Timnas Putri Indonesia Kembali ke Tanah Air Setelah Juara AFF Putri 2026
Tim Nasional (Timnas) Putri Indonesia kembali ke Tanah Air setelah berhasil memenangkan turnamen AFF Putri 2026. Kedatangan mereka disambut oleh masyarakat dan pejabat sepak bola nasional, yang mengapresiasi prestasi luar biasa yang telah diraih.
Penerbangan dan Kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta
Berdasarkan pantauan, rombongan Timnas Putri Indonesia tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (23/7/2026). Mereka menaiki maskapai Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH725. Rombongan berangkat dari Bandara Kuala Lumpur pada pukul 17.50 WIB dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 19.05 WIB.
Dengan mengenakan celana training hitam, kaos, dan jaket Timnas Indonesia, kapten Safira Ika bersama rekan-rekannya keluar dari Terminal 3 pada pukul 20.20 WIB. Mereka sambil mendorong troli berisi tas ransel, koper, dan barang lainnya, menyusuri pelataran terminal bersama jajaran pelatih dan ofisial.
Sejumlah petugas pengamanan terpantau sigap mengawal jalur ketibaan para pemain hingga keluar area terminal bahkan masuk dalam kendaraan untuk pulang.
Sambutan dari Sekjen PSSI
Ketibaan rombongan Timnas Putri Indonesia disambut oleh Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi bersama jajarannya. Rombongan pemain mendapat salam sambutan dan pesan ungkapan selamat yang dititipkan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
“Ketua PSSI meminta saya dan exco menjemput anak-anak sebagai bentuk apresiasi karena mereka telah memberikan yang terbaik untuk Timnas Putri Indonesia tadi malam setelah juara di Kuala Lumpur Malaysia,” ujar Yunus saat diwawancarai.
Hasil Final dan Performa Timnas Putri
Keberhasilan Timnas Putri Indonesia mempertahankan gelar juara Piala AFF dua edisi berturut-turut usai mempermalukan Laos lima gol tanpa balas pada laga final yang digelar di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/7/2026) kemarin.
Keran gol Timnas Putri dibuka oleh Sydney Hopper pada menit ke-33 dan Isabelle Nottet saat baru menjalani tiga menit babak kedua pertandingan. Indonesia memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat ketajaman Estella Loupatty pada menit ke-55. Tambahan kemenangan meyakinkan tim Merah Putih dicetak oleh Felicia de Zeeuw menit 67 serta Emily Nahon yang ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-83.
Performa Selama Turnamen
Sepanjang turnamen, Timnas Putri Indonesia tampil superior dengan mencetak 10 gol dari empat laga tak terkalahkan dan hanya kebobolan satu gol oleh Kamboja.
“Hasil ini jadi kebanggaan tersendiri karena anak-anak sudah memberikan yang terbaik untuk sepakbola putri Indonesia dan ini yang kami jaga karena beberapa waktu ke depan mereka ada beberapa agenda yang tentu diharapkan mereka bisa memberikan prestasi lagi untuk Indonesia,” ungkapnya.
Tiket Menuju AFF Women’s Championship 2027
Dengan hasil ini, Indonesia menjadi tim pertama yang mampu meraih gelar back to back di Piala AFF Wanita yang diikuti enam negara yaitu Indonesia, Laos, Malaysia, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste.
Keberhasilan anak asuh Satoru Mochizuki mempertahankan gelar juara turut memberi Indonesia tiket menuju AFF Women’s Championship 2027 bersama Laos dan Singapura yang finis peringkat dua serta ke tiga dalam perhelatan tersebut.
Persiapan untuk ASEAN Women’s Championship 2027
Piala AFF Putri merupakan turnamen sepakbola putri paling rendah di Asia Tenggara. Ajang sesungguhnya yang akan dihadapi Timnas Putri Indonesia ialah ASEAN Women’s Championship 2027.
Kejuaraan yang masih dalam lingkup Asia Tenggara itu telah menghadirkan lima tim papan atas yakni Australia, Myanmar, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Lima negara tersebut telah lebih dulu mengamankan posisi setelah mencatatkan performa terbaik pada gelaran ASEAN Women’s Championship edisi 2025 lalu.
“Tahun depan mereka tampil di ASEAN Cup senior putri, maka dari itu kami rencanakan untuk di bulan Oktober ada Fifa match day tapi dilihat dulu apakah nanti akan ke negara lain atau gimana masih disiapkan dengan pelatih,” ungkapnya.
“Kami berharap mereka ini setidaknya empat besar di ASEAN Women’s Championship 2027 karena ada Thailand, ada Vietnam, Myanmar serta Filipina yang statusnya masih tim kuat di Asia Tenggara,” kata dia.
