Pertumbuhan Industri Keju Olahan di Indonesia
Industri keju olahan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini didorong oleh meningkatnya aktivitas usaha kuliner rumahan hingga sektor food service. Tren ini terlihat dari semakin besarnya permintaan produk keju sebagai bahan baku makanan, mulai dari jajanan rumahan hingga bisnis kuliner skala kecil.
Salah satu contoh nyata dari tren ini adalah kisah Muhammad Erlang Athallah, seorang anak penjual risol di Madiun, Jawa Timur. Ia menjadi pemenang utama dalam program apresiasi konsumen yang diselenggarakan oleh PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR), produsen keju Prochiz sekaligus anak usaha PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. Hadiah utamanya berupa satu unit mobil.
Erlang sehari-hari membantu usaha risol milik ibunya di Kecamatan Balerejo, Madiun. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, ia rutin membeli keju Prochiz Gold di minimarket. Kebiasaan tersebut kemudian membawanya menjadi pemenang hadiah utama dalam program Berkah Fantaschiz Prochiz Vol. 3.
Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja didampingi Finance, IT & Marketing Director Mulia Boga Raya Jeffry Halim. Program tersebut berlangsung sejak Januari hingga Mei 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen.
Menurut Dede, kisah Erlang menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis keju olahan tidak lepas dari peran pelaku usaha mikro yang menggunakan produk keju sebagai bagian dari aktivitas produksi sehari-hari.
“Kisah Erlang mengingatkan kami bahwa loyalitas konsumen Prochiz sesungguhnya terlahir dari dapur-dapur kecil dan usaha rumahan yang terus bergerak setiap hari. Program apresiasi seperti ini adalah cara kami berterima kasih sekaligus terus mendekatkan diri dengan mereka,” ujar Dede.
Bagi Erlang, hadiah tersebut menjadi dukungan bagi keberlangsungan usaha keluarganya. Mobil yang diterima rencananya akan digunakan sebagai kendaraan operasional untuk membantu aktivitas berjualan.
“Awalnya saya masih ragu saat ditelepon. Baru percaya setelah dapat undangan dan lihat postingan Instagram Prochiz langsung. Mobilnya rencananya akan kami pakai untuk operasional jualan. Semoga Prochiz terus konsisten dari segi rasa dan kualitas,” kata Erlang.
Permintaan Keju Olahan Terus Meningkat
Di tengah berkembangnya bisnis makanan dan minuman, permintaan keju olahan di Indonesia juga terus bertumbuh. Hal tersebut tercermin dari kinerja PT Mulia Boga Raya Tbk yang masih membukukan pertumbuhan sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026.
Pada kuartal I 2026, perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp 475,54 miliar atau naik sekitar 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan mencapai Rp 55,6 miliar.
Segmen keju blok disebut masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 77,7 persen terhadap total penjualan dan tumbuh 25,6 persen secara tahunan.
Sementara itu, penjualan keju lembaran meningkat 38,5 persen, mencerminkan permintaan yang terus bertambah baik dari rumah tangga maupun pelaku usaha makanan.
Sebelumnya, pada 2025 perusahaan membukukan penjualan sekitar Rp1,5 triliun dengan pertumbuhan laba sebesar 22 persen. Adapun pada 2024 laba bersih meningkat 83 persen secara tahunan menjadi Rp 147 miliar.
Program apresiasi tersebut telah diselenggarakan sejak 2024 dan sejumlah pemenangnya berasal dari kalangan pelaku usaha rumahan yang memanfaatkan produk keju sebagai bahan baku utama dalam kegiatan usahanya.
Dengan meningkatnya konsumsi keju di sektor rumah tangga dan UMKM kuliner, segmen ini diperkirakan masih menjadi salah satu penggerak pertumbuhan industri keju olahan di Indonesia.





