Ringkasan Berita
Teks misa sore lengkap renungan harian Katolik untuk Minggu VII pekan Paskah tahun A. Teks misa sore disiapkan untuk hari Minggu Komunikasi Sedunia tahun A dengan warna liturgi putih. Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Mari simak teks misa sore Minggu 17 Mei 2026. Teks misa sore lengkap renungan harian Katolik untuk Minggu VII pekan Paskah tahun A. Teks misa sore disiapkan untuk hari Minggu Komunikasi Sedunia tahun A dengan warna liturgi putih. Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
PERAYAAN MISA
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini kita merayakan Minggu Ketujuh dalam Masa Paskah. Kita juga merayakan Hari Minggu Komunikasi Sedunia, dengan tema ‘Menjaga Suara dan Wajah Manusia’. Kita diajak untuk membina relasi personal yang baik di tengah tantangan kecerdasan buatan (AI). Teknologi digital tidak boleh mengganggu hubungan yang terdalam antarpribadi. Bacaan-bacaan yang akan kita dengarkan mengajak kita untuk tekun berdoa dan sabar dalam hidup kita. Dalam bacaan pertama, kita akan dengarkan kisah para murid Yesus yang berdoa bersama Bunda Maria menantikan Roh Kudus. Dalam bacaan kedua, kita akan mendengarkan wejangan rasul Petrus agar kita sabar menghadapi tantangan dunia ini. Dia mengajak kita untuk tidak malu menderita karena iman kita. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan doa Yesus bagi para murid-Nya agar Bapa di surga melindungi mereka. Kita pun dilindungi oleh Tuhan ketika kita setia menghayati iman kita. Semoga kita pun tekun berdoa, karena doa adalah cara kita berkomunikasi atau cara kita bertemu dan berbicara dengan Tuhan, yang adalah pemilik kehidupan kita. [hening sejenak]
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, terutama karena kita kurang meluangkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah Bapa Mahamulia, utuslah Roh Kudus untuk menjadikan kami rumah doa bagi Putra-Mu, Yesus Kristus, sehingga kami dapat mendengarkan suaraNya dengan hati yang terbuka. Semoga kami semakin mampu untuk berkomunikasi dengan-Mu dan mengkomunikasikan Sabda-Mu kepada sesama dan dunia kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra=Mu dan Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Bapa, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Bacaan dibacakan dari Alkitab]
07. BACAAN PERTAMA (Kis. 1:12-14)
L : Bacaan dari Kisah Para Rasul.
Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Mzm. 27:1)
Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan, di negeri orang-orang yang hidup.
Mzm. 27:1,4,7-8a
TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Refren)
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Refren)
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. (Refren)
09. BACAAN KEDUA (1 Ptr. 4:13-16)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus
Saudara-saudari, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaanNya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA (Yoh. 14:18)
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu,* Aku datang akan kembali kepada-Mu.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Yoh. 17:1-11a)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Dalam Perjamuan terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milikMu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Bacaan Injil yang kita dengarkan di hari ini berbicara tentang doa Yesus agar para murid-Nya dijaga dari ancaman dunia. Kata yang seringkali muncul dalam bacaan ini adalah kemuliaan. Pertama, Yesus memuliakan Bapa. Yesus datang ke dunia untuk menunjukkan kemurahan hati Bapa. Ia mengkomunikasikan kepada manusia bahwa Tuhan sangat mencintai mereka. Yesus pun melaksanakan semua yang diperintahkan Bapa kepada-Nya. Melalui kata dan perbuatan-Nya, Yesus menampakkan kemuliaan Tuhan. Tuhan itu agung dan mulia karena Ia mengasihi manusia, apapun sikap dan tindakan manusia kepada-Nya. Yang diinginkan Tuhan adalah agar manusia itu selamat. Kita pun bisa memuliakan Tuhan dengan hidup kita. Hal ini bisa terjadi kalau kita sendiri melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita. Hidup yang diinspirasi dan dijiwai oleh perintah Tuhan adalah hidup yang menampakkan kebaikan. Dengan cara ini, kita juga menegakkan martabat kemanusiaan kita karena kita menjadi orang yang baik. Karena itu, mari kita dekatkan diri kepada Tuhan agar kita mampu mendengarkan Sabda-Nya dengan baik dan menghayatinya dengan penuh konsekuen dalam hidup harian kita.
Kedua, Yesus dipermuliakan oleh para murid. Yesus berada bersama para murid-Nya. Ia mengasihi mereka sepenuh-penuhnya. Ia juga mengkomunikasikan rencana keselamatan Tuhan kepada mereka. Intinya, Ia mencurahkan seluruh hidup-Nya bagi keselamatan manusia. Tindakan seperti inilah yang memuliakan diriNya. Komitmen terhadap tugas membuatnya dimuliakan. Dengan ini, Yesus mengajarkan kita untuk setia pada tugas perutusan kita. Jika kita menjadi sopir, baiklah kita menjadi sopir yang baik. Jika kita menjadi guru, hendaklah dengan tabah mengajar dan membimbing para murid dengan baik. Apapun profesi kita, jika kita jalani dengan setia, tekun, dan sabar, maka kita akan menjadi orang yang sangat dedikatif, karena kita melakukan tugas-tugas kita dengan sepenuh hati. Kita memainkan peran yang kecil, tetapi jika itu dilakukan dengan sepenuh hati, kita menginspirasi banyak orang lain untuk setia pada tugas mereka. Sekecil apapun peran kita, kita tetap memberikan sumbangan bagi kehidupan dan keselamatan dunia. Mari kita memuliakan Tuhan dengan setia dan sepenuh hati melaksanakan tugas-tugas perutusan kita.
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Yesus secara khusus berdoa bagi murid-murid-Nya dan menyerahkan mereka ke dalam penyertaan Allah Bapa. Marilah kita panjatkan doa-doa kepada Bapa melalui perantaraan-Nya.
P : Ya Bapa, sertailah para pemimpin Gereja yang secara aktif mengusahakan dan menyuarakan perdamaian dunia, sehingga terciptalah kerukunan antar umat manusia. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P : Ya Bapa, semoga para pemimpin bangsa mau terbuka dan mendengarkan aspirasi dari segala lapisan masyarakat. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P : Ya Bapa, semoga mereka yang berkarya dalam bidang komunikasi, baik media cetak maupun elektronik dapat mewartakan kebenaran secara bertanggung jawab. Semoga semua yang bergerak di bidang komunikasi dan media massa, dapat menjunjung tinggi kebenaran demi kebaikan umat manusia dan tidak memanipulasi media komunikasi demi kepentingan pribadi atau golongan. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P : Di Hari Minggu Komunikasi Sedunia ini, kita memohonkan rahmat kebijaksanaan agar kita bisamemanfaatkan sarana-sarana komunikasi modern dengan penuh tanggungjawab. Semoga kita juga semakin meningkatkan komunikasi pribadi kita dengan Tuhan. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Ya Tuhan, demikianlah doa-doa permohonan kami. Kabulkanlah demi Kristus Pengantara kami.
U : Amin
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].
16. DOA PUJIAN (Masa Paskah)
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.
P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, alleluya.
U : Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, alleluya.
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, alleluya.
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan terceraiberai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, alleluya.
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, alleluya.
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, alleluya.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah]
Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ———————————————————————————————-
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah
20. MENDOAKAN MAZMUR 1
[lalu mendoakan Mzm 1, sedapat mungkin bersamasama. Yang ada Alkitab, bisa membuka Mzm 1]
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari, Yesus Kristus telah bersabda agar kita, murid-murid-Nya, tetap tabah dan sabar dalam ziarah hidup kita di dunia ini sampai kedatanganNya kembali dalam kemuliaan-Nya. Marilah kita meneguhkan iman dan harapan kita dengan terang cahaya Paskah, serta memabgikan Rahmat Paskah bagi keluarga, masyarakat, negara, dan bagi Gereja Semesta demi pengembangan Kerajaan Allah. Patutlah kita bersukacita dalam nama Yesus. Dia yang bertahta di sisi kanan Bapa senantiasa memberkati kita dengan damainya.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, melalui Yesus Putra-Mu, Engkau telah mengajarkan kami untuk berkomunikasi dengan baik demi keselamatan iman kami. Yesus Putra-Mu juga mengajarkan kami cara berkomunikasi dengan Dikau. Semoga Yesus, Sabda Kebenaran dan Kasih, membantu kami berkomunikasi secara bebas, bersih, dan ramah dengan Dikau dan sesama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami.
U : Amin
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai, Alleluia, Alleluia.
U : Syukur kepada Allah, Alleluia, Alleluia.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP
