Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten 2026 di Universitas Teknokrat Indonesia

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menjadi lokasi pelaksanaan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI selama dua hari di Kampus Teknokrat.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dosen dan pengelola kekayaan intelektual (KI) dalam menyusun dokumen permohonan paten. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong agar hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat memperoleh perlindungan KI dan dikembangkan hingga memberi manfaat bagi masyarakat serta industri.

Nuansa Budaya Lampung dalam Pembukaan

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Teknokrat. Nuansa budaya Lampung hadir melalui tarian pembukaan “Dendang Besambut” serta penyambutan para pejabat dan narasumber dengan prosesi Sekapur Sirih sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih atas kepercayaan pemerintah kepada UTI untuk menjadi tuan rumah kegiatan strategis berskala nasional tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi.

“Ini momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi di bidang riset dan inovasi. Teknokrat berkomitmen membangun budaya riset, inovasi, kreativitas, dan hilirisasi. Kami mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan invensi yang dapat dipatenkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Nasrullah.

Capaian UTI di Bidang Kekayaan Intelektual

Nasrullah memaparkan sejumlah capaian UTI di bidang kekayaan intelektual. Dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia baru-baru ini meraih penghargaan paten dari Kementerian Hukum RI melalui inovasi “Komposer Cerdas” di bidang pertanian dan lingkungan. Inovasi tersebut juga telah dipamerkan dalam Expo KSTI 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih Juara Nasional PIMPI 2025.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., Plt. Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemendiktisaintek RI. Adhi menegaskan bahwa hasil riset perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah. Kekayaan intelektual, khususnya paten, harus diarahkan agar memiliki dampak nyata dan berpeluang dikomersialkan.

“Kekayaan intelektual harus berdampak. Paten tidak hanya untuk perlindungan hukum, tetapi harus bisa dikomersialkan dan memberi solusi nyata bagi industri dan masyarakat,” tegasnya.

Penguatan Ekosistem Riset

Adhi menjelaskan bahwa penguatan ekosistem riset menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan perguruan tinggi. Dosen didorong semakin aktif melakukan riset dan menghasilkan karya yang memiliki nilai inovasi, sementara perguruan tinggi perlu membangun ekosistem yang mendukung lahirnya berbagai inovasi.

Pemerintah, lanjutnya, juga memberikan dukungan mulai dari pendanaan riset hingga proses pengujian sesuai karakteristik inovasi. Untuk bidang kesehatan, misalnya, dukungan dapat mencakup uji praklinis hingga klinis. Sementara untuk aplikasi digital dapat dilakukan melalui tahapan pengujian seperti alfa dan beta.

Selain itu, pemerintah berupaya membangun jembatan antara pemilik paten dengan dunia industri dan investor sehingga hasil riset memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke tahap hilirisasi. Kerja sama internasional juga menjadi bagian dari strategi penguatan riset melalui program kemitraan yang diharapkan dapat memperluas jaringan peneliti sekaligus membuka peluang kolaborasi.

Adhi turut menekankan tiga jalur hilirisasi yang perlu diperkuat, yakni mendorong teknologi yang telah tersedia di lingkungan kampus, menjawab kebutuhan industri, serta mengembangkan inovasi bersama pemerintah daerah.

Peserta Belajar dari Teori hingga Praktik Penulisan Paten

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi dari sejumlah pakar nasional yang memiliki kompetensi di bidang paten dan kekayaan intelektual. Materi pertama mengenai Sistem Administrasi dan Tata Cara Permohonan Paten disampaikan oleh Drh. I Ketut Mudite Adnyane, S.KH., M.Si., PhD, AHVet.(K) dari Institut Pertanian Bogor.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Penelusuran Informasi Paten untuk Patentabilitas yang disampaikan oleh Prof. Dr. tech. Ir. Suyitno, S.T., M.T. dari Universitas Sebelas Maret. Materi mengenai Metode Penulisan Dokumen Spesifikasi Paten disampaikan oleh Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng. dari Universitas Indonesia.

Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga mengikuti praktik penulisan deskripsi paten yang didampingi Tim Fasilitator Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan. Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada finalisasi dan evaluasi hasil penyusunan deskripsi paten. Peserta juga menyampaikan kesan dan pengalaman selama mengikuti pelatihan.

Pelatihan ini diikuti dosen serta pengelola kekayaan intelektual dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sejumlah perguruan tinggi yang mengirimkan peserta antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Sriwijaya (Unsri), ITN Malang, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Turut hadir Tim Hilirisasi Riset dan Industri Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan serta jajaran pimpinan dan dosen Universitas Teknokrat Indonesia.

Penutupan dan Simbol Kolaborasi

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol apresiasi dan penguatan kolaborasi. Rektor Universitas Teknokrat Indonesia menyerahkan batik Lampung karya mahasiswa kepada Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, begitu pula sebaliknya.

Foto bersama seluruh peserta dan jajaran pimpinan menjadi penanda berakhirnya pelatihan sekaligus menguatkan komitmen bersama untuk mendorong riset perguruan tinggi menjadi inovasi yang terlindungi secara hukum, memiliki nilai ekonomi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah pelatihan, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun ekosistem inovasi nasional dari riset, perlindungan paten, hingga hilirisasi dan pemanfaatan hasil inovasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version