Ringkasan Berita:
- Seorang jurnalis yang meliput di lokasi demo kecewa dengan stasiun televisi yang begitu mudah memberikan mic pada Melva.
- Melva Maria Rosa Pardede merupakan driver ojek online wanita yang menuding aktivis Botok kongkalikong saat demo di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
- Melvia disebut bukan driver ojol, melainkan mantan tim sukses salah satu anggota DPR RI.
Infomalangraya.net Aiman Witjaksono dikritik rekan sesama jurnalis imbas wawancara seorang driver ojek online wanita bernama Melva Maria Rosa Pardede.
Melva diduga bukan seorang driver ojol, melainkan mantan aktivis dan juga pernah menjadi timses calon anggota DPR RI.
Hal ini disampaikan oleh akun Maulana Hidyam yang mengaku tinggal bertetangga dengan Melva.
“Ibu itu tetangga, dia bukan ojol dan dia bukan asli Jakarta, dia keturunan Sumatra, dan pernah jadi timses salah satu calon DPR RI,” tulisnya.
Sosok Melva menjadi sorotan setelah menudin aktivis Botok kongkalikong saat demo di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Tudingan tersebut dikarenakan Botok dan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memutuskan membubarkan diri lebih dulu.
AMPB bersama Botok Cs membubarkan diri karena aspirasinya sudah diterima pimpinan DPR.
Kritikan kemudian muncul dari rekan sesama jurnalis terhadap Aiman Witjaksono karena menayangkan wawancara Melva.
Nury Sybli Aktivis, seorang jurnalis yang meliput di lokasi kecewa dengan stasiun televisi yang begitu mudah memberikan mic pada Melva.
“KEPADA AIMAN WITJAKSONO : INEWS TV Kamis sore saya berada tepat di depan gerbang DPR RI. Massa aksi mulai bubar. Sebagian mahasiswa masih berorasi karena baru tiba.
Saya berdiri persis di samping cameraman iNews yang kameranya terpasang di tripod. Tiba-tiba seorang perempuan berdiri tepat di depan kamera. Wajahnya siap tampil.
Kamera pun menyala. Saya tersentak. Bukan karena ada orang bicara di depan kamera,” tulis dia di akun media sosial Threads.
Nury mengaku melihat betul bagaimana Melva di lokasi mencari dukungan sekelompok orang dengan narasi memprovokasi.
“Tapi karena saya melihat bagaimana sebuah potongan emosi bisa begitu mudah diproduksi menjadi berita. Perempuan itu kemudian diketahui bernama Melva Maria Rosa Pardede. Ia melontarkan makian kepada warga Pati yang sudah meninggalkan DPR RI setelah menyampaikan tuntutannya.
Dimana sebelumnya ia terlihat mengumpulkan dukungan sekelompok orang dengan narasi memprovokasi dengan luapan emosi. “Kita diberakin !!” Lalu dia bergeser di depan camera tv. Camera Inews tv tepatnya,” lanjutnya.
Ia pun mempertanyakan apakah wartawan itu sudah memverifikasi sosok Melva sebelum melakukan wawancara.
“Cameraman langsung menggeser tripod sambil menyalakan kamera. Sementara reporter perempuan menyiapkan mic yang siap disodorkan tanpa tanya mana identitas sebagai driver ojolnya. Saya setengah geram. Karena yakin rekaman ini akan viral dan menggeser isu utamanya. Pertanyaan saya sederhana saja : Sudahkah diverifikasi siapa dia ? Jelas tidak dilakukan. Benarkah profesinya seperti yang disampaikan ? Tidak ada bukti. Sudahkah warga Pati yang menjadi sasaran umpatan dimintai konfirmasi ?,” tulis dia.
Ia pun mengingatkan Aiman sebagai wartawan yang sudah melakukan peliputan sejak tahun 2001.
“Juga tidak ada kontak saat itu. Sudahkah konteks peristiwanya diperiksa sebelum tayang ?.. Entah. Aiman, kita sama sama tumbuh sebagai wartawan sejak 2001. Masih ingatkan, jurnalistik itu bukan lomba siapa paling cepat menyalakan kamera atau menggoreskan pena. Kamera boleh menyala dalam hitungan detik. Catatan boleh memenuhi buku. Tapi kebenaran tidak boleh diverifikasi belakangan. Sore itu saya menegur langsung reporter perempuan iNews yang berdiri tepat disisi cameraman,” katanya lagi.
“Saya meminta agar berita dibuat dengan lebih teliti, berimbang dan tidak menjadikan umpatan seseorang sebagai bahan untuk menggiring opini publik. “Cek dulu dia siapa. Jangan menjadi bagian pemecah belah rakyat. Yang kita tuntut itu pemerintah yang dzolim. Penguasa yang abai pada rakyatnya dan melindungi para koruptor. Jangan geser berita memaki kepulangan teman teman warga pati. Mbak hati hati.” Kira kira itu kalimat yang saya sampaikan. Kenapa hati hati ?,” kata dia.
Ia mengaku sejak awal sudah meyakini kalau video itu akan viral, namun menyayangkan sikap wartawan yang tidak bisa membedakan provokasi di tengah aksi.
“Karena saya yakin akan viral dan merusak perjuangan rakyat yang ingin negara ini adil. Karena saya ingin wartawan memahami provokator aksi itu bisa menjelma apa saja. Tentu saya khawatir, perjuangan rakyat akan rusak dengan cara cara negara menggeser perhatian. Contohnya berita umpatan perempuan Melva pada Botok. BERITA aksi bergeser : Dari tuntutan menjadi umpatan. Dari substansi menjadi keributan. Dari rakyat melawan kebijakan berubah menjadi rakyat melawan rakyat,” tuturnya.
Nury pun mengingatkan kalau tugas wartawan bukan hanya sebagai orang yang memegang mic saja.
“Dan ketika rakyat sibuk saling memaki, siapa yang paling diuntungkan ? Bukan rakyat. Saya tidak meminta media membela demonstran. Saya hanya meminta media melakukan pekerjaan dasarnya : VERIFIKASI. KONFIRMASI. BERIMBANG. Jangan jadikan kamera sebagai pengeras suara bagi siapa pun yang paling keras berteriak. Karena wartawan bukan sekadar orang yang membawa kamera dan mic,” tegasnya.
Terakhir, ia pun mengingatkan bahwa fungsi jurnalis adalah sebagai penjaga suara. Karena wartawan merupakan bagian dari rakyat.
“Wartawan adalah penjaga agar suara tidak berubah menjadi fitnah, emosi tidak menyamar sebagai fakta, dan rakyat tidak diadu dengan rakyat. Selain tangan, nalar dan akal sehat juga harus bekerja. Bukankah kalian juga bagian dari rakyat ?
— Nury Sybli Aktivis. Wartawan.
#jurnalis #liputanmedia #inews #ruuperampasanaset #aksimasa Cc : Aiman Witjaksono,” tandasnya.
Sosok Aiman Witjaksono
Melansir dari WIkipedia, Aiman Adi Witjaksono lahir 8 Juli 1978.
Ia adalah seorang jurnalis dan politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Sebelumnya Aiman cukup lama berkarya di RCTI sebagai reporter hingga Produser Eksekutif sekaligus penyiar.
Di RCTI, terakhir ia merupakan penyiar program berita Seputar Indonesia.
Di Kompas TV sejak Januari 2012 hingga November 2022, ia menjadi pembawa acara Aiman, yang membahas mendalam dan membongkar misteri dari berbagai isu terkini di tengah masyarakat.
Aiman menjadi Pemimpin Redaksi di MNC Group tetapi pada penghujung tahun 2023, Aiman cuti sementara dari dunia jurnalistik karena berkecimpung pada dunia perpolitikan.
Aiman mulai pertama kali bergabung resmi bersama RCTI sejak bulan Mei 2002.
Namun dunia Televisi bukanlah hal baru baginya. Sejak tahun 1980-an saat ia masih kanak-kanak, ia pernah menjadi bintang tamu program acara TVRI kala itu.
Sebelum bergabung di RCTI, Aiman yang hobi beladiri dan pelatih Tae Kwon Do ini juga pernah berkarier di media.com, yakni PT Kopitime Dot Com Tbk. (Afiliasi dari Perusahaan Grup Bakrie) sebagai Head Section of B-to-B (Business To Business) E-Commerce Media.
Pimpinan OSIS SMP 85 Jakarta dan Ketua MPK pada SMA Negeri 34 Jakarta ini berhasil meraih gelar Sarjana Teknik Industri-nya dari Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Bandung, Jawa Barat di mana ia juga pernah aktif sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan aktif menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa internal serta kerap menulis di kampusnya.
Pada tahun 2004, Aiman terpilih sebagai pemandu utama siaran langsung “Pemilu Eksekutif dan Legislatif 2004”.
Selain itu Aiman juga berhasil meraih penghargaan sebagai “Jurnalis Muda Berprestasi” dari Departemen Luar Negeri RI pada tahun 2006.
Pada tahun 2010, Aiman berhasil lulus dalam studi pascasarjana S2 dibidang Manajemen Komunikasi dengan Sub Bidang Komunikasi Politik dan Media Massa di Universitas Indonesia.
Di sini kerja kerasnya tidak sia – sia. Ia berhasil meraih kategori LULUSAN TERBAIK pada Departemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, lulus dengan nilai paling tinggi dan predikat SUMMA CUM LAUDE.
Di akhir kariernya di RCTI pada tahun ke-10, Aiman Witjaksono menduduki posisi wartawan senior-Produser Eksekutif pada program berita utama Seputar Indonesia.
Aiman juga kerap diminta untuk berbagi pengalaman dan ilmu dengan menjadi dosen tamu untuk mata kuliah yang berhubungan dengan Media Massa, Jurnalistik hingga Public Relations di berbagai universitas di Jakarta dan Jawa Barat.
Sebelum bergabung dengan Kompas TV dan setelah meninggalkan RCTI, Aiman sempat pindah ke stasiun televisi milik pemerintah TVRI Nasional sejak 1 Desember 2011 hingga 30 April 2012.
Selama masa jabatannya sebagai penyiar berita TVRI, Aiman membawakan program-program berita yang ditayangkan di TVRI seperti Warta Pagi, Warta Siang, English News Service, Warta Malam dan Dialog.
Setelah hanya 5 bulan menjabat sebagai penyiar berita TVRI, kecintaannya terhadap dunia media massa televisi mengantarkan Aiman menempuh tantangan baru kini sebagai News Anchor dan juga jurnalis senior di Kompas TV sejak 1 Mei 2012. Di KompasTV Aiman Witjaksono menjadi pemandu acara Aiman Dan… terkait dengan “uji publik” para Calon Presiden yang akan maju dalam Pemilihan Presiden 2014. Kemudian sejak Januari 2015 hingga November 2022, ia menjadi Host program utama KompasTV, AIMAN, yang disiarkan di KompasTV, setiap Senin, Pukul 20.30 wib, yang dikenal dengan laporan EKSKLUSIF!
Dari Program ini, Aiman Witjaksono meraih penghargaan Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2014 sebagai Presenter Talkshow Terbaik yang diberikan pada bulan November 2014.
Pada tahun 2015, atas kiprahnya selama ini menjadi jurnalis, Aiman dianugerahi Elizabeth O’Neill Journalism Award oleh Departemen Luar Negeri Australia. Kembali pada 2017, Aiman juga meraih penghargaan dari Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai Presenter Talkshow Terbaik.
Pada 2018 ia juga memenangi penghargaan bergengsi PANASONIC GOBEL AWARD, sebagai PRESENTER BERITA TERFAVORIT 2018. Juga pada tahun 2018, ia terpilih untuk mengikuti Program Fellowship IVLP dari Pemerintah Amerika Serikat untuk belajar mengenai Jurnalisme Investigasi di berbagai Universitas di Amerika Serikat.
(Infomalangraya.net/Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com)





