Kerja Sama BYD dengan Kim Long Motors di Vietnam
Perusahaan baterai dan kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, telah menandatangani kesepakatan dengan Kim Long Motors dari Vietnam untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di wilayah Vietnam tengah. Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar 130 juta dolar AS dan menjadi langkah penting dalam ekspansi global BYD, khususnya di Asia Tenggara.
Kerja sama ini diumumkan oleh pemerintah Vietnam pada 27 Januari. Pada tahap awal, pabrik akan memproduksi baterai untuk kendaraan niaga seperti bus dan truk. Kim Long Motors adalah produsen otomotif lokal Vietnam yang fokus pada pengembangan, perakitan, dan penjualan truk, bus, serta kendaraan khusus. Meskipun rincian pembagian saham dan skema kemitraan belum diungkap, pihak internal BYD membenarkan kerja sama ini.
Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik di Vietnam
Keputusan BYD membangun pabrik di Vietnam tidak lepas dari pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik di negara tersebut. Penjualan kendaraan listrik (EV) di Vietnam melonjak dari 4.040 unit pada 2022 menjadi 79.800 unit pada 2024. Bahkan, dalam 11 bulan pertama 2025, penjualan kendaraan listrik dan hybrid mencapai sekitar 160 ribu unit, atau 38,5 persen pangsa pasar.
Pemerintah Vietnam juga aktif mendorong kendaraan ramah lingkungan sebagai bagian dari target netral karbon 2050. Dukungan ini mencakup pembebasan biaya registrasi kendaraan listrik hingga 2027, insentif pajak, serta bantuan pengembangan infrastruktur pengisian daya.
Strategi Ekspansi BYD di Asia Tenggara
Bagi BYD, pabrik baterai ini memperkuat strategi ekspansi di Asia Tenggara. Sejak 2024, BYD telah membuka toko pertamanya di Vietnam dan menargetkan memiliki sekitar 100 outlet pada 2026. Selain itu, anak usaha BYD juga sudah memiliki pabrik elektronik di Provinsi Phu Tho dan berencana menanamkan investasi lebih dari 250 juta dolar AS untuk pabrik suku cadang otomotif.
Dengan hadirnya pabrik baterai ini, BYD mulai membangun rantai industri lengkap di Vietnam mulai dari penjualan, produksi komponen, hingga pasokan baterai inti.
Persaingan di Pasar Mobil Listrik Vietnam
Meski VinFast masih mendominasi pasar mobil listrik Vietnam, khususnya EV murni dengan pangsa hampir 99 persen, rantai pasok baterai di negara tersebut masih sangat bergantung pada perusahaan asing, terutama dari Tiongkok. Sebelumnya, Gotion High-Tech bekerja sama dengan VinES membangun pabrik baterai LFP pertama di Vietnam, sementara Sunwoda juga telah membuka fasilitas produksi modul baterai.
Keuntungan Ekspor yang Lebih Baik
Salah satu keuntungan lain bagi BYD adalah tarif ekspor yang lebih rendah. Berkat berbagai perjanjian perdagangan bebas, produk otomotif buatan Vietnam bisa masuk ke negara ASEAN dan Uni Eropa dengan tarif nol persen, selama memenuhi aturan asal barang. Artinya, baterai yang diproduksi BYD di Vietnam bisa dikirim ke negara seperti Thailand, Indonesia, atau Filipina tanpa bea masuk, bahkan diekspor ke Eropa dengan biaya lebih rendah dibandingkan ekspor langsung dari Tiongkok.
Tak heran, Vietnam kini dilirik banyak produsen otomotif global. Chery dan Geely telah membentuk joint venture EV, sementara SAIC-GM-Wuling dan Great Wall Motors juga mulai merakit kendaraan di Vietnam.
