Kabar Terkini Mengenai Kepindahan Donyell Malen ke Manchester United
Manchester United kini sedang mempertimbangkan untuk merekrut Donyell Malen, striker AS Roma, dalam bursa transfer musim panas. Pemain asal Belanda ini telah menunjukkan performa yang luar biasa sejak bergabung dengan klub Italia pada bulan Januari. Sejauh ini, Malen telah mencetak 19 gol di semua kompetisi musim ini, termasuk 12 gol di Serie A.
Kualifikasi Liga Champions bagi Manchester United sangat penting, karena akan memberikan akses ke kompetisi antar klub terbesar di Eropa. Dengan mengalahkan Liverpool pada hari Minggu, Setan Merah dapat memastikan posisi mereka di Liga Champions, yang juga akan memengaruhi strategi transfer mereka.
Pihak Old Trafford telah membidik pemain seperti Aurelien Tchouameni dan kini dilaporkan mengalihkan fokus mereka ke Donyell Malen. Laporan menyebutkan bahwa Manchester United dalam keadaan siaga tinggi dalam persaingan untuk merekrut sang penyerang. Bahkan setelah AS Roma hampir menyelesaikan transfer permanen untuk Malen.
Malen tampil sensasional sejak tiba di AS Roma dengan status pinjaman pada bulan Januari. Klub Italia itu hampir pasti akan mempermanenkan transfer tersebut. Namun, di situlah masalah bisa muncul. Laporan di Italia mengklaim bahwa Manchester United mengawasi Malen dengan saksama, memaksa AS Roma untuk mematok harga tinggi sebesar 50 juta euro untuk sang penyerang sebelum ia resmi menjadi milik mereka.
Donyell Malen dan AS Roma sangat ingin menjadikan kepindahannya dari Aston Villa permanen. Laporan terbaru dari Belanda mengkonfirmasi bahwa Malen antusias dengan kepindahannya ke AS Roma. Hal tersebut karena klub tersebut akan menggunakan opsi pembelian senilai 25 juta euro dari Aston Villa. Penyerang tengah itu didatangkan pada bulan Januari dengan status pinjaman dari Aston Villa dengan biaya 2 juta euro untuk jangka waktu enam bulan, dengan opsi untuk mempermanenkannya dengan tambahan 25 juta euro.
Dampak luar biasa Malen di Roma
Dalam 16 penampilan untuk Giallorossi di Serie A dan Liga Europa, Donyell Malen telah mencetak 12 gol dan memberikan dua assist. Sungguh luar biasa, dia adalah pencetak gol terbanyak mereka baik di Serie A maupun di semua kompetisi musim ini. Ya, meskipun baru bergabung dengan skuad pada pertengahan Januari.
Dari 12 gol tersebut, 11 di antaranya dicetak hanya dalam 14 pertandingan Serie A, termasuk gol debutnya melawan Torino pada 18 Januari, hanya dua hari setelah menyelesaikan transfer.
Seperti yang sudah diduga, bahwa Donyell Malen sangat senang dengan situasinya di AS Roma. Sehingga pemain dan klub ingin mempertahankan hubungan ini untuk sementara waktu lagi. Hal ini juga memberi pemain berusia 27 tahun itu kesempatan untuk fokus membawa kepercayaan diri dan performa seperti ini ke tim Belanda di Piala Dunia 2026 musim panas ini.
Soule Bisa Menjadi Korban Keuangan Terbaru Roma
Meningkatnya peran penting Matias Soule mungkin tidak akan melindunginya saat Roma menghadapi musim panas sulit lainnya yang dipengaruhi oleh aturan Financial Fair Play (FFP). Dengan drama Gian Piero Gasperini-Claudio Ranieri yang sudah berlalu, saya berani mengatakan bahwa keadaan di Romaverse menjadi cukup membosankan.
Tanpa kontroversi di belakang layar untuk dibahas dan tanpa pertandingan hingga Senin malam, kita hanya bisa mencari-cari alasan. Awal pekan ini, kita membahas rumor kesepakatan Paulo Dybala dengan Boca Juniors yang dengan cepat dibantah atau setidaknya diabaikan secara sopan oleh semua pihak, dan menjelang akhir pekan, masa depan maestro Argentina lainnya di Roma pun menjadi pertanyaan.
Matias Soule mungkin bukan nama yang familiar di kalangan sepak bola, tetapi penyerang berusia 23 tahun asal Mar del Plata ini telah menjadi kontributor kunci bagi AS Roma sejak bergabung dari Juventus pada tahun 2024. Dengan 12 gol dan 12 assist dalam sekitar 4.800 menit bermain, Soule telah menjadi penyerang paling produktif klub selama dua tahun terakhir sampai kedatangan Donyell Malen, tentu saja. Namun, terlepas dari performa tersebut atau mungkin karena performa tersebut, Matias Soule bisa saja terancam dilepas karena aturan Financial Fair Play (FFP) musim panas ini.
Dengan Roma menghadapi target keuntungan modal sebesar 80 juta euro yang harus dipenuhi paling lambat 30 Juni. Sehingga klub harus mengambil beberapa keputusan sulit musim panas ini. Menurut kabar yang terbaru, Matias Soule termasuk di antara beberapa pemain yang mungkin akan dikorbankan klub untuk tetap mematuhi pedoman FFP. Soule saat ini bergabung dengan Evan Ndicka, Manu Koné, Mile Svilar, dan Niccolo Pisilli.
Banyak yang berspekulasi bahwa Matias Soule bisa pindah ke luar negeri, karena saat ini ia diminati oleh beberapa klub Liga Inggris yang tidak disebutkan namanya. Ini bukan hal baru bagi penggemar AS Roma, tentu saja, tetapi Matias Soule adalah sosok penghubung yang sangat penting. Hal tersebut tentu saja akan menjadi pil pahit yang sulit ditelan bagi Giallororssi dan penggemarnya.
Gian Piero Gasperini Ingin Paulo Dybala Tetap di Roma
Seperti kabar terbaru, bos AS Roma Gian Piero Gasperini ingin Paulo Dybala tetap bertahan di klub. Setelah baru-baru ini keluar sebagai pemenang setelah perselisihan publik dengan legenda klub Claudio Ranieri, yang juga mengakibatkan pria berusia 74 tahun itu meninggalkan perannya sebagai penasihat senior di Olimpico, Gasperini sudah merencanakan untuk musim depan.
Paulo Dybala, yang bergelut dengan cedera sepanjang waktunya di ibu kota Italia, mengalami masalah lutut dan hamstring musim ini. Kembalinya dia ke lapangan baru-baru ini saat kemenangan Roma 2-0 atas Bologna mengakhiri masa absen hampir tiga bulan bagi pemain internasional Argentina itu.
Rekor cedera pemain berusia 32 tahun itu dan kurangnya produktivitas di depan gawang telah membuat Giallorossi enggan menawarkan kontrak baru yang sesuai dengan gaji pokoknya saat ini sebesar 12,96 juta euro per tahun. Tawaran gaji sebesar 8 juta euro telah dipertimbangkan.
Terlepas dari semua kendala tersebut, diyakini Gasperini melihat Dybala sebagai pemain penting yang dapat memberikan dampak ketika ia dalam kondisi fit. Meskipun kepindahan dari AS Roma belum dikonfirmasi, Paulo Dybala telah dikaitkan dengan kepindahan dari Eropa, dengan Boca Juniors disebut-sebut sebagai tujuan berikutnya.
Leandro Paredes, rekan senegara dan teman dekat Dybala, yang juga mantan rekan setimnya di AS Roma, baru-baru ini berbicara tentang keinginannya untuk melihat La Joya di La Bombonera, dan mengklaim bahwa itu juga merupakan keinginan Dybala. Ini adalah sesuatu yang Dybala singgung baru-baru ini, sambil memastikan bahwa tidak ada yang akan dikonfirmasi sebelum akhir musim ini.
Paredes dan istrinya selalu mendesak Paulo Dybala setiap hari, saya ingin bermain bersama lagi tetapi sekarang saya harus memikirkan AS Roma. Di akhir musim akan dilihat apa yang terjadi pada keputusan Paulo Dybala.
