Sekolah asrama berbasis Islam, Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS), mencatatkan prestasi luar biasa dalam Festival Sains dan Budaya (FSB) 2026. Ajang bergengsi ini diadakan di Kampus Universitas Terbuka (UT) dari tanggal 20 hingga 23 Januari 2026. CRIBS berhasil memperoleh berbagai penghargaan melalui inovasi riset dan karya budaya yang menarik perhatian para juri.
Inovasi dan Karya Ilmiah yang Menginspirasi
Para siswa CRIBS tampil sangat memukau dalam babak final dengan mempresentasikan proyek penelitian yang relevan terhadap masalah lingkungan dan kesehatan. Kepala Sekolah SMA CRIBS, Sandra Susanto, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari penerapan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Ia menyatakan bahwa prestasi ini menunjukkan pentingnya disiplin, ketekunan, serta keberanian dalam menghadirkan gagasan solutif.
Daftar Penghargaan yang Diperoleh
Berikut adalah beberapa penghargaan yang diraih oleh CRIBS di FSB 2026:
-
Best Poster melalui proyek “SCOBIS – Smart Kombucha Biosensor for Ammonia Detection” oleh Kenzie Ali Natapura dan M. Fahrianoor. Proyek ini menggunakan selulosa bakteri SCOBY dari fermentasi teh kombucha sebagai matriks biosensor kitosan-urease untuk deteksi amonia dalam urin.
-
Honourable Mention Biologi melalui proyek “AvoGuard: Pengembangan Tabir Surya Berbahan Dasar Ekstrak Biji Alpukat” oleh Azmi Bahruddin Prasetya. Proyek ini mengembangkan sunscreen ramah lingkungan yang aman bagi kulit.
-
Honourable Mention Kimia melalui proyek “ECOSPINE: Pengembangan Hidrogel Berbasis Kitosan dari Cangkang Kepiting dan Poliisoprena dari Getah Buah Nangka” oleh Fabyan Al Ghiffari Wibowo. Proyek ini bertujuan menjadi material alternatif pengganti bantalan tulang belakang.
-
Honourable Mention Komputer melalui proyek “Elang Banjir: Perancangan dan Konstruksi Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT dan Sensor Ultrasonik dengan Notifikasi GSM/Blynk” oleh Danish Albaihaqqi Harset dan Muhammad Hanif Anwari. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya banjir.
Penghargaan di Bidang Lingkungan dan Fisika
CRIBS juga meraih penghargaan di kategori Environment, yakni Bronze Medals melalui proyek “Integrasi Chlorella sp. – Bacillus subtilis sebagai Teknologi Bioremediasi Limbah Cair Rumah Potong Ayam” oleh Esad Bayram Arivamurti dan Emir Maulana Musthofa.
Di kategori Fisika, CRIBS meraih Silver Medals melalui proyek “Sel Surya Ramah Lingkungan Berbasis Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) dari Batok Kelapa Hitam dan Pigmen Antosianin dari Kulit Apel” oleh Valkean Ikram Permana dan Nadhim Muhammad Sulthan Sabhir.
Prestasi di Bidang Seni
Tidak hanya di bidang sains, CRIBS juga menunjukkan kemampuan seni mereka. Amrina Nur K membuktikan kemampuannya melalui pembacaan puisi yang emosional. Ia mengungkapkan bahwa ia konsisten berlatih teknik vokal dan artikulasi agar bisa menyampaikan pesan yang mendalam kepada audiens.
Festival Sains dan Budaya yang Kompetitif
Festival Sains dan Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Eduversal Foundation ini menjadi ajang kompetitif yang menarik banyak peserta. Dari sekitar 700 karya penelitian siswa yang berasal dari 27 provinsi, hanya 160 finalis yang berhasil lolos ke babak final di Jakarta.
Acara ini ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono, dan dihadiri oleh jajaran Kemenko PMK serta Prof. Ojat Darojat. Sandra Susanto menyatakan bahwa CRIBS terus berkomitmen untuk menjadi ruang tumbuh bagi peneliti muda Indonesia, sejalan dengan visinya menjadi sekolah Islam yang mandiri, unggul, modern, dan dinamis.





