Ringkasan Berita:

  • Sosok prajurit TNI yang mengawal anggota DPD RI Arya Wedakarnake acara Miss Equality World 2026 di Thailand, menjadi sorotan. 
  • MIss Equality World adalah ajang kontes kecantikan internasional khusus transpuan. 
  • Pengawalan prajurit TNI di acara itu menjadi sorotan tajam.  

 

Infomalangraya.net– Sosok prajurit TNI yang mengawal anggota DPD RI Arya Wedakarnake di acara Miss Equality World 2026 di Thailand, menjadi sorotan. 

Hal ini beralasan karena anggota DPD RI perwakilan Bali itu dikawal bukan di acara kenegaraan tapi di ajang kecantikan. 

Miss Equality World adalah ajang kontes kecantikan internasional khusus transpuan yang mengangkat keberagaman sekaligus memberikan ruang advokasi bagi komunitas transgender. 

Acara ini diselenggarakan di MGI Convention Center, Bangkok, Thailand, pada 22–30 Agustus 2026.

Keberadaan anggota TNI diketahui dari sejumlah video yang beredar di media sosial. 

Dalam video itu tampak anggota TNI ini mengawal Arya sampai ke panggung Miss Equality World. 

Polemik ini pun ditanggapi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar, Bali, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa. 

“Kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri. Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur. Kita masih mendalami,” jelas Ary di Denpasar, Kamis (3/9/2026).

Ketika ditanya apakah benar bahwa yang bersangkutan adalah anggota TNI AL, Ary membenarkan informasi itu.

Hanya saja, dia tidak mengungkap identitasnya.

“Ya, memang benar adanya itu anggota TNI AL, akan tetapi sampai saat ini kita masih mendalami,” kata dia.

Ary menegaskan, ke depannya apa pun hasil dari pemeriksaan, jika memang terbukti bersalah, akan ditindak sesuai prosedur.

Ary juga masih mendalami apakah secara prosedural anggota tersebut telah diizinkan menjadi pengawal anggota dewan.

Klarifikasi Arya Wedakarna 

Sementara itu, anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna dalam unggahan di akun media sosialnya, pada Rabu (2/9/2026), menyampaikan klarifikasi terkait video yang ramai beredar itu.

Dalam videonya, Arya Wedakarna menjelaskan tentang kunjungan kerjanya di Thailand. Namun, tidak ada keterangan pasti kapan kegiatan tersebut berlangsung.

“Kepada saudara-saudara, saya banyak sekali mendapat pertanyaan tentang kunjungan kerja saya ke Thailand. Saya mau jawab karena banyak teman wartawan, jadi biar sekalian,” ungkapnya.

Menurutnya, acara di Thailand adalah undangan dari sebuah komite yang bernama MS Organization dan organisasi itu pernah beraudiensi dengannya di Bali.

“Jadi mereka adalah pengusaha-pengusaha yang ingin membuat acara. Acaranya banyak, selama tiga hari di Thailand, saya berkunjung ke vihara, ke kuil-kuil Hindu,” jelas dia.

Selain diskusi, juga ada kuliner, pameran, dan pertemuan dengan pengusaha lintas bidang.

Dia mengatakan juga mendapat undangan untuk meluncurkan satu video wisata, yaitu pariwisata Bali Barat.

“Dalam acara itu memang berbagai kalangan. Mungkin kalangan yang dianggap normal, tidak normal. Kita tahu Thailand seperti apa kan. Kita sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, gendernya apa. Itu kan etika. Kita tidak dalam posisi mengomentari,” ujar dia.

Arya Wedakarna menjelaskan, kehadirannya di Thailand bukan dalam kapasitas sebagai pejabat negara, melainkan sebagai tokoh budaya Bali dan tokoh Hindu.

“Jadi saya ingin mengklarifikasi bahwa kunjungan kerja saya ke Thailand itu bukan sebagai pejabat negara, tapi saya sebagai tokoh budaya Bali,” kata Arya dalam video yang diunggah di akun Instgaram @aryawedakarna, Kamis (3/9/2026).

Ia mengatakan, dirinya datang tanpa membawa identitas sebagai pejabat negara dan mengenakan pakaian adat Bali.

Terkait kehadirannya dalam acara yang diikuti berbagai kalangan, termasuk kontes kecantikan transgender, Arya mengatakan dirinya datang sebagai tamu sehingga tidak merasa memiliki kewenangan untuk mengomentari panitia maupun latar belakang peserta.

“Saya sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa. Kemudian gendernya apa, itu kan etika. Saya tidak dalam posisi mengomentari,” katanya.

Arya juga mengaku menerima penghargaan dalam acara tersebut karena dinilai sebagai tokoh Bali, budaya Bali, dan pariwisata Bali.

Ia mengatakan setelah menerima penghargaan dan bersalaman, dirinya meninggalkan acara.

“Saya duduk, saya hadir menerima penghargaan, ya sudah pulang,” ucapnya.

Siapakah Arya Wedakarna? 

Arya Wedakarna memiliki nama lengkap Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa.

Ia lahir di Denpasar, Bali, pada 23 Agustus 1980.

Arya dikenal sebagai politikus sekaligus akademisi.

Ia juga pernah terjun ke dunia hiburan sebagai model, penyiar radio, pemeran, dan penyanyi.

Saat muda, Arya pernah menjadi cover boy majalah Aneka serta bergabung dalam trio grup vokal FBI bersama Indra Bekti dan Roy Jordy.

Di dunia politik, Arya pernah menjadi anggota DPD RI periode 2014-2019.

Ia kemudian kembali terpilih pada Pemilu 2024 untuk mewakili Bali.

Berdasarkan penetapan KPU, Arya memperoleh 378.300 suara pada Pemilu DPD RI 2024 dan berada di posisi kedua perolehan suara calon anggota DPD RI dari Bali.

Sementara pada Pemilu 2019, perolehan suaranya tercatat mencapai 742.781 suara.

Arya menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Indonesia dan Australia.

Berikut riwayat pendidikan yang tercantum dalam data profilnya:

  • SD Cipta Dharma Denpasar, lulus 1992.
  • SMP Negeri 3 Denpasar, lulus 1995.
  • SMA Negeri 1 Denpasar, lulus 1998.
  • Melbourne Language Center, Australia, 2000.
  • S1 Universitas Trisakti, Jurusan Manajemen Transportasi Udara, 2002.
  • S2 Universitas Satyagama Jakarta, Magister Ilmu Pemerintahan, 2004.
  • S3 Universitas Satyagama Jakarta, Doktor Ilmu Pemerintahan, 2007. (kompas.com/tribunnews)
Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version