Banjir di Jalan Sukodadi–Karanggeneng Mulai Surut
Genangan air yang menggenangi ruas jalan provinsi Sukodadi–Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kini mulai berangsur surut. Saat ini, genangan hanya tersisa sepanjang sekitar 200 meter di wilayah Kendalkemlagi dengan ketinggian rata-rata sekitar 10 sentimeter. Beberapa titik lain seperti di Simo Sungelebak, tepatnya di depan Ponpes Matholiul Anwar, sudah bebas dari genangan air.
“Mulai tiga hari lalu sudah surut,” kata seorang pengemudi Bus Trans Jatim kepada SURYA, Kamis (19/3/2026). Dengan kondisi ini, pengguna jalan baik sepeda motor maupun mobil kecil tidak perlu lagi memanfaatkan jalur alternatif yang sebelumnya ditempuh hingga sekitar satu jam perjalanan.
Surutnya genangan air di sepanjang jalan provinsi, khususnya di Kendalkemlagi dan Simo Sungelebak, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, berkurangnya curah hujan di wilayah Lamongan dalam tiga hari terakhir. Kedua, turunnya debit Bengawan Jero dan Bengawan Solo. Ketiga, lancarnya aliran air melalui Sluis Kuro tanpa bantuan pompa. Hal ini terjadi karena ketinggian air di saluran Kuro lebih rendah, sehingga aliran air dapat mengalir deras keluar setelah pintu air dibuka.
Meski banjir mulai surut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Mohammad Na’im, menyebut bahwa banjir belum sepenuhnya surut. “Memang banjir surut, tapi belum sepenuhnya 44 desa itu terbebas dari banjir,” ujar Na’im saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, banjir masih menggenangi 44 desa yang tersebar di lima kecamatan. Terkait total kerugian akibat banjir yang telah berlangsung sekitar empat bulan, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci. “Kalau puluhan miliar ada,” tambahnya.
Na’im menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya mencari solusi agar banjir segera teratasi. Salah satu langkah yang telah diusulkan adalah modifikasi cuaca kepada BMKG Provinsi Jawa Timur guna mengurangi potensi hujan di wilayah tersebut.
Warga pun berharap kondisi ini terus membaik, sehingga dapat menjalani perayaan Idul Fitri dengan aman dan nyaman tanpa ancaman banjir.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Surutnya Banjir
- Berkurangnya curah hujan di wilayah Lamongan dalam tiga hari terakhir.
- Turunnya debit Bengawan Jero dan Bengawan Solo, yang merupakan sumber utama air di kawasan tersebut.
- Lancarnya aliran air melalui Sluis Kuro tanpa bantuan pompa, karena ketinggian air di saluran Kuro lebih rendah.
Kondisi Wilayah yang Masih Terkena Banjir
Meskipun sebagian besar wilayah mulai kering, 44 desa di lima kecamatan masih mengalami genangan air. BPBD Lamongan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan upaya-upaya untuk mengatasi banjir.
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Banjir
Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mengusulkan beberapa langkah untuk mengatasi banjir, antara lain:
- Modifikasi cuaca dengan bantuan BMKG Provinsi Jawa Timur untuk mengurangi potensi hujan di wilayah tersebut.
- Peningkatan koordinasi antara instansi terkait untuk memastikan aliran air dapat terkendali.
- Pemantauan intensif terhadap kondisi air di saluran-saluran penting seperti Bengawan Jero dan Bengawan Solo.
Harapan Warga
Warga Lamongan berharap kondisi banjir segera surut sepenuhnya, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Mereka berharap bisa merayakan hari raya dengan tenang dan aman tanpa khawatir akan ancaman banjir.





