Perkembangan Klub Como 1907 di Serie A

Klub sepak bola kecil yang dikenal sebagai Como 1907 kini menjadi perhatian besar dalam dunia sepak bola Italia. Dengan bantuan Djarum Group, sebuah konglomerasi terkemuka asal Indonesia, klub ini telah bertransformasi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari posisi yang awalnya tidak menonjol, Como kini berada di papan atas Liga Italia dan bahkan memiliki peluang untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Kiprah Como di Liga Italia

Musim ini, Como berhasil memastikan diri berlaga di Liga Europa edisi musim depan. Mereka saat ini menduduki peringkat kelima dalam klasemen Serie A dengan 68 poin. Posisi mereka jauh di atas raksasa seperti Juventus, yang hanya berselisih dua poin dari Como. Baik Como maupun Juventus sudah pasti mendapatkan jatah Liga Europa, setelah Inter juga menjuarai Coppa Italia.

Namun, peluang mereka untuk tampil di Liga Champions masih terbuka lebar jika AS Roma dan AC Milan gagal mengalahkan lawan-lawannya dalam laga terakhir Serie A. Jika hal tersebut terjadi, maka Como akan memiliki kesempatan besar untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa.

Performa Spektakuler Como

Dari segi performa, Como menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Mereka adalah salah satu tim yang mengalami kekalahan paling sedikit sepanjang musim ini. Bahkan, produktivitas gol mereka melebihi AC Milan, Roma, dan Juventus, termasuk Napoli yang sudah memastikan diri lolos ke Liga Champions.

Di sisi pertahanan, Como juga sangat tangguh. Mereka hanya kebobolan 28 gol, jauh di bawah Inter Milan yang kebobolan 35 gol. Dengan kombinasi serangan tajam dan pertahanan kuat, selisih gol Como hanya kalah dari Inter Milan.

Sejarah Awal Como

Sebelum menjadi klub yang diminati, Como sempat mengalami masa sulit. Pada 2018, klub ini dalam kondisi bangkrut. Namun, pada 2019, Djarum Group membeli klub tersebut dan mulai melakukan perbaikan. Dari situ, Como mulai merangkak naik dari divisi bawah hingga promosi ke Serie A.

Proses evolusi Como sangat menarik. Dari Serie D, klub ini promosi ke Serie C, kemudian ke Serie B, dan akhirnya ke Serie A pada 2024. Dalam dua musim di Serie A, Como mampu mencapai posisi kelima dalam klasemen.

Strategi dan Investasi yang Terencana

Berbeda dengan pendekatan Sheikh Mansour dan Nasser Al-Khelaifi yang mengakuisisi Manchester City dan Paris Saint Germain, Djarum Group lebih fokus pada pembangunan dari bawah. Mereka membeli klub gurem dan membangunnya secara bertahap.

Strategi ini terbukti efektif. Dengan investasi yang terencana dan pengelolaan keuangan yang baik, Como mampu berkembang tanpa melanggar aturan keuangan liga. Di bursa transfer, klub ini tidak melakukan rekrutmen yang terlalu spektakuler, tetapi lebih memilih pemain-pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Peran Cesc Fabregas

Peran penting juga dimainkan oleh Cesc Fabregas, yang bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai pemegang saham minoritas klub. Bersama mantan bintang Arsenal, Thierry Henry, Fabregas membawa perubahan besar pada Como. Meski reputasinya sebagai pelatih belum sebesar ketika ia masih bermain, namun kontribusinya sangat berarti bagi perkembangan klub.

Tantangan di Masa Depan

Jika Como benar-benar tampil di kompetisi Eropa, mereka akan menghadapi tantangan baru. Mereka harus meningkatkan kedalaman dan kualitas skuad agar mampu bersaing di tingkat internasional. Hal ini berarti klub akan membutuhkan pemain-pemain baru yang lebih unggul.

Namun, jika proses evolusi ini terus berjalan dengan arah yang tepat, bukan mustahil Como akan menjadi penantang kuat gelar juara Serie A. Dengan dukungan dari Djarum Group dan kepemimpinan Fabregas, Como terus menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi kisah sukses dalam sepak bola Italia.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

© 2026 Info Malang Raya. All rights reserved.

Exit mobile version