Presiden AS Minta Israel dan Iran Berhenti Serang Fasilitas Minyak di Timur Tengah
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengimbau Israel dan Iran untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas minyak di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (18/3/2026), menjelang situasi yang semakin memanas antara kedua negara tersebut.
Menurut Trump, serangan terhadap fasilitas minyak bisa mengganggu pasokan minyak global. Jika pasokan terganggu, harga minyak global bisa melonjak tajam, yang berdampak pada perekonomian dunia. Ia menekankan pentingnya stabilitas energi sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga perdamaian internasional.
Israel Sering Menyerang Fasilitas Minyak di Timur Tengah
Israel memang kerap melakukan serangan ke fasilitas minyak di kawasan Timur Tengah. Terbaru, Israel menyerang fasilitas minyak dan gas (migas) South Pars milik Iran pada Rabu malam waktu setempat. Serangan ini menyebabkan sebagian besar area di ladang migas South Pars mengalami kebakaran hebat. Kebakaran tersebut menimbulkan asap hitam pekat yang terbang ke udara.
Akibat serangan ini, Iran mengancam akan melakukan serangan balasan ke fasilitas minyak yang ada di negara-negara Timur Tengah lainnya, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Dalam pernyataannya, Pemerintah Iran menyatakan bahwa fasilitas perminyakan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar akan ditargetkan dalam waktu dekat.
Iran Juga Kerap Melakukan Serangan Serupa

Di sisi lain, Iran juga sering melancarkan serangan ke fasilitas minyak di kawasan Timur Tengah. Pada awal Maret lalu, misalnya, Iran menyerang fasilitas minyak milik perusahaan migas Arab Saudi dan Qatar, yakni Aramco dan Qatar Energy. Serangan tersebut memaksa Aramco dan Qatar Energy menghentikan produksi minyaknya sementara waktu, sehingga menyebabkan kenaikan harga minyak global.
Pada saat itu, harga minyak global naik hingga menyentuh angka 120 dolar AS atau sekitar Rp2 juta per barel. Ini merupakan salah satu kenaikan harga minyak tertinggi yang pernah terjadi. Ancaman serangan dari Iran terhadap fasilitas minyak di kawasan Timur Tengah semakin memperburuk ketegangan regional.
Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Merupakan Bagian dari Perang yang Berlangsung

Serangan terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah ini merupakan bagian dari konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel dan AS. Iran menyerang fasilitas minyak di Arab Saudi dan Qatar sebagai balasan atas serangan yang dilakukan AS. Sebab, AS telah menggunakan markas militer di kedua negara tersebut untuk menyerang Iran.
Di sisi lain, Israel menyerang fasilitas minyak di Iran karena ingin melumpuhkan pemerintahan mereka. Hal ini dikarenakan roda perekonomian Iran sangat bergantung pada produksi minyak yang dijual ke luar negeri.
Sebagai informasi, konflik antara Iran dengan Israel dan AS kini masih berlanjut. Perang ini diprediksi akan berjalan lebih lama dari perkiraan. Beberapa waktu lalu, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan gencatan senjata dengan Israel dan AS. Ia berjanji akan terus melakukan serangan balasan ke Israel dan AS sampai menang.
Isu Serangan Israel ke Ladang Migas Iran
Beberapa waktu lalu, Israel menyerang ladang minyak dan gas terbesar di dunia milik Iran. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan masyarakat internasional. Presiden AS, Donald Trump, memberikan pernyataan yang mengecam serangan tersebut dan membantah terlibat dalam konflik tersebut.
Konflik ini terus berlanjut, dan Dubes Iran di Indonesia juga sedang menggalang donasi untuk mendukung upaya diplomasi dan kemanusiaan di tengah situasi yang semakin memanas.





