Pendapat Wakil Bupati Kudus Terkait Usulan Siswa SMK
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan pendapatnya mengenai usulan siswa SMK yang menyarankan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan untuk tunjangan guru. Menurutnya, setiap pihak berhak memberikan masukan atau usulan terhadap program yang sedang berjalan.
“Kami menghormati usulan tersebut,” ujar Bellinda pada Selasa (7/4/2026). Ia menegaskan bahwa Pemkab Kudus telah menugaskan Dinas Sosial untuk melakukan pendampingan terhadap siswa SMK yang mengajukan usulan tersebut melalui surat tertulis kepada Presiden Prabowo Subianto.
Bellinda menjelaskan bahwa jika ada intimidasi atau tekanan terhadap siswa, Dinsos akan segera bertindak. “Kalau kami di daerah, kalau ada intimidasi sudah didampingi Dinsos,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa siapa pun boleh memberikan masukan atau usulan atas program pemerintah yang berjalan, termasuk MBG. Namun, ia menekankan bahwa MBG merupakan program dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, jika ada usulan, maka perlu dikaji oleh pihak pusat.
Saat ini, kata Bellinda, MBG di Kudus masih berjalan normal. Sebelumnya, terdapat kasus keracunan yang menyebabkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam hal ini, Bellinda menyatakan bahwa dapur SPPG yang ditutup perlu dievaluasi dan memenuhi beberapa indikator tertentu.
“Jika memang SPPG tersebut sudah memenuhi indikator tersebut, biasanya akan diaktifkan kembali,” jelasnya.
Komunikasi dengan SPPG di Kudus
Bellinda menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan setiap SPPG di Kudus. Termasuk dalam komunikasi tersebut adalah menyamakan standar dalam pelayanan dan penyajian menu.
Surat ke Presiden oleh Siswa SMK
Sebelumnya, seorang siswa SMK NU Miftahul Falah Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, dia menyarankan agar alokasi dana MBG yang seharusnya digunakan untuk siswa dialihkan untuk tunjangan kesejahteraan guru.
Siswa tersebut bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi. Ia merupakan siswa kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual SMK NU Miftahul Falah. Isi surat tersebut juga diunggah di akun Instagram pribadinya @arsya_graph sembari menautkan akun milik Tiyo Ardianto.
Dihubungi Infomalangraya.net, Arsya membenarkan bahwa surat tersebut berasal darinya. Yang mendorongnya untuk menulis surat kepada Prabowo lantaran ia memikirkan kesejahteraan guru honorer yang dinilai kalah dengan kesejahteraan yang diterima pegawai SPPG.
“Saya berinisiatif untuk diri saya sendiri agar anggaran yang diberikan kepada saya diganti untuk menambah gaji guru honorer. Supaya gaji guru honorer lebih layak untuk digaji,” kata Arsya.
Ia menilai, kemajuan suatu bangsa berawal dari pendidikan. Dan pendidikan bertumpu pada dedikasi para guru.
“Katanya mau buat Indonesia emas. Kalau MBG menurut saya tidak membuat pintar dan semua berasal dari guru yang baik supaya anak didik lebih baik,” tambahnya.
