Penunjukan Tiorita Surbakti sebagai Pelaksana Tugas Bupati Langkat
Pada Senin (6/7/2026), Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyerahkan surat keputusan yang menunjuk Wakil Bupati Langkat, Tiorita Surbakti, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat. Penunjukan ini dilakukan setelah Bupati Langkat Syah Affandi terjerat dalam kasus korupsi dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Surat keputusan tersebut diberikan sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bobby Nasution menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kemendagri untuk segera melaksanakan penunjukan Plt agar roda pemerintahan tetap berjalan normal.
“Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan Kemendagri langsung, kita diminta segera untuk melaksanakan (penunjukan Plt) agar berjalannya roda pemerintah tetap normal. Kami sudah menyerahkan Surat Keputusan untuk Wakil Bupati menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati,” jelas Bobby saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut.
Selain itu, Bobby juga menyampaikan pesan kepada para pegawai ASN di Pemprov Sumut, agar mereka menjadikan jabatan sebagai sarana melayani masyarakat, bukan hanya untuk memenuhi kepentingan pimpinan.
“Untuk Bu Tio, khusus untuk jabatan ASN jadikan ASN kerja untuk masyarakat bukan untuk pimpinan. Tanggung jawab mereka ke masyarakat, melaporkannya ke pimpinan. Jangan jadikan ASN memiliki dua pilihan, melayani masyarakat atau melayani pimpinan. Itu gak boleh terjadi. Itu sistem yang harus bisa diubah di Langkat,” ujarnya.
Usai menerima surat keputusan, Tiorita Surbakti mengatakan akan bekerja sebaik mungkin untuk melayani masyarakat.
“Sesuai arahan gubernur, saya akan berusaha lebih maju mencapai kepercayaan masyarakat lagi kepada kami. Tentunya, menegaskan ke seluruh OPD supaya menghindari korupsi tersebut. Kami akan berjuang lebih baik agar dapat kepercayaan masyarakat lagi,” jelasnya singkat usai bertemu dengan Bobby di Pemprov Sumut.
Profil Tiorita Surbakti, Wakil Bupati Langkat
Tiorita Surbakti lahir pada 29 Juni 1969. Ia adalah seorang politikus Indonesia yang dilantik menjadi Wakil Bupati Langkat pada 20 Februari 2025, mendampingi Syah Afandin sebagai Bupati Langkat setelah memenangkan pemilihan umum Bupati Langkat 2024.
Sebagai aktivis organisasi perempuan dan tokoh masyarakat di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Tiorita mulai aktif dalam kegiatan organisasi sejak beberapa tahun terakhir, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 050600 (1975–1981), lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kuala (1981–1984) dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Farmasi pada tahun 1988.
Tiorita pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Langkat periode 2019–2024 dan Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) Kabupaten Langkat sejak 2020. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat periode 2019 hingga 2024.
Ia juga merupakan istri dari mantan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Dalam bidang politik, Tiorita terlibat sebagai pengurus partai dan menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Langkat sejak tahun 2020.
Keterlibatannya di berbagai organisasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur perempuan yang aktif di tingkat lokal, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan penguatan peran perempuan, keluarga, dan masyarakat.
Gubernur Bobby Menyayangkan Bupati Kena OTT
Gubernur Sumut Bobby Nasution merespons soal Bupati Langkat Syah Affandi yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa hari lalu. Menurut Bobby, kejadian Bupati Langkat kena OTT sudah terjadi dua kali. Pertama, Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, pada tahun 2022 lalu.
Untuk itu, kata Bobby Nasution sangat disayangkan OTT oleh KPK kembali terjadi di Kabupaten Langkat.
“Pertama disayangkan, ini kembali Langkat menjadi penangkapan oleh KPK kepada bupati, ini sangat disayangkan,” jelasnya saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut, Senin (6/7/2026).
Dikatakannya, yang terkorban dalam hal ini adalah masyarakat dan pendidikan anak-anak di Kabupaten Langkat.
“Yang terkorbankan adalah masyarakat. Yang menjadi korban utama karena uangnya yang digunakan untuk membangun daerah dan Pendidikan. untuk anak-anak sekolah,” katanya.
Bobby berharap, hal itu tidak terjadi lagi baik di Langkat atau di Kab/kota Sumut lainnya.
“Jadi diharapkan itu tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Langkat Syah Afandi terkena OTT oleh KPK, Kamis (2/7/2026) lalu. Penangkapan ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanti, Jumat (3/7/2026).
Kasus ini diduga berkaitan dengan suap fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, di mana penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah.
Sementara itu, rumah pribadi Bupati Langkat yang sering disapa Ondim ini juga sempat diperiksa KPK Kamis Malam.
Hal itu diketahui Tribun Medan saat berkunjung ke rumahnya di Jalan Setia Jadi, Kecamatan Medan Timur, Jumat (3/7/2026).
Pantauan Tribun Medan, rumah tersebut tampak sepi. Namun ada satu mobil dinas yang terparkir di halaman rumahnya.
Bukan hanya itu, rumah yang berpagar biru abu itu, juga terlihat beberapa mobil yang berjejer di parkirannya.
Tak lama seorang warga keluar dari rumah tersebut. Ia mengaku, Ondim sudah tidak pulang sejak semalam.
“Enggak (Ondim belum pulang dari semalam). Iya (itu mobil dinas Ondim),” ucap seorang warga yang keluar dari rumah tersebut.
Sementara selang beberapa lama, diduga pekerja di rumah tersebut datang memasuki rumah dengan mengendarai kereta dan membawa makanan.
Ia mengaku, KPK melakukan pemeriksaan di sana. Namun, tidak ada bagian rumah yang disegel.
“Benar semalam ada KPK datang. Tidak ada bagian rumah yang disegel,” jelas pegawai rumah dengan terburu-buru memasuki rumah Ondim.
