Kemenangan Persib Bandung yang Diiringi Insiden
Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dalam laga yang dianggap sebagai final sejati tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi klub, tetapi juga diwarnai oleh beberapa insiden yang terjadi baik sebelum maupun setelah pertandingan. Komisaris sekaligus manajer Persib, Umuh Muchtar, mengungkapkan bahwa para pemain mengalami berbagai gangguan yang disebabkan oleh oknum suporter lawan.
Perjalanan Pulang yang Penuh Tantangan
Setelah Persib berhasil menang 2-1 atas Persija di Stadion Segiri, Samarinda, rombongan tim kembali ke Bandung melalui Bandara Internasional SAMS Sepinggan, Balikpapan. Namun, perjalanan pulang ini tidak berjalan mulus. Menurut Umuh, sejumlah oknum suporter Persija, yang dikenal dengan The Jakmania, mencoba memancing keributan di area keberangkatan.
“Di bandara kami diserang sama oknum The Jakmania yang mau naik pesawat ke Jakarta juga. Mereka dari gate 10 langsung ke gate 1 ramai-ramai,” ujarnya. Situasi sempat tegang karena provokasi yang terus-menerus dilakukan. Beruntung, aparat keamanan tiba tepat waktu sehingga situasi tidak sampai lepas kendali.
Perlakuan Tidak Menyenangkan Sebelum Keberangkatan
Tidak hanya di bandara, insiden juga terjadi sebelum rombongan Persib masuk ke area bandara. Dua pemain muda Persib, Beckham Putra dan Kakang Rudianto, disebut mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum suporter lawan. Mereka diprovokasi saat masih berada di ruang makan sebelum masuk bandara. Akhirnya, kedua pemain tersebut melawan, tetapi situasi bisa terkendali karena banyak Bobotoh yang hadir dan mendukung mereka.
Teror Petasan Saat Malam Hari
Cerita paling mengejutkan datang dari malam sebelum pertandingan. Umuh mengklaim bahwa skuad Persib mendapat teror petasan pada tengah malam. Tujuan dari aksi ini adalah untuk mengganggu waktu istirahat pemain. “Tengah malam Persib diteror petasan supaya pemain tidak tidur. Banyak yang kurang tidur, tetapi mental pemain sudah siap jadi tidak terlalu dipermasalahkan,” katanya.
Insiden Setelah Pertandingan
Setelah pertandingan berakhir, Umuh juga menyebut adanya insiden yang terjadi di area stadion. Beckham Putra, menurut dia, sempat mendapat perlakuan kasar dari beberapa pemain Persija bahkan sampai dipukul. “Kami punya buktinya,” tegas Umuh. Ia menyayangkan berbagai aksi yang terjadi di luar pertandingan, menilai bahwa rivalitas sepak bola seharusnya tidak berubah menjadi tindakan intimidatif terhadap pemain.
Penilaian Umuh Mengenai Rivalitas
Umuh menilai bahwa emosi akibat kekalahan dan sakit hati bisa dimengerti, tetapi tindakan seperti menyerang pemain di luar lapangan tidak dapat dibenarkan. “Saya juga tidak mengerti kenapa harus menyerang pemain di luar lapangan,” pungkasnya.
Kesiapan Mental Pemain
Meski menghadapi tekanan sejak sebelum pertandingan hingga perjalanan pulang, Umuh memuji mental para pemain Persib yang tetap fokus dan mampu membawa pulang kemenangan penting. Ia menilai bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari ketekunan dan persiapan yang matang dari seluruh anggota tim.
