Tren Fibermaxxing di TikTok dan Manfaat Serat bagi Kesehatan
Tren fibermaxxing di TikTok telah memperkenalkan kembali pentingnya konsumsi serat dalam kehidupan sehari-hari. Warganet di media sosial ini mengajak masyarakat untuk lebih memprioritaskan makanan yang kaya akan serat, sehingga dapat memenuhi asupan serat harian mereka.
Menurut ahli gizi klinis Cara Anselmo, MS, RDN, sering kali konsumsi serat diabaikan meskipun merupakan salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan. Ia menekankan bahwa meningkatkan konsumsi serat, atau fibermaxxing, berkaitan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.
Manfaat Serat untuk Tubuh
Serat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, termasuk meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan risiko diabetes, serta membantu pengendalian berat badan. Selain itu, serat juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kanker kolorektal.
Bagaimana Serat Membantu Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal?
Sejak lama, diketahui bahwa konsumsi serat dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker kolorektal. Menurut informasi dari akun Instagram Yayasan Kanker Indonesia, kanker kolorektal menjadi salah satu penyebab kanker yang paling umum di Indonesia.
Memperbaiki Mikrobioma
Ahli gizi Anselmo menjelaskan bahwa serat membantu memperbaiki mikrobioma tubuh. Mikrobioma adalah kumpulan bakteri baik di usus besar yang sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Serat mendukung keseimbangan bakteri tersebut dan tetap berada di usus besar setelah komponen makanan lain diserap oleh tubuh.
“Ketika serat difermentasi oleh bakteri di usus besar, mereka menghasilkan metabolit yang dapat menurunkan peradangan dan melindungi sel-sel usus besar agar tidak berubah menjadi sel kanker,” jelas Anselmo. Metabolit ini juga berperan dalam mengaktifkan sistem imun dan meningkatkan perlindungan antikanker.
Menurunkan Kolesterol dan Paparan Makanan Tidak Sehat
Selain itu, serat juga memberikan efek positif pada kesehatan metabolik, yang secara tidak langsung menurunkan risiko kanker. Misalnya, serat dapat mempercepat pergerakan makanan di saluran cerna, sehingga mengurangi waktu paparan tubuh terhadap makanan yang kurang sehat. Selain itu, serat juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol.
Apa Itu Pola Makan Tinggi Serat?
Fibermaxxing atau pola makan tinggi serat merujuk pada konsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, yang biasanya berasal dari sumber nabati seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan polong-polongan. Asupan serat lebih dari 25 hingga 30 gram per hari dikategorikan sebagai pola makan tinggi serat.
Anselmo menyarankan bahwa sebagian besar serat sebaiknya berasal dari makanan utuh seperti biji-bijian utuh, sayuran, dan buah. Produk dengan tambahan serat umumnya aman dan bisa memberi manfaat tertentu, tetapi tidak seoptimal sumber serat dari makanan utuh.
Ia juga menyarankan untuk meningkatkan asupan serat secara bertahap, misalnya dengan mengganti roti putih dan pasta biasa dengan versi gandum utuh.
Apakah Harus Fibermaxxing untuk Mencegah Kanker?
Meski pola makan kaya serat menawarkan banyak manfaat kesehatan, mengonsumsi serat melebihi kebutuhan tubuh tidak serta-merta mencegah kanker. Anselmo mengingatkan bahwa peningkatan asupan serat secara drastis, seperti dalam praktik fibermaxxing, dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Menjaga kecukupan cairan sangat penting saat meningkatkan asupan serat, untuk meminimalisir keluhan seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman di perut. Anselmo juga menegaskan bahwa pasien kanker sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menerapkan pola makan khusus, baik sebelum, selama, maupun setelah menjalani perawatan.
Jika masih belum yakin dengan fibermaxxing, sebaiknya jangan asal coba dan lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter.
