Ringkasan Berita

Materi Sumpah Pemuda menekankan pentingnya persatuan bangsa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah menuju identitas tunggal sebagai Bangsa Indonesia. Soal HOTS dalam Kurikulum Merdeka mengajak siswa menganalisis makna ikrar “Tanah Air, Bangsa, dan Bahasa” serta relevansinya dengan kehidupan digital generasi muda masa kini. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme, toleransi, dan kolaborasi lintas budaya untuk menjaga keutuhan NKRI.

Materi: SUMPAH PEMUDA (EDISI TERBARU 2026)

Soal No. 1

Sebelum terlaksananya Kongres Pemuda, organisasi-organisasi pemuda di Hindia Belanda tumbuh berdasarkan latar belakang kedaerahan dan keagamaan, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan Jong Islamieten Bond. Jika dianalisis dari sudut pandang perjuangan nasional, kelemahan mendasar dari model organisasi berbasis primordialisme (kedaerahan) tersebut adalah…

Jawaban: B. Membatasi ruang lingkup solidaritas perjuangan sehingga mudah diadu domba (devide et impera) oleh penjajah karena tidak adanya visi kesatuan yang tunggal.

Soal No. 2

Perhatikan jalannya lini masa sejarah berikut!

“Kerapatan Pemuda-Pemudi Indonesia atau Kongres Pemuda I yang dilaksanakan pada tahun 1926 berhasil merumuskan kesepakatan tentang perlunya persatuan, namun kongres tersebut belum berhasil menyatukan organisasi-organisasi pemuda ke dalam satu wadah tunggal karena masih kuatnya ego kedaerahan, terutama mengenai bahasa persatuan yang akan dipilih.”

Berdasarkan analisis peristiwa di atas, faktor utama yang menyebabkan Kongres Pemuda I dinilai sebagai jembatan logis yang belum sempurna menuju Kongres Pemuda II 1928 adalah…

Jawaban: C. Berhasil menanamkan kesadaran bersama akan pentingnya persatuan, namun masih terkendala ego kultural dalam menyepakati unsur pemersatu yang konkret.

Soal No. 3

Cermatilah teks dokumen ikrar Sumpah Pemuda berikut!

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Perbedaan redaksi yang sangat prinsipil terdapat pada baris ketiga, di mana kata “mengaku satu” diganti menjadi “menjunjung”. Analisis makna implisit (tersirat) dari penggunaan kata “menjunjung bahasa persatuan” tersebut adalah…

Jawaban: B. Menegaskan bahwa bahasa Indonesia diletakkan sebagai alat komunikasi pemersatu yang dihormati bersama, tanpa harus mematikan eksistensi dan kelestarian bahasa daerah masing-masing.

Soal No. 4

Perhatikan tabel kepanitiaan Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 berikut!

Jabatan | Nama Tokoh | Asal Organisasi

—|—|—

Ketua | Sugondo Joyopuspito | PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia)

Wakil Ketua | R.M. Joko Marsaid | Jong Java

Sekretaris | Muhammad Yamin | Jong Sumatranen Bond

Bendahara | Amir Syarifuddin | Jong Bataks Bond

Jika kita menganalisis komposisi latar belakang organisasi para tokoh yang duduk di kepanitiaan inti tersebut, kesimpulan yang paling tepat mengenai strategi politik para pemuda saat itu adalah…

Jawaban: B. Membentuk aliansi taktis lintas suku dan daerah guna merefleksikan keterwakilan nasional yang inklusif demi memotong stigma gerakan lokal.

Soal No. 5

Pada malam penutupan Kongres Pemuda II di Gedung Indonesische Clubgebouw, Kramat 106, Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya yang berjudul “Indonesia Raya” untuk pertama kali menggunakan biola secara instrumen tanpa syair atas saran ketua kongres. Analisis alasan logis mengapa lagu tersebut dimainkan tanpa syair pada waktu itu adalah…

Jawaban: B. Sebagai bentuk taktik diplomasi demi menghindari pembubaran paksa kongres oleh polisi PID Belanda yang mengawasi ketat kata-kata bernuansa politis radikal seperti “merdeka”.

Soal No. 6

Muhammad Yamin memiliki peran yang sangat besar dalam Kongres Pemuda II. Di sela-sela jalannya persidangan, ia menuliskan gagasan tiga baris ikrar pada secarik kertas yang kemudian disodorkan kepada Sugondo Joyopuspito selaku ketua. Esensi utama dari kontribusi pemikiran Muhammad Yamin tersebut bagi masa depan pergerakan kemerdekaan adalah…

Jawaban: B. Melahirkan rumusan identitas kebangsaan yang revolusioner, yang mengubah arah perjuangan dari sifat fisik-kedaerahan menjadi perjuangan ideologis-nasionalis yang padu.

Soal No. 7

Perhatikan ilustrasi kasus kontemporer tahun 2026 berikut!

“Di sebuah platform media sosial, marak terjadi aksi saling lempar komentar negatif dan ujaran kebencian antarkelompok remaja yang dipicu oleh fanatisme berlebihan terhadap suku, ras, atau identitas kedaerahan tertentu. Fenomena polarisasi siber ini jika dibiarkan dapat mengancam stabilitas persatuan nasional.”

Jika dikaitkan dengan implementasi nilai sejarah Sumpah Pemuda, kesalahan berpikir mendasar dari para remaja yang terlibat dalam konflik siber tersebut adalah…

Jawaban: B. Kelompok remaja tersebut melupakan esensi historis Sumpah Pemuda bahwa kekuatan utama bangsa ini terletak pada kemampuan mengemas keberagaman menjadi energi persatuan, bukan menjadikannya alat pemecah belah.

Soal No. 8

Penyelenggaraan Kongres Pemuda II tidak terlepas dari peran aktif tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang etnis, termasuk para pemuda keturunan Tionghoa seperti Sie Kong Liong yang menyediakan rumahnya di Jalan Kramat 106 sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi utama kongres. Penilaian moral yang paling tepat terhadap keterlibatan tokoh lintas etnis tersebut adalah…

Jawaban: B. Membuktikan bahwa kesadaran nasionalisme Indonesia lahir dari nilai-nilai inklusivitas moral yang mengatasi sekat etnisitas demi cita-cita keadilan bersama.

Soal No. 9

Salah satu nilai luhur Sumpah Pemuda adalah nilai “Cinta Tanah Air dan Bangsa”. Di era modern tahun 2026, bentuk implementasi nilai tersebut oleh seorang pelajar SMP yang bernilai Higher Order Thinking Skills (HOTS) di tengah gempuran tren globalisasi ekonomi adalah…

Jawaban: B. Mengasah kompetensi diri, melatih literasi digital untuk mempromosikan kebudayaan lokal di tingkat dunia, serta bangga mengonsumsi produk kreatif lokal demi mendongkrak ekonomi nasional.

Soal No. 10

Perhatikan dua buah pernyataan berikut!

(1) Keputusan Kongres Pemuda II tahun 1928 mewajibkan semua organisasi kepemudaan daerah meleburkan diri (fusi) ke dalam satu organisasi tunggal bernama Indonesia Muda.

(2) Peleburan organisasi daerah menjadi Indonesia Muda berhasil mematahkan strategi politik pecah belah (divide et impera) yang dijalankan oleh pemerintah kolonial.

Hubungan yang paling logis dan bersifat kausalitas antara kedua pernyataan di atas adalah…

Jawaban: B. Pernyataan (2) merupakan konsekuensi logis/analisis keberhasilan dari tindakan struktural yang tertuang dalam pernyataan (1).

Soal No. 11

Sumpah Pemuda mengikrarkan kesatuan “Tanah Air”, “Bangsa”, dan “Bahasa”. Jika kita analisis menggunakan konsep wawasan nusantara, mengapa penegasan kesatuan “Tanah Air” pada bait pertama dinilai sangat vital bagi perlindungan kedaerahan Indonesia?

Jawaban: B. Untuk membangun kesadaran geopolitik bahwa seluruh pulau dan laut di antara wilayah kepulauan nusantara adalah satu kesatuan utuh yang tidak boleh terpisahkan oleh intervensi asing.

Soal No. 12

Perhatikan kutipan teks pidato Sunario Sastrowardoyo saat kongres berlangsung berikut!

“Nasionalisme Indonesia tidak boleh berdiri di atas kesombongan etnis. Pergerakan pemuda wajib mengutamakan persatuan, karena persatuan merupakan motor penggerak utama yang akan membawa kapal besar bernama Indonesia menuju gerbang kemerdekaan sejati.”

Berdasarkan kutipan tersebut, tantangan internal terbesar yang paling ditakuti oleh Sunario terhadap keberlangsungan visi Sumpah Pemuda di masa depan adalah…

Jawaban: B. Munculnya sikap egosentrisme kelompok atau etnosentrisme yang mementingkan kejayaan daerah di atas kepentingan kolektif bangsa.

Soal No. 13

Ikrar Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928, sedangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Hubungan linier perkembangan ideologi perjuangan di antara kedua peristiwa monumental tersebut adalah…

Jawaban: B. Sumpah Pemuda berperan sebagai fondasi integrasi nasional (meletakkan dasar kesatuan bangsa) yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Soal No. 14

Perhatikan ilustrasi perilaku siswa di bawah ini!

“Seorang siswa kelas 8 selalu memilih untuk aktif dalam kegiatan musyawarah kelas, berteman baik dengan semua rekan tanpa membedakan latar belakang agama atau suku asal, serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat berbicara dengan guru maupun sesama teman di sekolah.”

Analisis yang tepat mengenai tindakan siswa tersebut jika dikaitkan dengan nilai Sumpah Pemuda adalah…

Jawaban: B. Tindakan siswa tersebut merupakan wujud nyata reaktualisasi nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam skala mikro di lingkungan sekolah demi merawat integrasi sosial.

Soal No. 15

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober idealnya tidak boleh terjebak dalam batas rutinitas seremoni atau perlombaan pakaian adat semata, melainkan wajib menjadi ajang transformasi mental pemuda Indonesia.”

Simpulan (interpretasi) yang paling bernilai HOTS untuk mendukung argumentasi di atas dalam konteks pembangunan nasional tahun 2026 adalah…

Jawaban: B. Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai pengingat bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas keahlian, menjaga persatuan digital, serta berkontribusi nyata dalam memecahkan masalah kemiskinan dan kebodohan struktural bangsa.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version