Ringkasan Berita:
- Sri Suparni merupakan istri Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
- Meski jarang tampil di hadapan media, Sri Suparni dikenal sebagai pendamping setia yang selalu hadir dalam perjalanan panjang karier politik sang suami.
- Sosok Sri Suparni kembali jadi sosotan gara-gara jalan kampung yang menuju ke rumahnya di Sragen kini diperlebar dan lebih mulus.
Infomalangraya.netSosok Sri Suparni, istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi sorotan setelah jalan menuju rumahnya di Sragen kini diperlebar dan lebih mulus.
Sebelum proyek dilaksanakan, ruas jalan tersebut hanya memiliki lebar sekitar 4 hingga 5 meter.
Pemerintah desa setempat telah lama mengajukan usulan pelebaran jalan kepada Pemerintah Kabupaten Sragen.
“Itu kan jalan ramai, sudah sering sekali terjadi kecelakaan. Makanya sudah lama kami usulkan agar diperlebar,” ungkap Kepala Desa Sribit, Sutaryo saat ditemui di kediamannya, Jumat (5/6/2026).
Sutaryo menegaskan bahwa proyek pelebaran jalan tersebut tidak memiliki hubungan dengan status Sri Suparni sebagai istri seorang menteri.
Ia menjelaskan usulan pelebaran jalan telah disampaikan sejak masa pemerintahan Bupati Sragen periode 2016–2026, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, namun belum memperoleh tindak lanjut saat itu.
“Itu (usul pelebaran jalan) sudah sangat lama. Dari zaman Bupati Bu Yuni, tapi tidak ada tindak lanjut. Pernah dulu rusak, tapi cuma ditambal aspal, tidak ada pelebaran,” beber Sutaryo.
Menurutnya, proyek baru terealisasi ketika jalan tersebut masuk dalam prioritas pembangunan Dinas Bina Marga pada 2026.
Sosok Sri Suparni
Sri Suparni merupakan istri dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Keduanya telah dikarunia lima anak yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan.
Tak banyak informasi mengenai Sri Suparni, namun ia merupakan wanita asal Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah.
Bahlil dan Sri bertemu saat sama-sama berkuliah di Papua.
Keduanya merupakan anggota dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Pertemuan Bahlil dan Sri ternyata menumbuhkan benih-benih cinta hingga berujung pernikahan.
Dikutip dari TribunSorong.com pada Rabu (2/7/2025), Sri mengaku menikah dan melahirkan anak pertamanya di Sorong, Papua Barat Daya.
“Saya dipertemukan dengan Pak Bahlil di Kota Sorong, Bu. Kami menikah di sini (Kota Sorong),” kata Sri dalam Forum Peningkatan Kompetensi UMKM Kriya dan Forum Kemitraan Investasi di Gedung Lambertus Jitmau, Rabu (11/10/2023).
Hal tersebut dibenarkan oleh Bahlil. Ia turut mengenang pertemuannya dengan Sri.
“Saya pacaran sama istri saya di sini (Sorong). Jadi saya waktu itu kuliah di Jayapura, ketemu istri di tempat aktivis di sini. Dia jadi peserta, saya jadi pemateri. Jadi ini (istri saya) korban retorika sebenarnya,” kata Bahlil di momen yang sama.
Pernikahan Bahlil dan Sri pun harmonis hingga kini. Apalagi mereka telah dikaruniai 5 anak.
Sri pun setia mendampingi Bahlil dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik.
Ia terpantau elegan dalam setiap penampilan. Hal tersebut membuatnya tampak awet muda.
Di tengah kesibukannya sebagai istri sekaligus ibu, Sri tetap mengembangkan potensi dirinya sendiri.
Salah satunya dengan menjadi Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada masa pemerintahan Joko Widodo – Maruf Amin.
Sri juga sempat meluncurkan buku berjudul Memahat Jejak Merawat Asa. Bahlil pun tak lupa memberi ucapan selamat kepada sang istri.
“Selamat ya Ibu @srianibhl atas peluncuran buku “Memahat Jejak Merawat Asa”. Semoga karya tulisannya menjadi kenangan indah sekaligus memberi manfaat dan motivasi bagi banyak orang untuk terus merawat asa dalam setiap perjalanan hidup,” ungkap Bahlil dalam sebuah postingan.
Jalan Menuju Rumah Sri di Sragen Diperlebar
Sri Suparni disorot lagi gara-gara jalan kampung yang menuju ke rumahnya di Sragen kini diperlebar dan lebih mulus.
Proyek pelebaran jalan yang menghubungkan Desa Tenggak dan Desa Sribit di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen telah rampung.
Jalur tersebut dikenal warga sebagai akses utama menuju kampung halaman Sri Suparni yang berasal dari Dusun Semen, Desa Sribit.
Kondisi jalan kini tampak lebih lebar dan mulus dibanding sebelumnya, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Lokasinya yang tidak jauh dari Gerbang Tol Sragen membuat jalan penghubung Desa Tenggak–Desa Sribit memiliki peran penting sebagai jalur penghubung warga menuju pusat kota maupun wilayah sekitar.
Meski demikian, Pemerintah Desa Sribit menegaskan bahwa proyek pelebaran jalan tersebut tidak memiliki hubungan dengan status Sri Suparni sebagai istri seorang menteri.
Sebelum proyek dilaksanakan, ruas jalan tersebut hanya memiliki lebar sekitar 4 hingga 5 meter.
Kondisi itu kerap menyulitkan kendaraan yang berpapasan, terutama mobil, sehingga salah satu kendaraan harus mengalah atau menepi.
Melihat tingginya aktivitas lalu lintas, pemerintah desa telah lama mengajukan usulan pelebaran jalan kepada Pemerintah Kabupaten Sragen.
“Itu kan jalan ramai, sudah sering sekali terjadi kecelakaan. Makanya sudah lama kami usulkan agar diperlebar,” ungkap Sutaryo saat ditemui di kediamannya, Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, kebutuhan pelebaran jalan lebih didorong faktor keselamatan dan kepentingan masyarakat luas daripada alasan lain.
Proyek yang dikerjakan sepanjang 2,148 kilometer tersebut memperlebar masing-masing sisi jalan sekitar satu meter.
Anggarannya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp1,16 miliar.
Kades Bantah Pelebaran Jalan karena Keluarga Menteri
Sutaryo yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Sri Suparni menegaskan bahwa proyek tersebut bukan bentuk perlakuan khusus karena adanya keluarga pejabat negara di Desa Sribit.
Ia menjelaskan usulan pelebaran jalan telah disampaikan sejak masa pemerintahan Bupati Sragen periode 2016–2026, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, namun belum memperoleh tindak lanjut saat itu.
“Itu (usul pelebaran jalan) sudah sangat lama. Dari zaman Bupati Bu Yuni, tapi tidak ada tindak lanjut. Pernah dulu rusak, tapi cuma ditambal aspal, tidak ada pelebaran,” beber Sutaryo.
Menurutnya, proyek baru terealisasi ketika jalan tersebut masuk dalam prioritas pembangunan Dinas Bina Marga pada 2026.
“Jadi bukan karena ada keluarga pejabat yang sering pulang lewat ke sini. Bukan karena itu. Tidak ada hubungannya sama sekali. Cuma pas kebetulan saja dapat giliran anggarannya pas era Bupati Sragen sekarang,” tegas Sutaryo.
Ia juga menegaskan bahwa rutinitas Sri Suparni maupun suaminya yang sesekali pulang kampung tidak berkaitan dengan keputusan pembangunan infrastruktur tersebut.
Jalur Vital bagi Mobilitas Warga Sribit
Selain dikenal sebagai akses menuju kampung halaman Sri Suparni, jalan penghubung Tenggak–Sribit merupakan jalur utama masyarakat setempat.
Ke arah barat, jalan tersebut terhubung dengan Jalan Raya Sragen–Gemolong.
Sementara ke arah timur, warga memanfaatkannya untuk menuju pusat Kota Sragen dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Karena itu, pelebaran jalan dinilai memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dibanding sekadar akses menuju kawasan permukiman tertentu.
(Infomalangraya.net/Surya.co.id/TribunnewsMaker.com)
