Performa Juventus yang Tidak Memuaskan dalam Laga Lawan Lecce
Pada pertandingan Serie A 2025-2026, Juventus harus puas berbagi poin dengan Lecce setelah laga berakhir dengan skor 1-1. Pertandingan ini berlangsung di Allianz Stadium pada Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Meskipun tampil dominan sepanjang pertandingan, Bianconeri gagal memetik kemenangan.
Lecce, yang sedang berjuang untuk menjauh dari zona degradasi, berhasil unggul terlebih dahulu sebelum jeda. Gol yang dicetak oleh Lameck Banda pada menit ke-45+2’ menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran dari tim tamu. Meski hanya mencatat enam percobaan, Lecce mampu membawa keunggulan ke ruang ganti.
Juventus langsung merespons pada babak kedua dengan gol penyeimbang yang dicetak oleh Weston McKennie. Meski menguasai bola hingga 72 persen dan melepaskan 25 tembakan, termasuk lima yang tepat sasaran, Bianconeri gagal memanfaatkan peluang emas yang ada.
Beberapa kesempatan yang terbuang antara lain adalah saat Jonathan David gagal mengeksekusi penalti dan Lois Openda menyia-nyiakan peluang dari jarak dekat. Lima peluang bersih yang tidak dimaksimalkan membuat Juventus harus puas dengan hasil imbang.
Kritik dari Pelatih Juventus, Luciano Spalletti
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui bahwa timnya masih menghadapi masalah dalam pengambilan keputusan di area krusial. Ia menyampaikan evaluasi setelah pertandingan kepada DAZN dengan nada yang cukup keras.
“Ketika berada di kotak penalti, kami harus memprediksi ke mana bola akan jatuh, bukan mengejarnya setelah bola lewat,” ujar Spalletti. Ia menilai bahwa Juventus tidak mampu menciptakan ruang untuk menerima bola. Di babak pertama, Juventus mengirim bola ke kotak penalti sekitar 10 kali dari jarak dekat, dan hal yang sama terjadi di babak kedua.
Menurut Spalletti, Juventus kurang memiliki pemain yang bisa melakukan koreksi dari dalam kotak penalti. “Kami tidak pernah menemukan sosok yang bisa menyelesaikan situasi itu. Kami harus memperbaiki pilihan-pilihan kami di dalam kotak terlarang,” katanya.
Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa performa timnya menunjukkan perkembangan. “Kami memainkan pertandingan sangat bagus dan di aspek ini kami membuat kemajuan. Namun, jelas hasil selalu menjadi pembeda, dan kami tidak memenangkannya.”
Penalti Jonathan David: Emosi Pemain Menentukan
Spalletti juga menyentuh kegagalan penalti Jonathan David yang berpotensi membalikkan keadaan. Ia menegaskan bahwa David merupakan salah satu algojo utama Juventus.
“David juga penendang penalti yang sangat bagus,” ujar sang pelatih lagi. Ia menjelaskan bahwa David mencoba menempatkan bola ke tengah gawang, yang merupakan pilihan tepat. Namun, dia tidak bisa mengangkat bola sekitar 20 sentimeter lebih tinggi untuk melewati jangkauan kiper.
Hasil imbang ini membuat Juventus tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan koleksi 33 poin. Sementara itu, Lecce berada di posisi ke-17 dengan 17 poin, menjaga jarak tipis dari zona degradasi.
