanya mengapa Ajat meminta mobil sementara hanya mendapatkan motor. Menurut Ajat, mobil lebih cocok digunakan untuk bepergian bersama keluarga. Ia juga menyebutkan bahwa ia bisa mengemudi bersama anaknya.
Dewi Perssik, salah satu host, lalu mengingatkan Ajat untuk tetap bersyukur atas apa yang didapat. “Alhamdulillah, kalau bersyukur nanti rezeki lain datang lagi,” ucap Dewi Perssik sambil tersenyum.
Namun, wawancara tersebut justru menuai sorotan tajam dari publik. Banyak netizen yang menilai Ajat tidak bersyukur dengan bantuan yang diberikan. Sebelumnya, dua aparat TNI-Polri pernah menginterogasi Ajat karena menuduh es gabusnya berbahaya tanpa melakukan verifikasi laboratorium.
Peristiwa yang Mengundang Kontroversi
Kasus ini mencuat setelah seorang warga melaporkan dugaan penjualan es gabus berbahan spons. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, tuduhan tersebut tidak terbukti. Akibatnya, Ajat merasa trauma berdagang di luar rumah hingga akhirnya banyak bantuan yang datang menghampirinya.
Polres Metro Depok memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor dan uang tunai sebagai modal usaha kepada Ajat. Meski menerima bantuan dan berencana kembali berjualan, Ajat mengaku masih diliputi rasa takut terhadap keselamatannya saat berdagang di luar rumah.
“Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya dua kali, empat kali, takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol,” kata Ajat.
Selain faktor keamanan, ia juga mengkhawatirkan stigma negatif dari masyarakat, terutama anak-anak, yang dikhawatirkan akan mengenal dagangannya sebagai “es gabus racun” sehingga tidak lagi diminati.
Penyelesaian Masalah dan Bantuan Tambahan
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras memastikan bahwa Ajat dapat kembali berjualan dengan aman dan tanpa rasa khawatir. “Enggak (digebuk), kan sudah ada dijamin. (Tenang), kan enggak ada racunnya,” jelas Abdul.
Selain itu, Ajat juga kembali menjadi perbincangan setelah ditemukan fakta bahwa ia pernah berbohong kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ajat sempat mengaku ke Dedi Mulyadi bahwa dirinya mendapatkan warisan Rp200 ribu dari orang tuanya. Namun, fakta yang sebenarnya berbeda. Orang tua Ajat justru membelikan rumah tahun 2007.
Akibat pernyataan tersebut, Dedi Mulyadi langsung menegur Ajat karena dianggap tidak jujur. Ia kemudian memberikan nasihat agar Ajat mulai berkata jujur demi memperbaiki kehidupannya ke depan. Selain itu, Dedi juga menyalurkan tambahan bantuan dana renovasi kepada Ajat yang saat ini terdaftar sebagai penerima program Rutilahu.
Bantuan yang Disalurkan dengan Ketat
Dalam pertemuan tersebut, Dedi tampak menyerahkan setumpuk uang kepada Ajat. Namun, setelahnya, Dedi kembali mengambil sebagian dari uang tersebut karena khawatir dana itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi Ajat tanpa menyelesaikan kewajiban yang seharusnya dipenuhi.
“Aku langsung bayarin kontrakannya sama saya, takut enggak dibayarin. Ini saya kasih untuk bayaran sekolah sambil ngecek ke sekolahnya. Bayaran sekolahnya saya cek dulu, kontrakannya akan saya bayar satu tahun,” jelas Dedi seraya mengambil kembali uang itu.
