Penyebab Kekalahan Sriwijaya FC dalam Laga Derbi Sumsel
Sriwijaya FC mengalami kekalahan telak 0-3 dari Sumsel United dalam laga ke-21 Pegadaian Championship 2025/26. Kekalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kelelahan fisik akibat perjalanan panjang menggunakan bus dari Depok ke Palembang yang memakan waktu sekitar 18 jam. Selain itu, pemain muda yang berasal dari Liga 3 juga dinilai belum siap menghadapi tekanan mental dari atmosfer penonton di stadion.
Strategi Manajemen dalam Penggunaan Bus
Asisten pelatih Sriwijaya FC, Cipta Adikodrati atau dikenal sebagai coach Joe Berry, menjelaskan bahwa penggunaan bus untuk perjalanan ke Palembang adalah bagian dari strategi manajemen. Tujuannya adalah untuk menghemat anggaran agar sisa biaya dapat dialokasikan untuk perjalanan udara saat laga tandang ke Aceh.
“Kalau menurut saya sih kemarin mungkin ini salah satu strategi dari manajemen juga untuk mengambil keputusan kenapa kemarin kita ke Palembang pakai bus Sriwijaya FC,” ujar coach Joe kepada Infomalangraya.net.
Sebanyak 19 pemain dibawa menggunakan Bus Sriwijaya FC dari Sawangan Depok menuju Palembang untuk laga ke-21 yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 WIB. Setelahnya, tim akan diberangkatkan via pesawat untuk menghadapi Persiraja Banda Aceh pada laga away putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26.
Faktor Kelelahan Fisik
Menurut coach Joe, kelelahan fisik menjadi salah satu penyebab utama kekalahan Sriwijaya FC. Pemain tidak memiliki cukup waktu untuk recovery setelah menempuh perjalanan jauh selama 18 jam.
“Karena budgeting kita terbatas. Ya mungkin manajemen pikir okelah ke Palembang kita masih bisa pakai bus Sriwijaya FC. Tapi kan kalau pakai bus ke Aceh itu gak mungkin, terlalu berat. Daripada kemarin kita pakai pesawat ke Palembang. Mending budget itu dipakai untuk ke Aceh. Itu rasional sih menurut saya,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi fisik pemain mulai menurun pada pertandingan ketiga, meskipun pada dua pertandingan awal mereka berada dalam kondisi optimal. “Nah ini yang tidak mungkin pemain Sriwijaya FC mencapai peak performance pada saat bertanding. Makanya kita kemarin bisa lihat sendiri secara hasil kita kalah 3-0.”
Perbedaan dengan Pertandingan Sebelumnya
Coach Joe menyatakan bahwa pada pertandingan pertama melawan FC Bekasi City dan pertandingan kedua melawan Persikad Depok, pemain lebih siap karena tidak ada perjalanan jauh. Hal ini sangat memengaruhi performa mereka.
“Itu sangat berpengaruh. Jadi kita pun maklumlah. Itu salah satunya,” katanya.
Faktor Mental Pemain
Selain faktor fisik, pemain Elang Andalas yang masih muda dan berasal dari Liga 3 juga mengalami tekanan mental akibat atmosfer penonton di stadion. Menurut coach Joe, para pemain belum terbiasa dengan suasana tersebut.
“Kalau faktor mental sudah jelaslah. Itu pemain kita belum terbiasa. Kita dua kali bertanding awal dengan tanpa penonton. Nah atmosfer dengan penonton itu mereka belum merasakan. Itu yang tidak ada di level 3. Pressure dari penonton. Kemudian pressure dari manajemen itu yang belum mereka dapatkan,” ujarnya.
Persiapan untuk Laga Mendatang
Untuk laga-laga mendatang, seperti melawan Persiraja dan pertandingan-pertandingan berikutnya, coach Joe berharap pemain lebih siap menghadapi segala aspek, baik mental maupun fisik. Ia menegaskan bahwa kelelahan fisik menjadi faktor dominan dalam kekalahan kemarin.
“Banyak pengaruhnya aspek. Cuma yang jelas kemarin yang paling dominan adalah kondisi fisik yang menurun dalam perjalanan,” kata coach Joe.
Pertimbangan Manajemen dalam Perjalanan
Pengambilan keputusan untuk menggunakan bus juga didasarkan pada pertimbangan manajemen terkait keterbatasan anggaran. Coach Joe menjelaskan bahwa program latihan sempat terganggu karena harus segera berangkat setelah perjalanan panjang.
“Ia menyebut kalau misalnya mengacu kepada periodeisasi latihan, sebetulnya di hari Jumat itu skuad Sriwijaya FC seharusnya sudah ada di posisi peak performance. Tetapi karena kita istirahatnya kurang, perjalanannya jauh, jadi drop. Itu juga berpengaruh terhadap persiapan bertanding,” pungkasnya.
