Kehidupan Taufik Hidayat yang Penuh Dengan Kekejaman dan Ketidakstabilan
Taufik Hidayat, pria yang terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang wanita di Bandung, memiliki riwayat kehidupan yang sangat memprihatinkan. Mantan istrinya, Susi, akhirnya membuka suara tentang kehidupannya bersama Taufik. Dari keterangannya, terungkap bagaimana Taufik dikenal sebagai sosok yang temperamental dan sering melakukan kekerasan terhadap orang-orang di sekitarnya.
Kenalan dengan Taufik Hidayat
Susi mengaku kenal dengan Taufik pada tahun 2015 saat dirinya lulus sekolah SMA. Saat itu, ia diajak tinggal bersama Taufik di sebuah kosan di kawasan Ujung Berung. “Orangtuaku percaya, soalnya dia omongannya baik,” ujarnya dalam sebuah podcast.
Pada awal hubungan, Susi mengaku diajak berhubungan layaknya pasangan suami istri. Namun, jika ia menolak, Taufik akan marah dan membanting barang di sekitarnya. “Kalau misalkan dia ‘minta’, suka marah-marah kalau nggak ini gitu. Suka banting helm sama sepatu,” tutur Susi.
Perkawinan yang Singkat dan Penuh Masalah
Selama empat bulan berpacaran, Susi dan Taufik menikah. Namun, pernikahan mereka hanya bertahan selama dua minggu saja. Menurut Susi, Taufik kerap membesar-besarkan masalah kecil dan cemburuan berlebihan. “Kalau masalah kecil tuh digede-degein, cemburuan banget,” ujarnya.
Selain itu, Taufik juga sering meminta kembali mas kawin dan cincin tunangannya saat sedang marah. “Jadi kalau misalkan marah, ‘sini mas kawin’. Sering kayak gitu. Jadi cincin tunangan sama mas kawin dibawa semua. Pas nikah dikasih emas 10 gram,” tambahnya.
Karena tidak tahan dengan perilaku Taufik, Susi akhirnya meminta untuk dipulangkan ke rumah orangtuanya. “Trus pas hamil mohon-mohon, pulangin ke rumah,” katanya.
Pengabaian Anak dan Nafkah
Dari pernikahan mereka, keduanya dikaruniai seorang anak yang kini berusia 10 tahun. Namun, Taufik tidak pernah memberikan nafkah kepada anak tersebut. Bahkan, ia hanya melihat anaknya dua kali selama 10 tahun. “Gak pernah nengok, emang pernah ada sekali, dalam waktu 10 tahun cuma ditengok 2 kali. Tidak membiayai,” kata Susi.
Anak Taufik kini dirawat sendiri oleh ibunya. Semua kebutuhan anak dipenuhi oleh Susi yang bekerja di pabrik. “Gak, ada sekali (nengok anak). dua kali setahu saya (dalam waktu 10 tahun). Gak ada (nafkah anak). Kerja di pabrik,” tambahnya.
Khawatir Dampak Negatif bagi Anak
Atas kasus penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki, Susi khawatir akan membawa dampak negatif bagi mental anaknya. “Takutnya jadi pikiran anak, mentalnya, takut,” ujarnya.
Anak Taufik pun mengetahui bahwa ayahnya adalah pria yang tega memotong bibir wanita di Bandung. Namun, menurut Susi, sang anak tidak bereaksi apapun. “Tahu (kasusnya). Gak (murung). Gak (nanyain),” katanya.
Penangkapan Taufik Hidayat
Taufik Hidayat berhasil ditangkap polisi di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia diringkus pada pukul 18.30 WIB, Selasa (23/6/2026).
Akibat tindakan keji tersebut, korban mengalami luka permanen pada sekujur tubuh. Mulai dari kepala yang infeksi, mata tidak bisa melihat, hidung bengkok, bibir dipotong, gigi rontok, sampai lutut yang dibacok.
Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, setelah melakukan tindakan keji itu, Taufik kabur ke sejumlah daerah. “Sempat pergi ke Tangerang. Pelaku itu merasa bahwa Tangerang tempat yang aman. Tapi, di sana dia bingung dan merasa tak aman hingga kembali lagi ke Jabar,” katanya.
Selama pelarian, Taufik merasa takut dan curiga pada setiap orang. “Kami sempat menanyakan ke Taufik ini dan dia mengaku merasa takut, curiga sama semua orang, dan tak tahu mau ke mana hingga akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap,” katanya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menekankan bahwa Taufik ditangkap, bukan menyerahkan diri. “Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap di sekitar Bandung Raya,” katanya.
