Penangkapan Tiga Pelaku Curanmor dengan Tindakan Tegas
Pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Kota Surabaya berakhir dengan tindakan tegas terhadap tiga pelaku. Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penembakan di tempat terhadap para tersangka setelah mereka mencoba melawan dan kabur saat ditangkap.
Identitas Pelaku yang Ditangkap
Ketiga tersangka memiliki inisial H (40), ASA (36), dan AE (33). Mereka berasal dari berbagai wilayah, yaitu H merupakan warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura; ASA berasal dari Kelurahan Simomulyo, Surabaya; sedangkan AE tinggal di Simo Jawar, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.
Aksi Komplotan yang Menghebohkan
Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, menjelaskan bahwa komplotan ini dikenal sangat lincah dalam menjalankan aksinya. Berdasarkan catatan kepolisian, mereka telah melakukan aksi di lima lokasi berbeda hanya dalam waktu dua bulan, yakni Mei hingga Juni 2026.
Beberapa lokasi kejadian yang menjadi TKP antara lain:
- Darmo Permai
- Wiyung, yang sempat viral karena pelaku menggunakan helm merah
- Darmo Park, Kecamatan Sukomanunggal
- Kecamatan Lakarsantri
Pengintaian Selama Empat Hari
Keberhasilan pengungkapan ini berawal dari hasil identifikasi rekaman CCTV, keterangan saksi, serta informasi intelijen. Petugas berhasil menemukan sebuah kamar kos di kawasan Margomulyo, Surabaya, yang sering digunakan sebagai titik kumpul para pelaku sebelum melakukan aksinya.
Dalam menjalankan aksinya, ketiga tersangka tergabung dalam satu kelompok terstruktur dan sering berganti peran saat mengeksekusi motor korban.
Anggota polisi melakukan pengintaian secara ketat dan sabar selama tiga hari. Pada hari keempat, petugas melihat tanda-tanda pergerakan yang mencurigakan dari para tersangka.
Tindakan Tegas Terhadap Pelaku
Saat meyakini ketiga target berada di dalam kamar kos, petugas langsung melakukan penyergapan rahasia. Namun, alih-alih menyerah, komplotan ini justru mencoba kabur dan melawan petugas. Akibat tindakan membahayakan tersebut, polisi terpaksa melepaskan tembakan tegas terukur ke arah kaki pelaku.
Penyidikan Lanjutan dan Pengembalian Motor Korban
Setelah diterjang peluru, ketiga pelaku langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini, mereka telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolrestabes Surabaya guna menjalani pemeriksaan intensif.
Dari penangkapan ini, petugas mengamankan beberapa barang bukti penting, seperti beberapa unit ponsel, setelan pakaian yang digunakan saat beraksi, helm (termasuk helm merah yang viral), serta kunci T yang telah dimodifikasi sebagai alat perusak rumah kunci motor.
Kombespol Luthfie menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Fokus penyidikan kini diarahkan untuk membongkar jaringan penampung barang curian tersebut.
“Kami akan terus mengejar dan menangkap pihak penadah tempat mereka menjual kendaraan hasil curian selama ini. Kami lakukan penindakan tegas, dan kendaraan yang berhasil diamankan akan segera kami kembalikan kepada para pemilik sahnya,” ujar Kapolrestabes Surabaya.
