Kebiasaan Kerja yang Berbeda dari Budaya “Grind Culture”

Di tengah dominasi budaya kerja ekstrem di Silicon Valley, salah satu pendiri Netflix, Marc Randolph, memilih untuk menjalani ritme kerja yang lebih sehat. Saat banyak talenta teknologi mengadopsi pola kerja “996” (9 pagi hingga 9 malam, 6 hari seminggu), ia percaya bahwa kerja keras tidak harus berarti bekerja hingga larut malam atau mengorbankan seluruh waktu pribadi.

Ritual Setiap Selasa Pukul 17.00

Selama tiga dekade, Marc Randolph memegang teguh ritual setop bekerja setiap Selasa pukul 17.00. Tidak peduli apa pun yang terjadi, ia menghentikan semua aktivitas kerja dan menghabiskan malam bersama sahabatnya. Tidak ada rapat mendadak, telepon penting, atau masalah bisnis yang boleh melompati batas waktu tersebut. Baginya, ritual ini menjaga kewarasan, memperbarui energi, dan justru membantunya bekerja lebih baik di sisa pekan.

Budaya “Grind Culture” di Silicon Valley

Budaya “grind culture” atau “hustle culture” saat ini sangat umum di Silicon Valley. Banyak talenta teknologi mengadopsi pola kerja yang sangat keras untuk mencapai hasil maksimal. Salah satu ukuran kerja keras adalah bekerja hingga larut malam. Seseorang normalnya bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore (9 to 5) selama lima hari. Dalam budaya “grind culture”, seseorang bisa bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam selama enam hari.

Perbedaan Pendekatan Marc Randolph

Di tengah tren ini, Marc Randolph memilih jalan berbeda. Ia memutuskan untuk berhenti bekerja tepat pada pukul 17.00 setiap hari Selasa. Selama lebih dari tiga puluh tahun, ia memiliki batas waktu yang ketat pada hari Selasa. Hujan atau cerah, ia pulang tepat pukul 5 sore dan menghabiskan malam bersama sahabat terbaiknya. Mereka akan menonton film, makan malam, atau sekadar berbelanja di pusat kota bersama.

Tidak ada panggilan penting, rapat mendadak, atau krisis yang bisa mengganggu ritual ini. Bagi Randolph, momen Selasa petang bukan soal “me time” sesaat, melainkan blok “waktu suci” yang didedikasikan bagi hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, seperti membangun startup, membaca data-data pengguna atau rekomendasi algoritma.

Keuntungan dari Ritual Ini

Ia mengatakan, “Selasa malam itu membuat saya tetap waras, dan membantu saya menyelesaikan sisa pekerjaan.” Ritual ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi banyak pemimpin perusahaan di era “grind culture” yang menganggap sukses wajib berkorban siang-malam.

Langkah Randolph menawarkan refleksi alternatif, bahwa pertumbuhan bisnis tidak selalu harus sejajar dengan kelelahan. Ia mengingatkan bahwa menjaga keseimbangan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang berulang saban minggu.

Pengalaman Awal di Netflix

Randolph memulai kariernya dengan Netflix saat perusahaan masih menyewakan DVD dan belum menjadi raksasa streaming. Di tengah tekanan membangun model bisnis disruptif, ia tetap mempertahankan batasan waktu kerja Selasa pukul 17.00 sebagai sesuatu yang tidak bisa diganggu.

Dalam sebuah sesi tanya jawab, ia pernah berujar bahwa jika ada masalah pada Selasa sore, maka harus diselesaikan sebelum jam lima.

Pandangan Lain tentang Keseimbangan Kerja

Andrew Feldman, pendiri produsen chip AI Cerebras, bahkan menilai konsep work-life balance tidak relevan bagi mereka yang mengejar performa puncak. Di sisi lain, suara berbeda datang dari para tokoh senior industri. Jamie Dimon dari JPMorgan menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik sebagai bagian dari perjalanan karier jangka panjang.

CEO Whole Foods, Jason Buechel, juga menerapkan batas kerja yang jelas dan mendorong karyawan menggunakan cuti berbayar sepenuhnya, sebagai upaya memastikan produktivitas tidak harus dibeli dengan kelelahan.

Kesimpulan

Saat sebagian besar pemimpin menjual narasi tidur lima jam atau “grind nonstop,” Randolph memilih membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa korbankan kesehatan dan kebahagiaan pribadi. Dengan cara ini, ia menunjukkan bahwa kesuksesan bisa dicapai tanpa harus mengorbankan keseimbangan hidup.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version