Penangkapan Pelaku Pembegalan yang Menewaskan Mahasiswi di Palembang
Kasus pembegalan tragis yang menewaskan Adinda Dhea Puji Lestari (21) di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kertapati, Palembang, mulai terungkap setelah polisi berhasil menangkap salah satu pelaku, Alim Munandar (28). Namun, perhatian kini tertuju pada Toing (T), eksekutor utama yang hingga kini masih menjadi buronan (DPO).
Dalam aksinya, Toing bertindak menarik lengan baju korban hingga jatuh ke aspal dan tersungkur, lalu membawa kabur sepeda motor korban. Hingga kini, Toing terus diburu aparat kepolisian.
Sosok Toing
Toing merupakan kawan duet Alim dalam aksi kejahatan jalanan tersebut. Jika Alim bertindak sebagai joki pengendara sepeda motor, maka rekannya ini memegang peran utama sebagai eksekutor di lapangan. Hingga saat ini, ia masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu oleh Satreskrim Polrestabes Palembang.
Berdasarkan pengakuan Alim saat diinterogasi polisi, rekannya tersebut aktif merencanakan penyerangan dan membekali diri dengan senjata tajam sejak awal mencari mangsa.
“Sebelum beraksi kami keliling dulu cari sasaran, mulai dari arah Musi 2 sampai kawasan Citraland,” ujar Alim saat ditemui pada Rabu (19/8/2026) malam. Lantaran belum menemukan target, Alim dan rekannya sempat berhenti di dekat kawasan perumahan Citraland sebelum akhirnya melihat korban melintas seorang diri.
“Karena tidak ketemu sasaran, kami berhenti dekat Citraland. Begitu korban lewat, langsung kami buntuti,” kata Alim. “Aku lihat korban lewat, aku buntutin lewat dari Musi 2 jalan lambat, ke Citraland.”
Alim yang bertindak sebagai pengemudi sepeda motor mengakui bahwa mereka membawa senjata tajam saat membuntuti korban.
“Iya bawa parang pendek, tapi dak dikapaki cuma diagaki bae (ditakutin). Terus aku bawa motornya,” tambahnya.
Peran Eksekutor yang Menyebabkan Korban Terjatuh
Ketika korban menyadari bahaya dan berusaha melarikan diri, Toing yang berada di posisi boncengan bertindak agresif untuk menghentikan laju kendaraan korban. “Awalnya kami pepet untuk mengambil kunci motor agar korban berhenti mendadak. Namun, korban kabur sehingga kami pepet lagi sampai akhirnya Toing berhasil menarik lengan baju sebelah kanan korban,” ungkap Alim.
Ia juga yang terlibat aksi tarik-menarik langsung dengan korban di atas kendaraan yang sedang melaju. Aksi nekat melepaskan pegangan secara mendadak membuat Dhea kehilangan kendali hingga tersungkur keras ke aspal jalanan.
“Sempat terjadi tarik-menarik. Korban fokus melihat ke arah kami sambil mencoba melepaskan pegangan. Begitu dilepas mendadak oleh teman saya, korban langsung jatuh,” jelas Alim. Setelah korban tersungkur dan tidak berdaya di jalan, para pelaku langsung membawa lari sepeda motor Honda Beat milik korban. Korban ditinggalkan begitu saja di TKP.
“Saat jatuh, korban langsung terdengar bersuara terengah-engah (ngorok). Begitu dia jatuh, motornya langsung kami bawa kabur dan tidak kami apa-apa lagi,” tuturnya. Sebagai eksekutor yang belum tertangkap, ia juga sepakat dengan Alim untuk menjual motor hasil begal tersebut ke luar daerah.
“Belum sempat dijual, rencananya mau kami jual ke daerah Jalur,” kata Alim.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus menyisir keberadaan Toing guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Keluarga Minta Hukuman Mati
Atas peristiwa ini, ayah kandung korban, Asyri (63), menyampaikan apresiasi atas penangkapan pelaku sekaligus meminta penegak hukum memberikan hukuman maksimal. “Saya ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian Satreskrim Polrestabes Palembang yang sudah cepat mengungkap dan menangkap pelaku. Saya minta pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya, berikan hukuman mati,” ujar Asyri.
“Dia posisi sudah pulang kerja. Sekitar jam setengah sembilan pergi lagi ke ramen (tempat kerja) katanya mau beres-beres ada tamu datang. Saya bilang jangan lama-lama, tapi ternyata ada kejadian ini,” tutur Asyri saat ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara.
Saksi di Lokasi Kejadian
Saksi di lokasi kejadian, Fadil (18), menceritakan detik-detik saat mendengar peristiwa tersebut. “Kami bertiga sedang bekerja, Pak. Lalu saya mendengar suara perempuan dan sepeda motor jatuh,” kata Fadil. “Panik, Pak. Saya langsung memberitahu nenek saya, Darwila,” tuturnya.
Nenek Fadil, Darwila (66), kemudian meneruskan informasi tersebut ke petugas keamanan setempat. “Melihat kejadian ini, saya langsung memberitahu penjaga malam, yakni Rizki,” ujar Darwila.
Pernyataan Petugas Kepolisian
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP M. Jedi P., mewakili Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, membenarkan penangkapan Alim dan menyatakan pihak kepolisian masih mengejar keberadaan pelaku bernama Toing. “Benar, salah satu pelaku sudah berhasil ditangkap dan saat ini kasusnya masih terus dikembangkan,” kata AKBP M. Jedi P.
