Perjalanan ke Pusat Bumi dalam Dunia Fiksi dan Nyata
Bumi adalah planet yang penuh dengan misteri dan keajaiban. Ilmu pengetahuan tentang Bumi mencakup berbagai aspek, mulai dari makhluk hidup hingga lapisan tanah hingga intinya. Meski para ahli memiliki pandangan tertentu, tidak ada salahnya untuk membayangkan hal-hal menarik yang mungkin terjadi di bawah permukaan bumi.
Salah satu tokoh besar dalam dunia sastra adalah Jules Verne (1828-1905). Karyanya sering kali mengangkat tema petualangan dan perjalanan yang pada masanya terdengar tidak mungkin. Salah satu karya terkenalnya adalah “Perjalanan ke Pusat Bumi” (1864), yang memicu imajinasi banyak orang untuk menjelajahi dunia hingga ke pusat Bumi.
Tokoh Utama dalam Film “Journey to the Center of the Earth”
Film “Journey to the Center of the Earth” (2008) adalah adaptasi dari novel klasik karya Jules Verne. Film ini juga menjadi salah satu film 3D pertama yang dirilis dalam bentuk 3D. Dalam film ini, Trevor Anderson (diperankan oleh Brendan Fraser) adalah seorang peneliti gunung berapi di sebuah universitas di Boston. Ia bekerja di sana demi mempertahankan laboratorium milik kakaknya, Max (Jean-Michel Pare), yang menghilang sepuluh tahun yang lalu.
Suatu hari, Trevor hampir lupa bahwa keponakannya, Sean (Josh Hutcherson), seharusnya tinggal bersamanya selama sepuluh hari. Hal ini karena ibu Sean ingin pindah ke Kanada dan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan rumah mereka. Ketika menurunkan Sean di rumah Trevor, ibu Sean juga meninggalkan sebuah dus berisi barang-barang milik Max.
Trevor berusaha untuk akrab dengan Sean dengan menceritakan beberapa hal tentang Max. Terutama karena Sean tidak pernah benar-benar mengenal ayahnya. Mereka membongkar dus tersebut dan menemukan novel “Perjalanan Menuju Pusat Bumi” karya Jules Verne. Di dalam buku tersebut, Trevor menemukan banyak pesan dari saudaranya.
Mencurigai pesan-pesan aneh tersebut, Trevor mengajak Sean ke laboratorium milik Max. Ternyata, Max sedang meneliti gunung-gunung berapi dengan radar buatannya sekitar 10 tahun lalu, bertepatan dengan periode ia menghilang. Mereka juga menemukan ada titik baru dalam radar di Snaefell, sebuah gunung mati di Islandia.
Petualangan di Islandia
Trevor percaya bahwa Max pergi ke sana untuk mencari jalan atau lorong gunung berapi. Untuk membuktikannya, Trevor harus pergi ke Islandia dan menelitinya. Awalnya, Trevor hendak mengirim Sean ke Kanada lebih cepat, tapi Sean menolak dan meminta Trevor untuk membawanya ke Islandia bersamanya. Setelah perdebatan singkat, Trevor menurutinya.
Sesampainya di Islandia, Trevor harus mencari ahli gunung berapi lain bernama Sigurbjorn Asgeirsson. Tapi mereka mendapatkan berita buruk, yaitu si ahli gunung berapi itu telah meninggal. Namun, kabar baiknya adalah mereka bertemu dengan anak dari mendiang, Hannah (Anita Briem).
Hannah menceritakan bahwa ternyata ayahnya dan Max adalah Vernian, orang-orang yang mempercayai bahwa tulisan Jules Verne adalah nyata. Tidak ingin kembali dengan tangan kosong, Trevor mempekerjakan Hannah, yang seorang pemandu gunung, untuk mengantarkannya ke atas gunung dan memasang peralatan agar Trevor bisa melakukan penelitian mengenai gunung tersebut. Ternyata, Gunung Snaefells disebutkan dalam novel sebagai pintu masuk pusat Bumi.
Petualangan di Dalam Gua
Dalam perjalanan mereka ke puncak dan memasang peralatan baru, mereka bertiga tiba-tiba dihujani badai petir hebat yang mendorong mereka masuk ke dalam gua. Namun, petir menyambar bibir gua dan membuatnya runtuh, lalu mengurung mereka di dalam.
Dalam gua, Trevor mendapati dindingnya dipenuhi magnesium. Hannah tiba-tiba menyadari bahwa mereka berada di gua menuju tambang yang ditutup 60 tahun lalu, setelah terjadi bencana yang membunuh puluhan buruh tambang. Tiba bisa menemukan jalan keluar dan masih bisa mendengar suara badai petir di luar, Hannah, Trevor, dan Sean memutuskan untuk masuk ke dalam gua, berharap menemukan jalan keluar lain. Tapi mereka malah menemukan banyak sekali hal-hal aneh dan menyadari bahwa mereka memulai perjalanan mereka ke pusat Bumi.
Penilaian dan Penghargaan
Film “Journey to the Center of the Earth” (2008) adalah film yang diadaptasi dari novel klasik dengan judul sama oleh Jules Verne. Film ini juga menjadi salah satu film 3D pertama dan dirilis pertama kali dalam bentuk 3D. Film ini juga didesain lebih ramah anak-anak, sehingga orang dewasa belum tentu dapat menikmatinya. Karena itu, film ini bukanlah film untuk diperbincangkan atau didiskusikan dalam-dalam.
Film ini memenangkan Penghargaan Musik Film BMI pada tahun 2009. Film ini juga mendapatkan skor 5.8/10 di IMDb dan 59% Tomatometer di Rotten Tomatoes.
