Persebaya Surabaya Tampil Mengesankan di Babak Pertama
Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta dalam pekan ke-18 Super League 2025/2026 berjalan sangat ketat dan intens. Dengan gol yang dicetak oleh Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas, Persebaya Surabaya berhasil memperoleh kemenangan 1-0 atas lawannya di Stadion Sultan Agung, Minggu (25/1). Gol tersebut menjadi momen penting dalam laga yang penuh dengan tekanan dan permainan cepat.
Tekanan Awal dari PSIM Yogyakarta
PSIM Yogyakarta langsung menunjukkan dominasi mereka sejak awal pertandingan. Pada menit ke-7, Jose Pedro Magalhaes Valente mencoba melepaskan tembakan yang mengancam gawang Persebaya Surabaya. Tekanan berlanjut pada menit ke-9 saat Norberto Ezequiel Vidal menciptakan peluang dari sisi depan kotak penalti. Fahreza Sudin juga turut serta dalam ancaman, meskipun sepakannya masih diblok oleh bek Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya tidak tinggal diam. Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencoba peruntungannya pada menit ke-11, namun tembakannya masih mampu dibendung barisan pertahanan PSIM. Upaya serupa dilakukan Bruno Moreira Soares di menit ke-16, tetapi sepakan pemain Brasil itu juga belum menemui sasaran setelah diblok bek PSIM Yogyakarta.
Penekanan Berkelanjutan
PSIM kembali menekan lewat Nermin Haljeta pada menit ke-23. Tembakannya dari dalam kotak penalti kembali kandas setelah mengenai pemain bertahan Persebaya Surabaya. Laga sempat berlangsung keras dan penuh duel fisik. Pada menit ke-28, wasit mengganjar kartu kuning untuk Leonardo Silva Lelis akibat pelanggaran yang memotong serangan PSIM.
Di menit ke-30, lini pertahanan Persebaya Surabaya menghadapi fase sibuk. Norberto Ezequiel Vidal melepaskan tembakan yang melenceng tipis, disusul peluang dari Rahmatshoh Rahmatzoda yang menciptakan kesempatan berbahaya. Di tengah tekanan PSIM, Persebaya Surabaya justru menemukan celah yang menentukan. Pada menit ke-34, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencetak gol pembuka untuk Persebaya Surabaya.
Gol Pembuka yang Mengubah Jalannya Laga
Gol itu berawal dari kreasi Bruno Moreira Soares yang mengirimkan assist matang. Gali Freitas menuntaskannya dengan tembakan tepat sasaran yang tak mampu dihalau kiper Cahya Supriadi. Momen tersebut menjadi titik balik jalannya pertandingan. Keunggulan 1-0 membuat Persebaya Surabaya tampil lebih tenang dan disiplin dalam menjaga ritme permainan.
Setelah gol, Persebaya Surabaya kembali mengancam lewat Francisco Israel Rivera Davalos pada menit ke-40. Tembakannya mengarah ke gawang dan memaksa PSIM bertahan lebih dalam. Pada menit yang sama, Milos Raickovic juga mencatatkan peluang setelah menciptakan kesempatan dari lini kedua. Tekanan beruntun ini menunjukkan efektivitas skema serangan racikan Bernardo Tavares.
Respons Cepat dari PSIM Yogyakarta
PSIM berusaha merespons dengan cepat. Corfe Deri Antony melepaskan tembakan pada menit ke-40, namun kembali diblok oleh bek Persebaya Surabaya. Norberto Ezequiel Vidal menjadi motor serangan PSIM di sisa babak pertama. Ia dua kali melepaskan tembakan pada menit ke-41 dan 43, namun keduanya belum menemui sasaran. Fahreza Sudin ikut mencatatkan peluang pada menit ke-43 setelah menciptakan ruang tembak. Namun solidnya lini belakang Persebaya Surabaya membuat peluang tersebut tak berbuah gol.
Tambahan waktu dua menit diberikan di akhir babak pertama. Pada menit 45+1, Corfe Deri Antony kembali mencoba peruntungannya, tetapi tembakannya masih melenceng dari target. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Persebaya Surabaya 1-0 atas PSIM Yogyakarta. Gol Gali Freitas menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan intens.
Susunan Pemain dan Strategi Taktis
Susunan pemain menunjukkan kekuatan penuh dari kedua tim sejak awal laga. PSIM Yogyakarta menurunkan Cahya Supriadi di bawah mistar dengan dukungan lini belakang Reva Adi Utama dan M. Rendra Teddy Wijanarko. Di lini tengah, Andy Setyo Nugroho dan Raka Cahyana Rizky menopang pergerakan Rahmatshoh Rahmatzoda serta Jose Pedro Magalhaes Valente. Trio Corfe Deri Antony, Fahreza Sudin, dan Norberto Ezequiel Vidal mengalirkan bola ke Nermin Haljeta di lini depan.
Persebaya Surabaya mengandalkan Ernando Ari Sutaryadi sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi Arief Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Leonardo Silva Lelis, dan Jefferson Junio Antonio Da Silva. Bernardo Tavares meramu lini tengah dengan Toni Firmansyah dan Milos Raickovic. Trio Bruno Moreira Soares, Francisco Israel Rivera Davalos, dan Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas menopang Malik Risaldi di lini serang.
Konsistensi Persebaya Surabaya
Keunggulan ini menegaskan ketajaman Persebaya Surabaya di bawah arahan Bernardo Tavares. Efektivitas serangan dan disiplin bertahan kembali menjadi ciri khas Green Force musim ini. Gol Gali Freitas menjadi bukti racikan taktik Bernardo Tavares terus gacor. Persebaya Surabaya pun membawa modal penting untuk menjaga konsistensi di Super League 2025/2026.





