Penghargaan atas Aksi Kemanusiaan Taruna Akpol di Aceh Tamiang

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh sejumlah taruna Akademi Kepolisian (Akpol) saat menyelamatkan seorang remaja yang hanyut di Aceh Tamiang, Aceh, mendapat apresiasi luas. Keberanian dan kepedulian mereka di tengah situasi darurat mendapatkan penghargaan langsung dari pimpinan daerah dan kepolisian.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah bersama Bupati Aceh Tamiang Irjen Polisi (Purn) Armia Fahmi sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi para personel di lapangan.

Apresiasi Kapolda Aceh atas Pengabdian Pasca-Bencana

Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa kehadiran personel Polri, Taruna Akpol, hingga anggota BKO di wilayah terdampak merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan pasca-bencana. “Kehadiran semua orang di sini sangat dibutuhkan sebagai wujud nyata dari pengabdian Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” kata Marzuki dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat yang tertimpa musibah bukan sekadar tugas formal, tetapi bentuk empati nyata yang mampu memberi kekuatan dan harapan bagi warga.

Daftar Personel dan Taruna Akpol Penerima Penghargaan

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan diberikan kepada sejumlah pengasuh dan taruna yang dinilai berperan aktif dalam aksi penyelamatan dan kemanusiaan. Mereka antara lain AKBP Evon Fitrianto, AKP M Amir, serta Iptu Andryan Yoga selaku pengasuh.

Sementara dari unsur Taruna Akpol, penghargaan diberikan kepada Brigadir Kepala Taruna (BKT) Muhammad Fahir, BKT Jason Moreno Nanggala Hutagalung, BKT Davindra Nur Oktafansyah, BKT Muhammad Raihan Aprilianto, BKT Dino Surya Wijaya, dan BKT Boni Arga Sihombing, serta BKT Tribrata Putra Sambo.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh personel yang bertugas. “Saya mohonkan kepada seluruh personel, pertahankan di mana anda berada. Jadilah seperti lilin. Walaupun dia hancur lebur, dia bisa menerangi orang sekitar. Walaupun di sini sudah musibah, anda hadir akan memberi manfaat kepada masyarakat, anda adalah bagian dari lilin tersebut,” tuturnya.

Pengalaman Lapangan sebagai Bekal Masa Depan

Danyon Taruna TK 3 Akpol, AKBP Evon Fitrianto, turut menyampaikan harapannya agar aksi yang dilakukan para taruna dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak musibah. Ia menilai keterlibatan langsung di lapangan menjadi pengalaman penting dalam membentuk karakter dan empati calon perwira Polri.

“Untuk para taruna, semoga apa yang sudah dikerjakan ini dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran untuk bekal nanti ketika sudah dinas di lapangan,” ucapnya.

Selain aksi penyelamatan, penghargaan juga diberikan kepada Taruna Akpol lain yang terlibat dalam pelaksanaan Program Astacita melalui kegiatan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Mereka antara lain BKT Raffi Putra Pratama, BKT Sulthan Alrizqy, BKT Mevlana Faza Juhdan, BKT Sofyan Ramadhan, BKT Rahmad, dan BKT Bryli Victorio Setyawan.

Anak Ferdy Sambo Selamatkan Warga Hanyut

Insiden ini terjadi, Jumat (30/1/2026) sekira pukul 16.45 WIB, saat para taruna Akpol yang ditugaskan untuk memulihkan suasana pasca-bencana akan melaksanakan trauma healing dan bakti sosial di Masjid Al-Ikhsan Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Sesampai di lokasi, Brigtar Tribrata dan taruna Akpol lainnya mendengar teriakan warga meminta tolong. “Dengan sigap, Taruna Akademi Kepolisian mengevakuasi korban ke daratan untuk memberi pertolongan pertama hingga si korban berhasil memuntahkan air cokelat Sungai Tamiang yang tertelan.”

“Korban katanya kepeleset lagi main,” kata Danyon Taruna TK 3 Akademi Kepolisian (Akpol), AKBP Evon Fitrianto dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Sementara dari pantauan Infomalangraya.net dari video yang beredar, HK tampak dibopong ke daratan dan langsung diberikan pertolongan pertama. Para Taruna Akpol kemudian membawa HK ke Posko Medis Biddokes Polda Aceh dengan menggunakan ambulans.

Di perjalanan, suasana tegang karena kondisi HK belum stabil dan sempat muntah sebanyak dua kali. “Beberapa kali HK hampir tidak sadarkan diri kembali, namun Taruna Akademi Kepolisian berusaha untuk menjaga saudara HK tetap sadar,” ungkapnya.

Sebagai penanganan awal, para taruna menggantikan pakaian HK yang sudah basah dan penuh lumpur. “Kami bantu melepaskan bajunya yang basah diganti dengan selimut hangat mencegah hipotermia hingga menunggu ambulans datang, untuk dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tamiang guna diberikan penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam hal ini, sebanyak tujuh taruna Akpol yang membantu dari mulai penyelamatan hingga pertolongan pertama sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk tindakan medis. “Sesampainya di rumah sakit, HK langsung ditangani dengan Tenaga Medis RS Umum Tamiang. Saat HK sudah mulai siuman dan sudah berinteraksi, Taruna Akpol berpamitan dengan keluarga korban untuk kembali ke tempat tinggal Yonif 111/Karma Bhakti,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version