Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengumumkan rencana peluncuran Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini merupakan inisiatif baru dari pemerintah provinsi yang bertujuan untuk menciptakan institusi pendidikan unggulan dengan fokus pada nilai akademik dan prestasi non-akademik.
Sekolah Maung akan melibatkan sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Secara detail, terdapat 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang akan menjadi bagian dari program ini.
Tujuan utama dari Sekolah Maung adalah untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja masa depan. Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa sekolah ini tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada prestasi di bidang olahraga, seni, serta industri kreatif.
“Dua hal, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ. Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif fokusnya kelasnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni,” ujarnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa program ini tidak membangun sekolah baru, tetapi mengoptimalkan sekolah-sekolah yang sudah ada dan dikenal sebagai sekolah favorit. Contohnya seperti SMAN 3 Bandung atau SMAN 1 Subang. Sekolah-sekolah tersebut akan menjadi tempat bagi siswa yang memiliki prestasi di berbagai bidang.
Pemprov Jabar juga akan menambahkan fasilitas pendukung seperti ruang kelas, teknologi pengajaran, serta meningkatkan kualitas guru. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa kurikulum Sekolah Maung akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Struktur Kelas dan Rekrutmen Siswa
Setiap kelas di Sekolah Maung akan diisi maksimal 32 siswa. Sementara itu, para guru akan mengikuti peningkatan kompetensi sesuai bidang masing-masing.
“Spesifik mata pelajaran itu nanti disesuaikan kebutuhan. Ini sekolah kan keunggulannya nanti akan dibuat lewat kurikulumnya,” ujarnya.
Rekrutmen siswa akan dilakukan dengan sistem SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), namun ditambahkan seleksi prestasi non-akademik. “Rekrutmennya nanti ada yang akademik dan non-akademik. Nanti akan diatur pakai peraturan gubernur. Tujuan Sekolah Maung ini kan kita ingin melayani mereka yang mempunyai prestasi untuk bisa dilayani sesuai dengan potensi mereka,” tambahnya.
Tujuan Utama Sekolah Maung
Sistem Sekolah Maung dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di masa depan. Rencananya, program ini akan diterapkan secara bertahap di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Adapun tiga tujuan utama dari rencana Sekolah Maung antara lain:
Menciptakan pendidikan yang lebih adaptif dan kompetitif
Memberikan ruang bagi siswa berbakat di berbagai bidang
* Menjadi terobosan pendidikan berbasis potensi, bukan sekadar nilai
Dengan adanya sistem baru ini, diharapkan para siswa dapat lebih leluasa dalam membangun kreativitas dan potensi sedini mungkin. Gagasan Dedi Mulyadi tentang Sekolah Maung ini mendapat respon positif dari publik.






