Pasar mobil hybrid bekas di Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan pergerakan yang tidak seragam. Beberapa model mengalami kenaikan harga, sementara yang lain tetap stabil atau bahkan cenderung stagnan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti permintaan pasar, preferensi konsumen, dan keberadaan model-model tertentu yang lebih diminati.
Menurut Thung Andi Supriyadi, pemilik showroom Rendani Mobil, harga mobil hybrid bekas saat ini cenderung meningkat karena tingginya permintaan. Ia menyebutkan bahwa kondisi pasar masih cukup kondusif bagi penjual. Contohnya, Yaris Cross Hybrid 2023 yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 320 juta, kini bisa mencapai kisaran Rp 330 jutaan.
Namun, tidak semua model hybrid mengalami kenaikan harga yang sama. Adhe, tenaga penjual OLXmobbi, menjelaskan bahwa suplai mobil hybrid bekas didominasi oleh beberapa model tertentu. Contohnya adalah C-HR Hybrid, yang memiliki unit di Buaran yang belum laku selama hampir tiga bulan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan untuk model tersebut masih kurang baik.
Adhe juga menambahkan bahwa meski harga beberapa unit sudah tergolong menarik, minat konsumen belum tentu mengikuti. Model seperti Corolla Cross Hybrid dan Yaris Cross Hybrid masih lebih cepat terjual karena sesuai dengan kebutuhan dan anggaran pembeli. Jika harga melebihi Rp 300 juta, banyak konsumen lebih memilih mobil non-hybrid.
Agus, pemilik showroom Focusmotor, menilai pasar mobil hybrid bekas mulai tersegmentasi. Menurutnya, model yang memiliki reputasi kuat dan irit bahan bakar masih aman dalam hal harga, sementara model yang kurang familiar atau harganya mendekati mobil baru cenderung memiliki pergerakan yang datar.
Dengan kondisi ini, harga mobil hybrid bekas di 2026 belum bisa digeneralisasi naik atau turun secara keseluruhan. Untuk model populer yang memiliki efisiensi dan nama besar, harga tetap relatif kuat. Namun, bagi model yang pasarnya lebih sempit, tren stagnan bahkan potensi penurunan tetap mungkin terjadi, tergantung selera dan daya beli konsumen.
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga mobil hybrid bekas antara lain:
- Permintaan pasar: Tingginya permintaan mobil bekas mendorong harga beberapa model hybrid tetap terjaga.
- Model dan merek: Model yang memiliki reputasi kuat dan irit bahan bakar cenderung lebih diminati.
- Harga: Harga yang terlalu tinggi dapat membuat konsumen beralih ke mobil non-hybrid.
- Preferensi konsumen: Selera dan anggaran pembeli sangat memengaruhi daya serap pasar.
Kondisi pasar mobil hybrid bekas di 2026 menunjukkan bahwa tidak semua model mengalami kenaikan harga. Perlu adanya penyesuaian strategi penjualan dan pemasaran agar dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Dengan demikian, para penjual dapat mempertahankan harga dan meningkatkan penjualan meskipun ada variasi dalam permintaan pasar.





