Prestasi PTKIN di Peringkat 10 Besar Kampus Riset Terbaik Indonesia

Pergurungan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, dua universitas Islam negeri yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil masuk dalam jajaran 10 besar kampus riset terbaik di Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa PTKIN tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Peringkat Nasional untuk UIN Ar-Raniry

Dalam daftar SIR 2026, UIN Ar-Raniry meraih peringkat pertama secara nasional, mengungguli sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa institusi ini telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam hal riset, inovasi, dan dampak sosial. Sebagai salah satu rujukan global, Scimago Institutions Rankings menilai kinerja institusi berdasarkan indikator tersebut. Pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa PTKIN semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum dalam kinerja riset internasional.

UIN Sunan Kalijaga Masuk 10 Besar

Selain UIN Ar-Raniry, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga mencatat pencapaian luar biasa dengan masuk dalam kelompok 10 besar. Hal ini menegaskan kiprah PTKIN dalam dunia riset dan publikasi ilmiah. Kehadiran dua PTKI dalam jajaran 10 besar menjadi indikator nyata bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam semakin berkembang dan mampu menjalankan fungsi riset yang efektif.

Daftar 10 Besar Kampus Riset Terbaik di Indonesia

Berdasarkan pemeringkatan SIR 2026, berikut adalah 10 besar kampus riset terbaik di Indonesia:

  1. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  2. Universitas Indonesia
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Institut Pertanian Bogor
  5. Universitas Negeri Padang
  6. Universitas Airlangga
  7. Universitas Syiah Kuala
  8. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  9. Universitas Padjadjaran
  10. Universitas Diponegoro

Apresiasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Suyitno, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi ini. Ia menilai capaian ini merupakan bukti konkret keberhasilan transformasi mutu akademik dan penguatan budaya riset di lingkungan PTKI. “Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan bahwa PTKI mampu tampil sebagai pemain utama dalam ekosistem riset global,” ujarnya.

Suyitno menekankan bahwa Kementerian Agama akan terus memperkuat kebijakan strategis untuk mendorong peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta kolaborasi internasional di seluruh PTKI. Hal ini bertujuan agar PTKIN dapat terus berkembang dan menjadi pusat riset yang unggul.

Tanggapan dari Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam

Senada dengan pernyataan Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. “Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Ini adalah buah dari konsistensi dalam membangun tata kelola riset yang kuat, peningkatan kualitas jurnal ilmiah, serta jejaring kolaborasi global yang terus diperluas,” jelasnya.

Komitmen Kementerian Agama untuk PTKIN

Ke depan, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam agar semakin kompetitif, inovatif, dan berdaya saing global. Dengan dukungan yang terus-menerus, PTKIN diharapkan mampu menjadi wajah baru dari pendidikan tinggi di Indonesia yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia riset dan inovasi.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version