Kondisi Sriwijaya FC yang Mengkhawatirkan
Sriwijaya FC, yang dulu pernah menjadi salah satu klub besar sepak bola di Indonesia, kini berada di ambang kehancuran setelah mengikuti kompetisi Championship 2025/2026. Hingga menjalani pekan ke-16, klub ini belum pernah meraih kemenangan. Mereka hanya mampu meraih dua kali hasil imbang dan sisanya menelan kekalahan.
Kondisi buruk yang dialami Sriwijaya FC tidak terlepas dari krisis finansial yang sedang mereka alami dalam mengarungi kompetisi Championship musim ini. Isu ini bukanlah isapan belaka, karena sudah terjadi beberapa waktu terakhir.
Krisis Finansial yang Menyebabkan Masalah
Krisis finansial yang dialami Sriwijaya FC menyebabkan pembayaran gaji yang terlambat hingga akomodasi tim yang seadanya ketika menjalani pertandingan tandang. Hal ini juga membuat sejumlah pemain Sriwijaya FC memutuskan untuk hengkang di masa transfer putaran kedua Liga 1 Januari hingga awal Februari mendatang.
Satu per satu pemain pergi hingga hanya tersisa 15 pemain, tiga di antaranya penjaga gawang pada pertengahan Januari lalu. Meskipun demikian, dengan segenap kemampuan finansial yang dimiliki Sriwijaya FC, mereka tetap berupaya mendatangkan pemain baru di periode transfer ini.
Upaya Manajemen untuk Bertahan
Manajemen Sriwijaya FC tidak bisa berbuat banyak meskipun segenap upaya telah dilakukan demi eksistensi klub yang pernah juara Divisi Utama sepak bola Indonesia dua kali ini (2007/2008 dan 2011/2012). Harapan sederhananya adalah bisa bertahan di kasta kedua untuk musim 2026/2027 mendatang.
Manajer klub Sriwijaya FC, Eko Saputro tidak menampik isu ini. Ia secara terang-terangan mengungkapkan kondisi finansial klub yang tengah krisis. Meskipun begitu, manajemen tetap mendatangkan pemain baru guna melengkapi skuat yang ada sebelumnya. Pemain yang mereka rekrut adalah yang siap berjuang sepenuh hati, bukan melulu soal gaji.
“Kita lihat untuk anggaran keuangan tim ini sendiri kalau bisa dibilang, minus,” katanya, dikutip dari Sripoku. “Sekarang pemain yang mau gabung dengan Sriwijaya FC yang tidak memikirkan nominal. Jadi benar-benar mereka sepenuh hati ingin main,” sambungnya.
Pemain Baru Tanpa Gaji
Terbaru, untuk menambah kekuatan tim Laskar Wong Kito, Sriwijaya mendatangkan sampai enam pemain yang notabene mantan pemain Liga 2. Namun tidak dijelaskan siapa saja pemain tersebut. Menariknya, pemain baru yang direkrut menyandang status tanpa gaji.
“Pemain-pemain ini gak digaji. Mereka mau tolong saya dan Sriwijaya FC sambil mencari menit bermain buat persiapan musim depan,” ungkap asisten pelatih Sriwijaya FC, Joe Berry kepada Sripoku, Rabu (21/1/2026). “Manajemen hanya menyanggupi makan dan mess saja,” tambahnya.
Skenario Terburuk yang Mengancam
Pemain-pemain baru yang didatangkan Sriwijaya FC belum sepenuhnya bisa dimainkan karena terkendala masalah administrasi. Tidak hanya itu, chemistry tim pun belum terbentuk yang menyebabkan kekalahan telak diraih dengan skor 7-0 dari Bekasi City pada 16 Januari lalu.
Pelatih Sriwijaya FC Budi Sudarsono yang gajinya belum dibayar klub selama empat bulan terakhir dan sudah menyatakan keinginan untuk hengkang pun angkat bicara. Sulit rasanya menjalani kompetisi dengan materi pemain seperti saat ini.
Mantan pemain Timnas Indonesia itu tidak bisa berbuat banyak. “Dengan pemain Sriwijaya FC sekarang, kita tidak bisa berharap banyak. Mudah-mudahan berjalan lancar,” katanya. “Pemain baru tidak bisa mengangkat tim Sriwijaya FC. Pemain baru pilihan manajemen. Pilihannya manajer Eko Saputro,” jelasnya.
Perkiraan Depresiasi ke Liga 3
Sebelum pernyataan Budi, Eko mengutarakan skenario terburuk dari musim yang buruk ini. Sriwijaya FC berada di dasar klasemen zona Barat dengan koleksi 2 poin dari 16 pertandingan. Jumlah tersebut terpaut 15 poin dengan tim yang juga berada di zona degradasi, Persekat Tegal.
Jika dihitung peluang hingga akhir musim, degradasi ke Liga 3 rasanya tidak akan lepas dari jeratan Sriwijaya FC. “Kalau hasilnya degradasi, saya dan pak Anggoro (direktur olahraga PT SOM Anggoro Prajesta) tetap kawal Sriwijaya FC ini untuk berbenah dan ke depannya bisa meloloskan ke Liga 2 lagi,” ungkap Eko.
“Rencana itu sudah sampai dua tahun ke depan. Kalau pahit-pahitnya kita degradasi, mau gak mau Liga 3 minimal dari awal kita ulang lagi, cari uang, dan sponsor,” bebernya.
Pertandingan Mendatang
Pada matchday ke-17 Liga 2 pekan ini, Sriwijaya FC akan menghadapi rival sedaerah, Sumsel United yang kini bertengger di posisi 3 klasemen zona barat dengan koleksi 27 poin. Pertandingan Sriwijaya vs Sumsel United itu akan berlangsung di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang pada Sabtu (24/1/2026) jam 15.30 WIB.
